Angsa Jenius

"Jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan."

Kusuka Halaman!

Thursday, January 11, 2018
Hai teman-temannya ibuk dan pembaca blognya ibuk πŸ˜„




Seperti semua anak di seluruh dunia, aku suka main di luar rumah. Lari-larian, muter-muter sampai jatuh, memegang setiap benda yang kulihat, mencoba merekam sebanyak mungkin informasi dari suatu benda dengan semua indera yang kupunya, dan tentu saja bernyanyi sembari bermain di halaman, taman atau lapangan.

Namaku Afiqa, aku anaknya ibuk Rahma yang sampai sekarang kupanggil dengan nama “mimik” karena lidahku belum bisa mengucap ibuk.

Tapiii...
Kadang aku sedih kalau orang dewasa yang kuajak main di halaman, ngga mau. Panas ya? Enak di dalam rumah duduk di sofa atau tiduran di kasur ya?

Padahal, aku suka bermain di luar rumah. Dengan itu, kata ibukku motorik kasarku akan terasah, keseimbangan juga, baik buat mataku juga soalnya banyak hijau-hijau. 

Aku pantang menyerah, jatuh dan lecet pun aku akan kembali berlari. Aku suka aktivitas fisik, rasanya aku jadi bahagia seketika.

Kira-kira, nanti ibuk mau bikinin project apa yaa buatku 🀫


Ada Kilat Cahaya pada Sebuah Jeruk

Tuesday, January 09, 2018


Hi folks!
Postingan kali ini masih dalam rangka observasi semua anak adalah bintang. Daaan kali ini aku akan cerita soal hal lain yang bikin Afiqa berbinar-binar. Lebih tepatnya makanan apa yang bikin Afiqa, si bocah cilik 17 bulan, berbinar 🀩

Setiap anak punya preferensi makanan sendiri. Anak aku, ngga pernah biasa aja setiap liat jeruk. Kilat excitement-nya ngga bisa disembunyikan. Kalo di supermarket lewat bagian jeruk nih, dia pasti teriak-teriak minta ambil trus dimakan di tempat, lah nak bayar juga belom πŸ™Š

Jeruk di kulkas selalu jadi incarannya. Jeruk asem, jeruk manis, jeruk agak pahit, semua doyan. Dan sampe sekarang, jeruk masih jadi ada di top chart buah kesukaan Afiqa. Hari ini aja, udah 3 buah jeruk besar dimakannya, stop karena emang jeruknya habis.

Strength points apa dari aktivitas makan jeruk?
Ah kan cuma makan jeruk, apa spesialnya? Tu lah, jadi ibu kudu banyak husnudzon sama anak makanya, biar bisa ngga take everything for granted πŸ™ƒ karena dari makan jeruk si buah favorit aja nih, ternyata aku menemukan strength points berikut:
  • Mandiri, karena bisa ngupas kulit jeruk sendiri per hari ini.
  • Cepat memahami instruksi. Baru tadi kuajarin cara kupas jeruk, dan Afiqa langsung bisa ohwaw.
  • Ngga picky eater, terbukti bahwa 3 jeruk yang dimakannya hari ini rasanya super asem dan agak pahit 😐 tapi semua dihabiskannya.
  • Fokus. Ketika ngupas jeruk, nengok pun engga. Kuajak ngomong, liat aku pun engga.
Emmm jadii sampe hari ini aku nemu dua hal yang bikin matanya berbinar. Ketemu & interaksi sama orang, dan makan jeruk. Let’s see what we get tomorrow!

Asah Konsep Diri Anak dengan Melihat Binar Matanya

Monday, January 08, 2018


Setiap anak adalah bintang. Setiap anak adalah pribadi unik. Mereka punya sejuta hal yang belum dikuasai, tapi mereka juga punya jutaan kelebihan dan keunikan tersendiri. And anyway, it’s okay belum bisa melakukan sejuta hal, karena mereka punya lebih dari sejuta jam untuk belajar.

Kita, orangtuanya, percaya setiap anak adalah bintang, dengan bakat dan kelebihannya masing-masing. Tapi ngga jarang juga di tengah perjalanan menjadi orangtua, kita terdistraksi oleh lingkungan, oleh media sosial dan gempuran image anak idaman di televisi sehingga kita menganggap anak kita kurang ini kurang itu. Bukannya bersyukur, kita justru membandingkan dan mulai ngga puas sama “kualitas” anak kita. Oh sedihnya 😒

Materi kelas Bunda Sayang IIP kali ini temanya setiap anak adalah bintang. Dari situ, orangtua ditugasi menjadikan rumah sebagai tempat anak bisa bersinar. 

Caranya?
Kami disuruh mengeksporasi empat ranah potensi anak:
  1. Ranah hubungan intrapersonal
  2. Ranah hubungan interpersonal
  3. Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
  4. Ranah hubungan dengan Tuhannya (melek spiritual)
Kamu ngga ngerti maksud empat ranah tersebut? Sama! πŸ˜‚ Makanya aku ngga akan jelasin sekarang, tapi in syaa Allah akan ketemu penjelasannya dari hasil eksplorasi dan postingan angsajenius seri setiap anak adalah bintang. Jadi boleh banget dibookmark trus nanti dibaca lagi dari awal sampe akhir hahaha loh si Rahma malah promote blog 🀭

Awrite.
Pengamatan pertama akan ku mulai dari hubungan intrapersonal. Konsep diri. Apa itu konsep diri?

Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri.
Hal ini akan berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.
Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari:
  1. Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat.
  2. Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat.
  3. Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.
Kalo orangtua sering nyebut anak nakal, mereka akan membentuk konsep diri “oh aku nakal”, dan itu yang akan terwujud dalam keseharian. Kalo orangtua sering nyebut anak cengeng, mereka akan jadi cengeng beneran. Kalo orangtua sering nyebut anak gampang marah, mereka akan jadi gampang marah beneran. Negative labelling, pak buk, adalah salah satu hal paling dilarang dalam pengasuhan ❌

Menjadikannya bintang dimulai dari rumah

Rumah adalah panggung setiap anak. Di rumah, ada orangtua yang mengajarinya hidup sebagai manusia, termasuk membaca potensi mereka kemudian memfasilitasinya. Far from easy, but there’s nothing such an impossible. Yakan? πŸ™ƒ

Nah dalam rangka menjadikan anak sebagai bintang di rumahnya sendiri, observasi bisa dimulai dengan melihat aktivitas apa yang bikin mata anak berbinar-binar. Udah nemu? Abis itu amati poin kekuatan anak dalam aktivitas tersebut, trus bikin project deehhh berkaitan sama aktivitas yang bikin anak berbinar tersebut.

Observasi kegiatan yang bikin anak berbinar-binar
⬇️
Catat strength anak di aktivitas tersebut
⬇️
Buat project terkait aktivitas tersebut

Singkatnya begitu pemirsa πŸ‘πŸ»

Gimana sama Afiqa?

Setelah pengamatan panjang dari Afiqa umur setaun sampe sekarang mau 1,5 tahun, aku dan abang sampai pada kesimpulan bahwa anak kami adalah seorang extrovert. Dia seneng ketemu orang, ngga mau sendirian, gampang bosen, suka keramaian, ramah sama orang baru, dan yang paling jelas adalah seneng jadi center of attention. Yes she is. Kaya siapaaaaa? Kaya ibuknyaaaa πŸ˜‚

Matanya berbinar ketika ketemu orang baru, baik itu temenku, temen abang, sesama anak-anak, ibu-ibu di masjid, mbak-mbak petugas bandara, ibu warung, tetangga. Lah semuanyaπŸ˜‚ Awalnya aku ngga sadar, sampai titik di mana anak ini sering rengek-rengek kalo ditinggal ngobrol dewasa alias dicuekin walaupun aku di sampingnya, dan Afiqa seneng disapa orang, seneng salim ampe berkali-kali ke tamu. Dari situ kami lihat-lihat lagi, dan sampailah kami pada kesimpulan Afiqa ini extrovert.

Trus apa aktivitas yang bikin matanya berbinar?
Ketemu orang baru, disapa sama orang dan di”tanggap”. Apa ya bahasa Indonesianya, semacam nanggap wayang dimana wayang jadi pusat perhatian dan tontonan orang. Nah Afiqa ini seneng ditanggap, suka tampil dan jadi center of attention.

Poin strength apa yang Afiqa punya dari aktivitas tersebut?
Let me make a list.
  • Berani, tidak pemalu
  • Sadar dirinya punya kemampuan/kelebihan yang menjadikan orang lain betah menjadikannya center of attention
  • Ramah, murah senyum
  • Cepat beradatasi
  • Cepat memahami instruksi

Hubungannya aktivitas berbinar, strength sama konsep diri apa dong?

Analisis strength dari aktivitas ini ternyata berhubungan banget sama konsep diri anak. How come? 

Dari aktivitas yang bikin anak berbinar, kita tahu apa hal yang bikin anak excited. Di sini bisa jadi ada potensi anak, makanya kita harus catat apa poin kekuatan anak pada aktivitas tersebut. Karena strength ini bakal sangat pengaruh ke gimana anak memandang dan menilai dirinya sendiri, kemudian berdampak kepada sikapnya ke dunia luar. 

Gituuuu. Ah observasi day 1 is done! ✅  Doakan aku istiqomah share di blog yaaa soalnya lagi mudik nih berdua doang ama si bocah cilik. Selamat mengobservasi aktivitas anak! πŸ˜†

Baju Syar'i Trend Belaka

Saturday, January 06, 2018
Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik 
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu
Sering membaca atau mendengar doa itu? Atau malah udah rutin baca usai tahiyat akhir tiap shalat? Karena, tentu saja, isi hati manusia sangat rentan berubah, sekarang A satu jam kemudian jadi Z. Ngga ada yang bisa jamin kan?

Beberapa hari yang lalu, aku seneeengggg banget pas scroll instagram dan liat postingan Arie Untung yang cerita istrinya berhenti jadi host Insert. Dan bener prediksiku, besoknya dia ngepost foto istrinya udah pake kerudung. Big deal, man. Ya padahal ngga kenal, siapa lo siapa gue yakan. Ya padahal ngga pernah ketemu juga. Ya padahal ngga ada untungnya buat aku kalo sis Fenita pake kerudung. Tapi kenapa aku seneng?

Karena melihat satu orang lagi yang hijrah, menuju kebaikan, menuju yang Allah perintahkan. 

Masih asing sama istilah hijrah? Let me help you a bit.
Kata KBBI arti hijrah ada tiga
  1. n perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah
  2. v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya): dia -- ke Jepang untuk melanjutkan pendidikannya
  3. n perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik

Dalam hijrah ada perpindahan, ada perubahan. Termasuk berpindah dan berubah dari hal-hal yang Allah ngga suka, ke hal-hal yang Allah suka. Macem-macem jalan orang hijrah, ada yang bermula dengan mengucap syahadat, ada yang awalnya terpaksa, ada yang diawali dengan resign kerja karena sadar tempat kerjanya haram atau syubhat (ngga jelas halal atau haram alias abu-abu), ada yang diawali dengan mulai shalat fardhu/shalat wajib, ada yang diawali dengan memakai jilbab. Hidayah Allah turun dalam berbagai rupa πŸ’–

Apa hubungannya hijrah sama jilbab?

Hubungannya baik-baik aja πŸ˜… πŸ‘ˆ jawaban orang yang kebanyakan ikut quiz igstory ala Waktu Indonesia Bercanda. Nah hubungannya adalah, banyak muslimah yang hijrahnya diawali dengan memakai jilbab. Menutup aurat. Sepele? Buat sebagian orang mungkin mudah, tapi buat sebagian lainnya ini sungguh berat. 

Ada yang sekedar rambutnya tertutup, biarlah celana ketat dan baju berlengan 3/4 jadi outfit sehari-hari.
Ada yang kerudungnya menutup dada tapi masih memakai celana panjang kemana-mana.
Ada yang berkerudung panjang dan gamis beli di olshop instagram seharga duaratusribuan.
Dan ada yang bercadar berpakaian hitam tanpa campuran warna.

Rupa-rupa rupanya jalan hijrah setiap wanita. Tak apa, selama ada semangat belajar dan memperbaiki diri, semoga perlahan kerudung memanjang dan yang ketat melonggar. Bukan, bukan aku yang minta, tapi Allah yang perintahkan.

Kita bisa menyebut pakaian dengan ciri-ciri tertentu sebagai baju syar'i, berarti kita tahu definisi baju syar'i. Syar'i, sesuai tuntunan syariat Islam. Semoga yang masih enggan, Allah bukakan jalan pelan-pelan.

Dan yang bikin hatiku makin hangat, selain berita satu per satu public figure berhijrah, adalah banyaknya sist-sist olshop menjual pakaian syar'i, dan banyaknya orang-orang memakai kerudung instan panjang. 

Trend jilbab syar'i?

Biarlah sebagian menyebutnya trend bahwa jilbab sekarang udah jadi trend, bahwa baju syar'i sekarang udah jadi trend, bahwa kenyataan muslimah pada pake kerudung panjang cuma ikut-ikutan trend. Nggakpapa ada yang bilang begitu, mungkin memang begitu adanya. Tapi coba deh kita flashback sebentar....

Lima tahun lalu, kerudung panjang cuma dipakai akhwat-akhwat militan, ya ngga? Kalo ngga aktivis dakwah, ya ibu-ibu pengajian. Sekarang, ibu yang minta-minta di pinggir jalan aja kerudungnya panjang! Ibu penjual buah kerudungnya panjang! Mbak-mbak periksa dokter di RS kerudungnya panjang! Beberapa toko pakaian muslim seragam pegawainya gamis dan kerudung panjang! Wow ngga?

Pake kerudung panjang is a big deal loh. Karena dengan kerudung panjang, payetan baju yang dijahit cantik di leher dan dada ngga akan kelihatan, padahal payet itulah yang bikin harga baju jadi mahal. Dengan kerudung panjang, model baju aneh-aneh ngga akan kelihatan. Karena kerudung panjang, kita ngga akan kelihatan langsing. Ketika pake kerudung panjang, kita bakal kelihatan lebih tua dewasa dari umur sebenarnya, beberapa curhat dibilang ibu-ibu banget. Aku ngga akan bahas gamisnya atau celana jeansnya, kerudungnya dulu aja. Ketika pake kerudung panjang, udah banyak sisi estetika yang dikorbankan. 

Jadi, ini banyak dipake karena lagi trend?
Bisa jadi. Dan yang kurasakan, trend ini juga dipengaruhi oleh gerakan komunitas yang gencar ngajak muslimah lebih melek sama perintah berjilbab.


Akun twitter ini. Peduli Jilbab. Sekarang memang udah ngga banyak orang twitteran, tapi di masa keemasannya, tweet akun ini banyak jadi perantara hidayah. 

Menurut analisis kualitatif amatiranku, yang tentu saja ngga pake statistik hahaha, gerakan komunitas inilah salah satu faktor munculnya trend set pakaian syar'i mulai dari harga seratusribuan sampe jutaan. 

Dulu, kalo bukan akhwat aktivis, jarang yang mau pake kerudung panjang. Ketika harus pake bergo pun, bergonya pendek sebahu aja. Sekarang, wanita yang sehari-hari kerudungnya dililit mepet leher pun, pas harus pake bergo,  banyak yang pakenya bergo panjang. Dan wanita-wanita yang mungkin belum paham kenapa kerudung harus nutup dada, banyak juga yang pakenya bergo panjang. Kenapa? Karena kerudung panjang sekarang banyak dijual dimana-mana, dari pasar kecamatan sampe olshop instagram yang modelnya selebgram.

Allah gerakkan hati produsen, penjual dan pembeli untuk bergerak bersama menjadikan pakaian syar'i sebagai trend. Can't you see that?

Aku jadi inget kata ustad Adi Hidayat, bahwa hidayah Allah menyapa kita tiap hari, berkali-kali. 
Ketika kita jalan lewat masjid, pas adzan dan kita lihat orang-orang pada masuk masjid, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita yang belum berkerudung lagi jalan di pasar, ada toko baju muslimah lalu kita nengok, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita duduk di halte nunggu bus, sebelah kita nunggu sambil tilawah, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita di lampu merah, ada ambulans membunyikan sirine melaju cepat, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kamu baca tulisan ini, hidayah pun tengah menyapa. 
Sekarang tinggal kitanya, mau ngambil ngga tu hidayah.

Biarlah sebagian menyebut jilbab syar'i ini trend belaka. Tak tahu rupanya mereka, bahwa Allah sedang menggerakkan hati ummatnya menjadikan yang haq sebagai trend, dan bahwa ini adalah pertanda Islam sedang berjalan menuju kemenangan.


Salam,
Rahma yang berusaha memegang hidayah hingga titik darah penghabisan