Angsa Jenius

"Jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan."

Jawaban Orang Tua Pemalas

Tuesday, October 01, 2019


Anak-anak adalah makhluk paling ingin tahu sedunia. Aku pernah baca, dalam 12 jam, mereka bertanya 300 pertanyaan. Dan 82% anak-anak biasanya lebih dulu nanya sama ibu dibanding sama ayahnya. Itu pun ketika nanya ayah, 24% akan dijawab "Sana tanya ibu.". Artinya dalam satu jam rata-rata akan terlontar 25 pertanyaan.

Kenapa? Itu apa? Ini gimana? Kok bisa?
Daaaan seterusnya, dan seterusnya.

Kabar baiknya, otak anak balita lagi kinclong-kinclongnya, mereka bisa menyerap apa pun dengan sempurna. Tanpa filter. Dan apa yang mereka dengar akan membentuk persepsi mereka tentang dunia. Sejak beberapa bulan lalu, Afiqa lagi sering nanyain soal polisi karena lagi banyak razia di jalan. "Buk itu pak polisi ya? Ngapain sih buk?" dan dijawab "Oh itu lagi razia, kalau naik motor nggak pakai helm nanti ditilang. Stop! Siapa ini kok nggak pakai helm?"

Dua bulan sejak itu, Afiqa jadi sering cerita tentang polisi, tapi yang diulang-ulang adalah polisi nyetop lalu nilang kita karena kita nggak pakai helm. Eh nyetop itu sebuah kata atau bukan ya hahaha, ya pokoknya paham lah ya maksud aku. Di situ aku sadar ada yang salah. Persepsi Afiqa tentang polisi harus diluruskan, karena yang ditangkap oleh Afiqa polisi itu tukang tilang, kalau nggak pakai helm nanti dimarahin pak polisi.

Setiap hari aku harus mengulang-ulang bahwa polisi itu tugasnya mengatur biar lalu lintas tertib. Pakai helm itu supaya aman, bukan supaya tidak ditilang. Pak polisi itu tidak suka asal nyetop, dia nyetop pas ada razia aja, itu pun kalau kita melanggar aturan. Kita diingatkan supaya kita aman.

Setiap hari, berkali-kali aku meluruskan persepsinya supaya nggak salah. Bisa aja kudiamkan, tapi apa ya aku rela dia tumbuh dengan pemahaman yang salah?

Hal serupa tapi tak sama aku temui juga ketika ada anak yang di rumah susah makan, lalu ibunya bilang "Ayo makan, kalau nggak mau makan nanti dimarahin bu guru loh." Duh pengin nangis dengernya 😓😓 Familiar nggak sama kasus begini?

Atau ketika anak nggak mau diajak berdoa sebelum tidur, trus orang tuanya bilang "Nanti dimarahin bu ustad loh kalau nggak berdoa."
Atau ketika dia nggak mau gosok gigi, trus orang tuanya bilang "Nanti disuntik trus dibor sama dokter gigi loh soalnya giginya bolong."
Dan ribuan kalimat serupa yang aku yakin kita semua udah pernah dengar. Buat aku, kalimat-kalimat begitu adalah kalimat yang keluar dari mulut orang tua yang malas menjelaskan. Karena itu kaya jalan keluar instan supaya anak melakukan apa yang orang tuanya mau, tanpa anak banyak nanya. Padahal apa coba hubungannya nggak makan dengan dimarahin bu guru? Nggak ada. Yang ada juga ibu kandungnya yang marah-marah.

Lalu, kalaupun kalimat itu benar secara logika, kaya gigi bolong lalu disuntik dan dibor dokter gigi, secara pembentukan persepsi itu tetap salah. Anak bakal membentuk image dokter gigi sebagai orang yang nggak menyenangkan, suka nyuntik dan ngebor gigi, ah malas lah ke dokter gigi. Akibatnya kita juga yang susah kalau suatu hari nanti gigi anak bolong dan harus dibawa ke dokter gigi.

Boleh nggak setuju, tapi tetap, buatku jawaban-jawaban seperti itu adalah jawaban orang tua yang malas memberi penjelasan dan malas menjawab pertanyaan. Anak bertanya 25 kali sehari, kalau sekarang dijawab asal-asalan, mungkin saat ini masalah selesai, tapi di otaknya akan terbentuk persepsi yang salah.

Masa iya sih rela anak sendiri melihat dunia dengan kacamata yang salah?
Pembaca angsajenius jangan gitu ya, aku yakin yang baca blog ini pintar-pintar dan tidak pemalas menjawab pertanyaan anak-anaknya 💖

Salam,
Rahma Djati
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih sudah membaca! Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9