jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Sukses Sapih dalam 3 Hari Tanpa Drama

Sunday, July 01, 2018
Assalamu'alaykum! 😊

Apa kabar selepas Ramadhan? Ibu-ibu yang hamil dan nyusuin sehingga banyak bolongnya, udah pada bayar fidyah kan? Jangan ditunda nanti-nanti, umur orang siapa yang tahu kan. Masa iya mau mati bawa hutang πŸ˜“

Kabarkuuu....... em in case you want to ask me back, bahagia! Termasuk bahagia karena akhrinya bisa buka laptop lagi setelah hampir dua bulan dianggurin. Nah kali ini aku bakal cerita tentang salah satu achievement keluarga pak Gheza, yaitu sapih tanpa drama cuma dalam 3 hari. Kalau kamu baru ini baca angsajenius, mungkin kamu penasaran, emang siapa pak Gheza? Ya siapa lagi kalo bukan suami aku πŸ˜‚



Kapan mulai sapih?

Sebenernya kalo ngikutin kalender Masehi, 2 tahunnya Afiqa itu akhir Juli. Kalo hitungan kalender Hijriah, 2 tahunnya tu akhir Syawal. Nah mempertimbangkan hal itu, mulai Maret aku udah sounding-sounding dengan kalimat ajaib yang nanti aku kasih tahu detailnya di bawah πŸ˜‰ Trus kapan aku mulai sapih? Minggu terakhir Ramadhan. Soalnya suami aku libur kerja mulai Senin kaya PNS, huahaha enak yaa padahal bukan PNS, dan extend cuti setelah lebaran Kamis-Jumat. Artinya suami aku bakal full di rumah selama dua minggu. DUA MINGGU! Kapan lagi yakan ada libur sepanjang itu, akhirnya aku memutuskan sapih Afiqa akan dimulai ketika ayahnya mulai libur.

Kenapa?
Karena aku butuh bala bantuan buibuuk. Sapih ini bukan cuma tugas ibu, tapi tugas seluruh anggota keluarga untuk mengkondisikan anak lepas mimik ASI. Kalau ternyata Afiqa minta gendong sebelum bobo, ada ayahnya. Kalau dia bangun tengah malem jejeritan, aku bisa bangunin ayahnya buat ikut ngeronda tanpa merasa bersalah karena besok dia kerja πŸ˜› Oiya soal gendong ini aku beneran butuh bantuan ayahnya soalnya aku lagi hamil 4 bulan dan sama dokter masih dilarang gendong-gendong kakaknya.

Nah.. Jadi timing untuk sapih silakan ditentukan sendiri, kapan paling nyaman, biar semua bisa siap-siap. Ibu siap, anak siap, bapaknya juga siap.

Persiapan sapih

Yang pertama harus banget disiapkan adalah mental ibu. Siap mental denger anaknya nangis, siap mental denger anaknya memelas "Buk mimik aja." sambil nahan air mata. Siap untuk nahan emosi kalau anak bangun tengah malem dan ngga tidur-tidur sementara mata kita udah aduhaaai kaya dilem pake alteco lengketnya. Siap kalau anak ngga tidur-tidur sampe malem melebihi jam tidur biasanya. Siap kalau minta makanan tengah malam sementara pantat kita rasanya sudah menyatu dengan kasur! Dan tentu saja, buat yang tinggalnya bareng orangtua atau mertua, kalau ternyata orangtua dan mertua suka komentar, berarti harus siap pasang tameng anti baper denger komentar "Kenapa anaknya nangis terus? Kok jadi cengeng? Kok ini kok itu?!" Hempaskan buuk. Dengar, telan lalu hempaskan. Bilang baik-baik kalau lagi sapih jadi minta pengertian kakek-neneknya untuk sabar-sabar ya denger cucunya nangis.

Kedua, siapkan mental anak. Gengs, ini sungguh berat dan merupakan perubahan drastis bagi anak. Mimik, hal pertama yang dikenali sebelum wajah ibunya, harus direlakan untuk berpisah. Masih inget ngga waktu anak kita baru lahir, dengan matanya yang masih terpejam, kepalanya geleng-geleng mencari sumber ASI dengan mengandalkan indera penciumannya. Selain kebutuhan gizi, mimik itu memberi ketenangan buat anak. Obat stres anti galau paling mujarab buat bayi yang udah menemani selama dua tahun penuh. Bayangkan betapa beratnya hal ini buat anak. 

Jadi, gimana dong caranya menyiapkan mental anak? Sounding. Dari dua bulan sebelumnya bilang bahwa nanti mimiknya berhenti ya, soalnya udah 2 tahun udah besar. Biasanya kalimat ini bakal direspon dengan penolakan atau tangisan, Afiqa sih gitu 😁 Langsung bad mood gitu deh si anak. Tapi jangan berhenti, tetep sounding dan jelaskan alasannya kenapa harus stop mimik ASI.

Ketiga, kesiapan support system. Be it your husband or your family, or the availibility of toddler's favorite snack and drink; semua harus tersedia. Suami harus siap kalau istrinya minta bantuan boboin anak, atau gantian pegang sementara istrinya atur nafas karena hampir habis sumbu kesabarannya. Suami dan semua anggota keluarga yang serumah harus siap kalau anak jadi caper, atau nangis melebihi biasanya. Dan yang ngga kalah penting, cemilan kesukaan si anak harus tersedia, termasuk pengganti ASI, yang sebagian ibu memilih susu formula dan sebagian lain memilih UHT. Jangan sampe out of stock, bisa berguncang nanti dunia πŸ˜…

Cara sapih step by step

Btw udah kaya tutorial make up aja ya step by step πŸ˜‚ Awkay, kita mulai! Ohya, ini adalah cara sapih yang aku lakukan dan alhamdulillah sukses dalam 3 hari Afiqa udah ngga minta mimik sama sekali, ritme tidur juga udah normal dan aku stress-free.
  1. Sounding dari April, berarti sekitar 2 bulan sebelum waktu yang aku tentukan untuk sapih. Kalimat ajaib yang aku pake adalah:
    "Sayang sebentar lagi mimiknya udahan ya berhenti ya.", tapi to be honest aku ngga rajin juga sih sounding, seingetnya aja. Biasanya sebelum tidur, itu pun kalau aku ngga pengin Afiqa bad mood trus nangis ya aku ngga sounding. Karena tiap kubilang gitu, pasti nangis. Pasti bad mood.
    Nah memasuki bulan Ramadhan, sounding makin intens buibuk. Aku lakukan tiap hari dengan parameter yang jelas.
    "Sayang sekarang kan bulan puasa, nah nanti pas puasanya mau selesai, mimiknya udahan ya stop ya. Habis buat Afiqa, udah 2 tahun."
    "Ada, mimik ada."
    "Iya ada tapi jatah Afiqa udah habis, kan sudah 2 tahun. Allah suruh berhenti nak."
    "Aaaaa adaaaaa mau mimik ajaaa!" trus nangis.

    Gimana aku ngga jiper di awal yakan, tiap sounding masih gitu aja responnya πŸ˜₯ Kadang-kadang kalimatku diiyakan, tapi pas aku clarify lagi dia berubah pikiran dan jawaban. Dari iya mimiknya udahan, ganti jadi mau mimik aja. Meeehhhh.................
  2. Pilih timing yang tepat, Yang suami paling available buat bantu, minimal bantu pijitin kita *loh πŸ˜‚ Makanya aku ambil waktu pas suami libur lama buat sapih.
  3. Kasih susu pengganti supaya anak kenalan dulu. Aku pake Ultra Mimi, yang setelah aku observasi Afiqa paling doyan rasa stroberi. Jadinya aku nyetok itu aja, ngga galau lagi mau susu apa. Ada yang nyuruh buat naroh susu UHT ke dot, yang aku tolak mentah-mentah. Nanti sukses sapih ibu tapi masih harus sapih dot dong aah ku tak mauuu. Selain itu juga karena aku penganut dot bisa merusak tatanan gigi, dan bikin gigi bolong ngga sih ngedot malem-malem sambil dibawa tidur. Apalagi kan kandungan gulanya banyak ya di sufor sama UHT, dibanding ASI nih. Aaah ku tak mau gigi anakku geripis item-item 😫
  4. Berdoa. Minta Allah bantu, minta Allah kuatkan kita dan anak kita. Ini step yang sering manusia lupa, merasa ah sapih doang maah tinggal cas cis cus go! Ngga perlu doa. Padahal siapa yang ngasih ijin sapihnya sukses? Siapa yang bikin hati anak ikhlas buat lepas dari best friend sejak 2 tahun pertama kehidupannya? Asli deh, step ini semua kurasa ngga akan sukses kalau aja aku skip bagian doa. Jadi, gelar sajadah, angkat tangan menengadah, sambil hati pasrah, doa sama Allah. Doa yang kenceng. Allah dengar semuanya, dan semoga jadi jalan mudahnya proses sapih ini.

    Lalu hari H pun datang.........................
  5. Pas jam bobo biasanya, ajak ke kamar. Jangan skip rutinitas jelang tidur, karena anak butuh sesuatu yang teratur dan predictable. Gosok giginya, tawarkan air putih, dsb. Matikan lampu. Anak pasti minta mimik, ingatkan bahwa hari ini kita mulai sapih ya, jatah mimiknya habis udah 2 tahun. Aku anti bohong sih, makanya kutambah kata jatah. Ya karena ASInya masih ada, cuma jatah anak aja yang habis yakan buibuk. Dan, Afiqa nangis kejer!

    "Enggaaa engga engga, mau mik ajaa!"
    Lalu aku tawarkan, mau gendong apa baca cerita?
    Masih nangis.
    Baca cerita mau? Mau gajah Abrahah apa semut nabi Sulaiman? Dua ini kupilih karena anak aku sukanya cerita binatang. Afiqa pilih gajah. Mulailah aku cerita mengandalkan daya ingat yang pas-pasan, sambil garuk punggungnya. Setelah 3 kali repetisi cerita yang sama, Afiqa bobo. Waw!

    Kenapa cerita? Karena anak nangisnya diem kalau kita cerita bisik-bisik. Kalau digendong, anak masih ada kemungkinan nangis kejer kan, sedangkan kalau aku cerita dia harus diem supaya bisa mendengar apa yang aku ucapkan. Ohya jangan pake buku dan nyalain lampu ya, makin terang benderang nanti si anak. Cerita aja, salah-salah nggapapa πŸ˜‚
  6. Hari kedua, dengan tangis yang sama mintanya mimik aja, aku tawarin cerita atau shalawat, Afiqa milih shalawat. Akhirnya aku ulang entah berapa puluh kali shalatullah salamullah 'ala thoha Rasulillah..... sambil garuk punggung dan voila! Anaknya bobo pules.
  7. Hari ketiga, menolak bobo. mau main aja. Tapi karena udah jam bobo maka lampu kumatikan dan tawaran-tawaran bertebaran. Mendadak ada sinden nyanyi taklelo lelo lelo ledhung di kamar kami. Bukan horor! Aku yang jadi sindennya. Awalnya bukan bobo tapi Afiqa malah ikutan nyanyi "iyoo yo dung", tapi lama-lama hilang suaranya. Terpejam matanya.
  8. Tengah malem gimana? Alhamdulillah aman. Kebangun minta mimik tapi pas kuingetin "kan sekarang mimiknya ganti air putih", Afiqa mau minum air putih aja. Boboinnya sekali harus pake cerita, sisanya merem dengan sendirinya.
  9. Lepas 3 hari, Afiqa sama sekali ngga minta atau nyebut mimik. Jam tidur pun kembali normal jam 9an. Ohiya dari bayi banget emang ngga kami biasakan begadang main tengah malam, jadi misal Afiqa masih ngajak main tapi udah jam lewat jam 9, ya aku bawa ke kamar, matiin lampu. Nangis pasti, tapi ini salah satu upaya kami ngajarin disiplin.
  10. Setelah 10an hari aku sama sekali ngga nyebut mimik, iseng lah pas lebaran aku tanya Afiqa mau mimik ngga, dan katanya mau πŸ˜‚πŸ˜‚ Enak mana mimik sama susu sapi? Pertanyaan ini sengaja naroh susu sapi di belakang karena Afiqa masih cenderung jawab dengan opsi terakhir, misalnya daging apa ikan? ikan. Ikan apa daging? daging. Nah ternyata jawabannya enakan mimik πŸ˜‚πŸ˜‚ Dijawab sambil senyam-senyum dan pasang pose pura-pura mimik, tanpa nangis. Oh so cute!
Begitu buibuuk, Kemaren banyak yang watsap dan nanya di instagram gimana sapihnya kok bisa tanpa drama sukses cepet gitu, nah itu cara yang aku lakukan. Standar banget kan ngga ada yang spesial, tapi satu kunci yang aku yakin bikin semua lancar dan mudah dan stress free adalah part DOA. 

Tapi kata orang, sapih bakal lebih gampang kalo ibunya hamil. Mungkin bener ya, karena sekarang Afiqa sering bilang mimiknya buat adek. Tapi di masa sounding dan sapih aku ngga nyebut mimiknya mau buat adek sehingga Afiqa harus stop. Aku takut yang ketangkep adalah "gara-gara adek, aku ngga boleh mimik lagi, aku ngga suka sama adek!" makanya aku bener-bener memisahkan perihal punya adek dengan sapih, tapi ternyata anaknya paham sendiri πŸ˜†

Sebenernya aku udah nyiapin back up plan sih, kalo ngga sukses WWL aku mau oles daun pepaya diperes trus dioles-oles biar pahit πŸ˜… tapi alhamdulillah cara ekstrim ini ngga harus dipake. Ya apa lagi kalo bukan karena Allah mudahkan.
 
Demikian, selamat memulai sounding dan proses sapih! 😊



The Day You Know You're Pregnant

Friday, April 06, 2018
Finding out that your testpack has two strips is an amazing feeling. Your heart beats faster, you couldn't stop smiling, you say alhamduliLlah a lot, you're just too excited to spread the news to the world. But wait, do the world really need to know?

Yes, your world, I mean your husband, definitely needs to know. And I'm sure no woman want to keep her pregnancy as a secret since she needs the world to support her. Because the day she knows she's pregnant, her world change. Her priority shifts. 

Awal Maret, badan serasa remek ngga karuan. Pegel disana-sini, kaya PMS tapi ngga berkesudahan. It has been two weeks, bayangkanlah pegel PMS dua minggu πŸ˜“ Makin yakin itu PMS karena mood naik turun. Kenapa mendadak aku baperan, abang nanya. Lagi PMS bang sabar ya, jawabku. Sampai akhirnya lewat dua hari dari jadwal haid di aplikasi Flo, pembalut di bungkus masih aman aja belum tersentuh. Lalu pas mau mandiin sore Afiqa, aku tespek. Tespeknya darimana, kok mendadak punya? Nyetok doong aaah πŸ˜‚ 

Dan....




garisnya dua. Jelas banget. Wah aku excited luar biasa, yatapi ngga kaget sih karena emang ini sudah diharapkan. Kalau kata @mimikayy di UPJ, emang berharap apa kalo bukan anak? kan ngga mungkin munculnya TV plasma. Hm bayq. Afiqa bingung ibuknya ketawa-tawa, sampai akhirnya kubilang "Nak, Afiqa mau punya adek!" dan responnya "Yaaa hakhakhakhak" πŸ˜‚ Oh anakkuu. Jelas aku ngga bisa ngucap alhamduliLlah atau insyaAllah pas ngasih tahu Afiqa, kan posisinya lagi di kamar mandi mau mandiin si anak wedok.  Tapi, Allah tahu betapa bersyukurnya kami. 

And then the world change. Belom boleh gendong Afiqa, dan kudu babay Indomie padahal dua hari sebelum tespek udah beli Indomie rasa soto ayam mau dibikin pas wiken. Akhirnya teronggok saja Indomie soto ayam berbungkus hijau itu, akan kupandangi dirimu jika aku rindu. Oiya soal mie instan ini beda orang beda aturan, tapi suami aku bikin aturan no indomie until lahiran jadi yaaaa manut kan wajib ya kan buuuk. 

Alhamdulillah lagi ngga mual atau mabok. Mual sesekali, tapi yagitu doang, semenit ilang lagi. Afiqa juga masih bisa ASI tanpa ada halang rintang, doakan bisa tuntas sampe 2 tahun hijriah Juni nanti. Baydewey, hamil kedua ini start BBnya udah di atas normal deh πŸ˜“ sisaan hamil pertama masih nongkrong 3 kilo, jadinya hamil 7w udah kaya 3 bulan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Gapapa, bumil ngga sensi kok ditanya BB 😜

Garis dua ini, adalah yang kami sebut-sebut dalam doa. Berharap Allah mengabulkan dan menjadikannya pejuang Islam di akhir jaman, penegak kalimatuLlah. Persis dengan doa kami sebelum ada Afiqa. Berat ya, tapi buat apa lagi sih anak kalau ngga diharapkan membawa kebaikan hingga akhirat? Kalau cuma di dunia, kata pak ustad yang ngisi pengajian rutin ibu-ibu komplek, cape buk. Siapa yang ngga cape punya anak kecil? Makin besar, cape berkurang tapi biaya bertambah. Buat sekolah, makan, kebutuhan ini keinginan itu. Kalau cuma buat dunia, lebih enak berdua aja, bisa liburan keliling dunia tanpa ada yang membebani. Dan ngga usah pusing kudu pumping beberapa jam sekali. Tapi, kita mengharap lebih dari dunia, iya kan buk?

Maka jangan jadikan anak hanya sumber kebahagiaan dunia, tapi jadikan ia tabungan untuk akhirat juga.

Aurat Gue Bukan Urusan Lo!

Sunday, March 11, 2018

fe.mi.nis.me /fΓ¨minismΓͺ/

  • n gerakan perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki (KBBI online)

Gerakan ini muncul dan berawal di Eropa karena wanita di sana direndahkan, diperjualbelikan, makanya muncul gerakan buat membela hak-hak wanita. Wanita setara dengan pria, pria ngga berhak mengatur wanita karena keduanya punya hak yang sama. Eits kan dari sini aja aku udah super ngga sreg, kamu wahai muslim sedunia juga pasti ngga sreg yakan yadong. Masih inget kan sama ayat arrijaalu qowwamuna 'alannisa, laki-laki adalah pemimpin rumah tangga bagi wanita, udah gitu kalo diinget satu-satu, wanita dalam Islam udah super dimuliakan jadi ngga perlu lagi tuh koar-koar soal minta dianggap setara. Tapi oh tapi, aku ngga akan bahas soal gender equality ini kok kisanak, mari kita scroll saja πŸ˜‡

Women's March, pernah denger?
Dari kemaren lagi heboh banget ya soal women's march, ngga cuma di Jakarta tapi juga di Jogja dan kota-kota lainnya. Heboh banget, di instastory pada bahas itu, di TL instagram juga sama. Rame banget, sampe bikin aku ikut gemes juga. 

Apa itu Women's March?

Buat kamu yang ngga ngikutin sama sekali atau ngga lihat berita soal ini di timeline media sosial, selamat! 😝 Seenggaknya kamu ngga ikut geregetan ngelihat poster-poster yang bertebaran. Jadi women's march ini diadakan dalam rangka memperingati hari perempuan internasional. Kamu ngga tahu tanggal berapa? Sama! Bahkan sebelumnya aku ngga tahu kalo ada hari perempuan internasional. 

Aksi damai itu bertajuk #LawanBersama buat nyuarain 8 aspirasi. Aku ngga akan cerita panjang lebar soal apa tuntutannya, karena aku mau ngomongin soal apa yang bikin aku geregetan. Ngga cuma aku, tapi juga temen-temen di Peduli Jilbab.

Isu Jilbab di Women's March

Nah salah satu sub-isu yang diangkat di aksi kemaren adalah soal pelecehan seksual yang korbannya wanita berjilbab. Ini yang super uber duper bikin gemes deh aaahhh. Yang digembar-gemborkan ngga jauh-jauh dari:

Badan-badan gue, ngga usah ngatur kudu diapain
Jangan ajari kami berpakaian
Jangan salahkan wanita/korban kalo ada pelecehan seksual, salahin pelakunya
Benerin aja isi otak laki biar ngga ngeres, ngga usah ribet ama aurat orang

Hmmm, bayyyqq.
Mari kita breakdown satu-satu.

Sebelum bahas soal betapa gemesnya aku sama sub-isu di atas, aku merasa di balik aksi damai ini, ada yang kepanasan karena sekarang artis banyak yang hijrah. Makin banyak artis yang berjilbab, makin banyak artis yang ikut kajian bahkan promote kajian, makin banyak artis yang deket dan cinta ulama, makin banyak artis yang konten sosmednya menyuarakan kebenaran dan kebaikan. Inget, yang bener pasti baik tapi yang baik belom tentu bener. Padahal dulu, dunia artis identik sama pergaulan bebas tak pandang batasan apalagi aurat, pola pikirnya juga bebas lepas melayang ku melayang jaauh *loh kok nyanyi.

Ditambah lagi, dampak dari aksi Gerakan Menutup Aurat yang gaungnya sampai ke pelosok, yang dampaknya menyentuh banyak hati untuk mulai menutup aurat, yang beritanya ngga cuma berakhir di lokasi event aja melainkan masuk media massa. Sepertinya ada yang gerah sama fenomena ini makanya bikin aksi tandingan untuk counter attack soal menutup aurat dikaitkan sama pelecehan seksual yang korbannya justru wanita-wanita berjilbab.






Gemes ya 😝

Padahal kalau kita mau pake pola pikir awam aja nih, mana yang bikin orang mikir ngeres, nonton film yang artisnya pake bikini atau yang artisnya jilbaban? Adegannya standar deh sama-sama makan di restoran, gesturenya sama persis, bedanya cuma di pakaian. Yang mana? Bayq, kayanya aku bisa baca pikiran kalian πŸ˜†

Terus sekarang, kalau ada pelecehan seksual yang korbannya rapet pake jilbab bahkan kaki aja ketutup karena pake kaos kaki, yang salah wanitanya? Oke bukan ya, yang salah jelas pelakunya. Aku setuju. Lalu, yang harus kita luruskan dan urusin adalah pelakunya? Pola pikir pelakunya? Ngehukum pelakunya?

Dimana-mana, kalau mau tuntas ngerjain sesuatu, ya harus dimulai dari sebabnya, akarnya, bukan akibatnya. Metode cari solusi dari akar masalah ini ilmiah loh, di kuliah pun aku diajarin kok, ehem. Nah ya jadi otak ngeres itu akibat pertama, sebelum akibat kedua yaitu pelecehan seksual. Jadi super ngga relevan deh kalau masih ada yang gembar-gembor suruh ngurusin pelakunya aja. Kalau sekarang banyak kejadian wanita berjilbab jadi korban, ngana mau ngasih solusi apa? Suruh perempuan pada pake bikini? πŸ˜ͺ



Menyikapi isu aurat feminisme

Jadi, aku harus gimana kak?
Yang pertama, dik, jangan cuekin hidayah. Banyak yang bilang nunggu dapet hidayah, semoga dapet hidayah, tapi pas hidayah mampir malah cuek-cuek aja kaya lihat nyamuk terbang. Nyamuk aja ditepok, ngga dicuekin, ini hidayah datang malah adem ayem kaya ngga ada apa-apa. Kaya apa emang bentuk hidayah? Nih ya kukasih contohnya.

  1. Kamu jalan, papasan sama mbak-mbak jilbaban, itu benih hidayah. Jangan dicuekin, coba mikir kenapa ya mbaknya jilbaban dan aku engga. Satu pertanyaan ini aja, kalau direnungi, jawabannya pasti panjang.
  2. Kamu lagi naik motor lewat masjid, eh pas adzan, itu benih hidayah. Lihat orang-orang pada jalan ke masjid, itu benih hidayah.
  3. Kamu baca ini, mungkin juga ini benih hidayah. Coba follow instagram @pedulijilbab kalau masih galau, insyaa Allah banyak mbak-mbak baik hati yang siap membantu tanpa menghakimi.
Kedua. Dik, kamu muslim, malulah kalau ikutan gembar-gembor auratku bukan urusanmu. Kamu muslim, artinya kamu percaya bahwa isi Al-Qur'an itu benar, coba dibuka lagi Qur'annya, dibaca artinya, cari ayat tentang aurat. Gimana? Bener nih auratmu bukan urusanku? Kalau masih bingung, ngaji dik. Cari pak ustad atau bu ustad, tanya dik. Jangan nanya ke orang yang salah, jangan cuma nanya ke google. Dateng kajian dik, tanyalah sama ustadnya.

Ketiga. Jadilah agen Islam yang baik, dik. Jadi muslim yang ramah sama siapa aja tanpa pandang agama, yang ngga jorok, yang ngga cuek sama bau badan atau bau rambut di balik kerudung, yang rajin sikat gigi, yang ngga pelit, yang ngga suka gosip. Tunjukkan keagungan agama kita pada dunia lewat akhlakmu, dik. Dakwah itu ngga selalu pake pengeras suara kok, terkadang dakwah hanya butuh sikap yang tampak oleh mata.

Sekian, dan selamat menyambut Senin.
Dari Rahma Djati yang inget ada draft tentang feminisme sejak seminggu lalu yang didiiemin begitu aja.

...

Friday, February 02, 2018

Mengapa mengharap penilaian manusia?
Padahal kau tahu berharap pada manusia adalah sumber kecewa
Berkarya saja, Allah tak pernah luput melihatnya
Bukankah begitu?




.

Rahasia Anak Doyan Makan dengan Disiplin

Thursday, February 01, 2018
Haaaaiiii!!

Gimana gimana ada kabar apa di bulan Januari ini gengs? Aku super excited karena bulan ini vocab Afiqa meningkat pesat menukik bagai burung elang hendak terbang melesat. Lah lebay. Dari yang tadinya baru bisa bilang:
mimik, yayah, nyik (kakek), mam, bebek, cak (cicak), em apalagi ya aku sampe lupa hahaha.. sekarang udah nambah buanyaakkkk!! Dan most importantly dia udah bisa bilang Allah dengan pronounciation Awoh dan buk (sambil agak nyembur) untuk manggil aku. Big improvement banget, dan anaknya makin bisa diajak komunikasi dua arah. Tentang ini akan aku tulis nanti, in syaa Allah.

Nah selain improvement dalam bahasa, Afiqa juga menunjukkan akselerasi dalam kemandirian, and yeeesss kali ini aku bakal bahas soal MAKAN. Hal yang buat sebagian ibu jadi nightmare. Yang bakal aku ceritain ini 100% based on true story, pengalaman pribadi.

Anakku ini, Afiqa, sekarang tepat 1,5 tahun hitungan Masehi. Emm mulai darimana ya πŸ˜…





Tips Perkenalan Makan/MPASI Pertama

Sejak baca teori-teori makan anak, aku memutuskan untuk ngga saklek-saklek amat. Ada aliran WHO, aliran BLW, ada yang spoonfeed ada yang kombinasi, ada yang menu tunggal 2 minggu baru masuk 4*, macem-macem. Awalnya I was overwhelmed, banyak banget teori, ngga tahu mau mulai dari mana. Alat ada banyak banget, rasanya semua pengen dibeli. Lucky me, sebelum memutuskan harus beli yang mana, aku konsul (cailah) ke grup-grup emak-emak. Dan nasihat paling oye yang bikin aku langsung "Siap komandan laksanakan!" adalah:
Jangan mupengan. Beli aja dulu saringan kawat, parutan keju sama panci kukus; kalo udah punya ngga usah beli lagi gapapa. Kalo setelah jalan dirasa perlu, baru beli.
And there I was, memulai mpasi tanpa blender, slow cooker, food processor, apalah you name it. Tradisional, hemat. Dan ternyata bener, setelah jalan aku ngga ngerasa butuh alat-alat canggih yang mahal-mahal itu. Mupeng ngga? Ya jangan ditanya sih, jelas mupeng lah! Apalagi lihat temen-temen cerita pake food processor merk ini, slow cooker kaya gini, blender begini begitu, aaah lama-lama merk sendok juga mupeng nih jangan-jangan. Tapi alhamdulillah hanya sebatas mupeng belaka, karena kalo sampe beli dan teronggok ngga kepake, hampir bisa dipastikan pak Ghazali melirik tajam dan proposal bebelian selanjutnya bakal lebih ketat interviewnya.

Alat makannya gimana?
Kalo beberapa ibu-ibu bebelian piring sendok botol dengan merk terkemuka harga mempesona, aku cukup dengan set alat makan pigeon seharga 0 rupiah karena kadoan. Thank you! Pigeon ini udah dabest deh menurutku, sendoknya kecil pas sama ukuran mulut bayi, piringnya juga memenuhi fungsinya dengan baik. Warnanya putih bikin kelihatan kalo kurang bersih nyucinya.

Nah, the only babygear I bought yang termahal adalaaahhh.. highcair (hc). Aku merasa hc ini krusial banget untuk membentuk pola makan yang baik dan disiplin. Akhirnya beli lah warna orange yang bisa dibongkar jadi kursi dan meja, yang waktu itu argumenku adalah bisa dipake buat meja belajar Afiqa jadi ngga usah beli-beli lagi. Kenapa hc, bukannya booster seat (kursi makan yang pendek, setinggi orang dewasa duduk di lantai gitu aja)? Karena di sini ada meja makan, aku ngga pengin anakku makan terpisah karena dia rendah kursinya.

Pro tip: kalo kamu biasanya makan lesehan di lantai, mending beli booster seat daripada hc. Toh booster seat juga bisa diikat ke kursi makan kok kalau sewaktu-waktu butuh tinggi.

Nah balik lagi ke teori, aku memilih aliran WHO yang spoonfeed tapi tetep ngikutin insting ibu (maksudnya instingku πŸ˜‚), ngga saklek sama teori.


Trus, gimana mpasi pertamanya?
Aku pake menu tunggal selama 5 hari, ada yang bilang harus 2 minggu untuk ngelihat ada alergi atau engga, ada yang harus buah dulu, ada yang boleh langsung protein hewani. Aku? Campur. Di 5 hari menu tunggal itu aku berkesimpulan Afiqa ngga ada alergi. Dilepeh, disembur, buang muka, ditampel sendoknya, ditumpahin isi mangkoknya, sudah biasaaa πŸ˜‚ kuat-kuat aja deh. Kesel pernah, marah pernah, ngerasa cape banget pernah juga. Tapi sekesel-keselnya kita, ya tetep aja kudu ngurusin makan anak yakan, ngga mungkin disuruh go-food aja πŸ˜‚

Lalu...
Detik berlalu, hari berganti, tahu-tahu udah 1,5 tahun aja si bocah cilik ini 😳 
Tepat 1,5 tahun ini, jam makan udah ngga jadi nightmare buat aku. Setiap kubilang kita mau maem dan dia setuju, maka Afiqa bakal lari geal-geol ke hc, sambil teriak "mam mam!". Udah bisa makan sendiri walaupun ngga sampe habis karena udah hilang fokus biasanya; makan pake tangan dan pake sendok udah lancar alhamdulillah, dan kalo aku masak sop dia pasti ngga sabar pengen minum kuahnya dari mangkok alias diuyup. Piring habis bersih ngga bersisa, kecuali aku masak yang dia ngga suka atau emang masih kenyang karena ngemil sebelum makan.

Nah mari kita urai satu per satu. Btw semuanya berdasarkan pengalaman pribadi ya, jadi kalau cocok silakan dicoba, kalau engga ya nggausah karena tiap anak itu unik dan punya kesukaan masing-masing.


Kenapa anak malas makan?

Terlepas dari anaknya "bule gamau makan nasi" kaya yang dibilang mbak Sarra Risman, biasanya anak ngga mau makan karena alasan ini:
  1. Masih kenyang. Kalau satu jam sebelum jam makan anak ngemil berat, minum susu atau ngemil dikit-dikit tapi terus yang akhirnya jadi banyak, pasti kan anak masih kenyang. Yang ini sih hampir pasti anak ngga mau makan.
  2. Habis ngemil makanan yang rasanya tajem. Misalnya kue, coklat, atau keripik yang tajem rasanya, bisa jadi anak hilang selera makan. Kaya kita aja kan, ada yang habis ngemil keripik jadi males makan, tapi ada juga yang habis ngemil keripik kerupuk coklat dan biskuit masih makan nasi.
  3. Ngga suka sama makanannya. Anak juga manusia, punya preferensi rasa. Coba dilihat pola tingkat kelahapannya deh, biar ketahuan apa yang disukai dan apa yang ngga disukai. Penting juga buat nyatet menu anti-lepeh buat masa darurat kalau segala makanan ditolak. Menu anti lepeh ini adalah menu yang dijamin anak makan dengan lahap, ngga pernah ditolak dan habis hingga tetes kuah terakhir. 
  4. Sakit. Common sense lah ya bahwa ketika sakit, selera makan ikut menguap. Aku pernah curhat ke dsa Afiqa pas dia diare dan maunya cuma minum sama mimik asi aja. Kata dokter, diare selalu datang sepaket sama hilangnya nafsu makan. Don't worry, habis gelap terbitlah terang, beres sakit nafsu makan melenggang. 
  5. Trauma makan. Pernah ngga baca atau denger cerita orang dulu yang ngasih makannya maksa? Anak dibikin nangis, pas itu kan anak mangap lalu disuaplah makanan dan digelontor air biar ketelen. Man, bahaya sekali! Selain resiko tersedak karena makan saat nangis, anak makan tanpa sadar akan proses makan itu sendiri, ini juga bisa bikin anak trauma loh. Bisa-bisa, anak lihat sendok aja udah ketakutan. 
  6. Lagi ngga mau makan aja, ngga ada alasannya. Mungkin, anak juga ngerasain ini. Maunya ngemil aja gamau makan berat. Tapi kalau berlangsung sampe beberapa hari sih harus diobservasi lebih jeli deh mungkin anak sakit atau ada sesuatu yang tersembunyi (?)
  7. Anak jijikan. Aku pernah dapet materi di suatu kulwapp yang aku lupa judulnya apa dan siapa pematerinya, tapi yang aku inget jelas adalah ternyata makan ada hubungannya sama stimulasi sensory. Ada anak yang jijikan ngga mau main kotor, lembek-lembek, finger paint; atau anak ngga mau jalan di rumput tanpa alas kaki, nah ternyata ini mempengaruhi nafsu makan juga. Jadi tetep pantau perkembangan anak ya apakah sesuai milestone apa engga, untuk meminimalisasi ngga mau makan karena alasan ini. 
Naahh.. jadi faktor-faktor di atas bisa dieliminasi deh biar anak ngga males makan. Sekarang aku bakal nge-list apa aja yang berhasil bikin Afiqa doyan makan dengan disiplin. Apa sajakah ituuuu?

Tips anak mau makan tanpa drama

  1. Masak sesuai preferensi rasa anak. Aku ngga pinter masak, wong nyontek resep aja masih gagal huft, tapi aku tahu apa yang Afiqa suka. So yes, masaknya itu-itu aja. 
  2. Duduk di hc. Oh really, I can't imagine my life without hc! Sekarang, Afiqa langsung lari sambil teriak "mam mam!" trus duduk di hc tanpa diminta, sabar nunggu aku pasang bib dan meja hc-nya, mau nyendok dan nyuap sendiri walaupun ngga sampe selesai, dan yang penting anak fokus dan sadar bahwa dia lagi makan. Soal hc ini panjang deh ceritanya, jadi aku bikin segmen terpisah di bawah yaa 😊
  3. Biarkan anak belajar memegang makanannya sendiri, menyendok sendiri, menyuap sendiri. Berantakan itu pasti, ngga ada rumah dengan anak kecil yang ngga pernah berantakan. Kalau kata abang "Jangan dibantu, tapi dibikin bisa sendiri."
  4. Bikin anak lapar, jangan kasih cemilan atau susu 2 jam sebelum makan.
  5. Sediakan buku atau mainan yang bisa dimainin sambil makan, andalanku sih activity book dan flashcards ketika Afiqa udah bosan nyuap sendiri.
  6. Briefing. Aku percaya banget the power of briefing. Jadi jangan males deh ngasih tahu anak nanti begini begini, boleh ini tidak boleh itu dan sebagainya.
  7. Jangan stress, karena mamak stres akan berujung pada anak makin ngga mau makan.
Trus, gimana caranya bikin anak mau makan di hc?

Agar anak mau makan di highchair



  1. Latih anak untuk makan sambil duduk di hc. Kalau dimulai sejak awal mpasi, biasanya masi gampang karena anak belum banyak eksplor sana sini. Tapi akan datang masanya anak bisa manjat berdiri di hc meskipun udah dipasang seatbelt. Atau anak meronta minta turun. Parahnya, lihat hc aja udah nangis.
    Afiqa sempat mengalami semuanya. Yang kulakukan waktu itu adalah stop pake hc yang berujung pada kejar-kejaran karena makan sambil lari kesana kemari. Oh sungguh lelaahh, bonusnya makanan belepot di ujung-ujung rumah. Akhirnya aku sadar ini salah, dan mulailah pendisiplinan duduk di hc. Makan sampai nangis ngga betah di hc aja, jadi kalau baru habis setengah trus minta turun gamau duduk di hc lagi, yaudah berarti sesi makan sudah selesai. Yang ini butuh mental baja deh karena makannya jadi sedikit-sedikit huhuu kusedih. Kalau kaya gitu, tawarin makan lagi 3 jam setelah jam makan untuk menjaga asupan nutrisinya supaya ngga kurang.
  2. Jangan kejar kalau anak makan sambil lari. Salah banget dulu aku turutin ngejar-ngejar, akhirnya tiap makan maunya sambil mainan lari-larian. Ketika aku sadar dan aku berhenti ngejar, lama-lama Afiqa paham bahwa aturan makan harus duduk, kalau lari ibuk ngga akan ngejar buat nyuapin. Iya, anak dibiarkan selesai makan sebelum kenyang sih, tapi dari situ Afiqa belajar aturan makan yang ibunya berlakukan.
  3. Sedia buku, mainan atau flashcards yang bisa dimainkan saat duduk di hc. Kalau anak cuma duduk diem nunggu disuapin, ya mana betaaahhhh.. Namanya juga anak-anak, fasenya eksplorasi konkret, harus pegang, harus cium, harus gigit, mana betah duduk bengong. Nah mainan, buku atau flashcards ini bisa dimainin sambil kita suapin. Biasanya Afiqa nyuap sendiri di awal makan, tapi ngga pernah sampe selesai karena udah jenuh, setelah itu tugas nyuapin ada di tangan ibunya, si bocah cilik baca buku atau main aja sambil tetep duduk di hc.
  4. Nyanyi. Anak akuuu suka banget kalau sambil makan ibunya ini nyanyi-nyanyi, nanti dia bakal ikut goyang-goyang sambil tetep ngunyah.
Panjang ya soal makan doang. Melibatkan air mata dan emosi juga pas udah masak cape-cape eh dilepeh sempurna *lambai tangan ke cctv*

Eits, tapii jangan sedih wahai ibu, lelahmu berbuah surga insyaa Allah. Karena dari makanan yang ibu masak, anak tumbuh fisiknya, tambah pula cerdasnya. Dengan fisik yang sehat, ia melakukan banyak kebaikan. Dengan otak yang cerdas, ia jadi insan yang berguna. Dan semuanya, ada andil tiap butir nasi yang kita suapkan. Dari situ, ada pahala kebaikan yang terus mengalir. 

Dalam proses belajar makan itu, anak memahami bahwa makan harus sambil duduk karena Rasul contohkan demikian. Termasuk menggunakan tangan kanan, membaca doa dan mengapresiasi makanan. Dari situ, ada keteladanan manusia terbaik yang kita tanamkan.

Salam,
Ibuk si bocah cilik Afiqa yang lagi doyan banget makan pake teri nasi digoreng kriuk, telor rebus dan brokoli rebus.


Kusuka Halaman!

Thursday, January 11, 2018
Hai teman-temannya ibuk dan pembaca blognya ibuk πŸ˜„




Seperti semua anak di seluruh dunia, aku suka main di luar rumah. Lari-larian, muter-muter sampai jatuh, memegang setiap benda yang kulihat, mencoba merekam sebanyak mungkin informasi dari suatu benda dengan semua indera yang kupunya, dan tentu saja bernyanyi sembari bermain di halaman, taman atau lapangan.

Namaku Afiqa, aku anaknya ibuk Rahma yang sampai sekarang kupanggil dengan nama “mimik” karena lidahku belum bisa mengucap ibuk.

Tapiii...
Kadang aku sedih kalau orang dewasa yang kuajak main di halaman, ngga mau. Panas ya? Enak di dalam rumah duduk di sofa atau tiduran di kasur ya?

Padahal, aku suka bermain di luar rumah. Dengan itu, kata ibukku motorik kasarku akan terasah, keseimbangan juga, baik buat mataku juga soalnya banyak hijau-hijau. 

Aku pantang menyerah, jatuh dan lecet pun aku akan kembali berlari. Aku suka aktivitas fisik, rasanya aku jadi bahagia seketika.

Kira-kira, nanti ibuk mau bikinin project apa yaa buatku 🀫


Ada Kilat Cahaya pada Sebuah Jeruk

Tuesday, January 09, 2018


Hi folks!
Postingan kali ini masih dalam rangka observasi semua anak adalah bintang. Daaan kali ini aku akan cerita soal hal lain yang bikin Afiqa berbinar-binar. Lebih tepatnya makanan apa yang bikin Afiqa, si bocah cilik 17 bulan, berbinar 🀩

Setiap anak punya preferensi makanan sendiri. Anak aku, ngga pernah biasa aja setiap liat jeruk. Kilat excitement-nya ngga bisa disembunyikan. Kalo di supermarket lewat bagian jeruk nih, dia pasti teriak-teriak minta ambil trus dimakan di tempat, lah nak bayar juga belom πŸ™Š

Jeruk di kulkas selalu jadi incarannya. Jeruk asem, jeruk manis, jeruk agak pahit, semua doyan. Dan sampe sekarang, jeruk masih jadi ada di top chart buah kesukaan Afiqa. Hari ini aja, udah 3 buah jeruk besar dimakannya, stop karena emang jeruknya habis.

Strength points apa dari aktivitas makan jeruk?
Ah kan cuma makan jeruk, apa spesialnya? Tu lah, jadi ibu kudu banyak husnudzon sama anak makanya, biar bisa ngga take everything for granted πŸ™ƒ karena dari makan jeruk si buah favorit aja nih, ternyata aku menemukan strength points berikut:
  • Mandiri, karena bisa ngupas kulit jeruk sendiri per hari ini.
  • Cepat memahami instruksi. Baru tadi kuajarin cara kupas jeruk, dan Afiqa langsung bisa ohwaw.
  • Ngga picky eater, terbukti bahwa 3 jeruk yang dimakannya hari ini rasanya super asem dan agak pahit 😐 tapi semua dihabiskannya.
  • Fokus. Ketika ngupas jeruk, nengok pun engga. Kuajak ngomong, liat aku pun engga.
Emmm jadii sampe hari ini aku nemu dua hal yang bikin matanya berbinar. Ketemu & interaksi sama orang, dan makan jeruk. Let’s see what we get tomorrow!

Asah Konsep Diri Anak dengan Melihat Binar Matanya

Monday, January 08, 2018


Setiap anak adalah bintang. Setiap anak adalah pribadi unik. Mereka punya sejuta hal yang belum dikuasai, tapi mereka juga punya jutaan kelebihan dan keunikan tersendiri. And anyway, it’s okay belum bisa melakukan sejuta hal, karena mereka punya lebih dari sejuta jam untuk belajar.

Kita, orangtuanya, percaya setiap anak adalah bintang, dengan bakat dan kelebihannya masing-masing. Tapi ngga jarang juga di tengah perjalanan menjadi orangtua, kita terdistraksi oleh lingkungan, oleh media sosial dan gempuran image anak idaman di televisi sehingga kita menganggap anak kita kurang ini kurang itu. Bukannya bersyukur, kita justru membandingkan dan mulai ngga puas sama “kualitas” anak kita. Oh sedihnya 😒

Materi kelas Bunda Sayang IIP kali ini temanya setiap anak adalah bintang. Dari situ, orangtua ditugasi menjadikan rumah sebagai tempat anak bisa bersinar. 

Caranya?
Kami disuruh mengeksporasi empat ranah potensi anak:
  1. Ranah hubungan intrapersonal
  2. Ranah hubungan interpersonal
  3. Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
  4. Ranah hubungan dengan Tuhannya (melek spiritual)
Kamu ngga ngerti maksud empat ranah tersebut? Sama! πŸ˜‚ Makanya aku ngga akan jelasin sekarang, tapi in syaa Allah akan ketemu penjelasannya dari hasil eksplorasi dan postingan angsajenius seri setiap anak adalah bintang. Jadi boleh banget dibookmark trus nanti dibaca lagi dari awal sampe akhir hahaha loh si Rahma malah promote blog 🀭

Awrite.
Pengamatan pertama akan ku mulai dari hubungan intrapersonal. Konsep diri. Apa itu konsep diri?

Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri.
Hal ini akan berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.
Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari:
  1. Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat.
  2. Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat.
  3. Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.
Kalo orangtua sering nyebut anak nakal, mereka akan membentuk konsep diri “oh aku nakal”, dan itu yang akan terwujud dalam keseharian. Kalo orangtua sering nyebut anak cengeng, mereka akan jadi cengeng beneran. Kalo orangtua sering nyebut anak gampang marah, mereka akan jadi gampang marah beneran. Negative labelling, pak buk, adalah salah satu hal paling dilarang dalam pengasuhan ❌

Menjadikannya bintang dimulai dari rumah

Rumah adalah panggung setiap anak. Di rumah, ada orangtua yang mengajarinya hidup sebagai manusia, termasuk membaca potensi mereka kemudian memfasilitasinya. Far from easy, but there’s nothing such an impossible. Yakan? πŸ™ƒ

Nah dalam rangka menjadikan anak sebagai bintang di rumahnya sendiri, observasi bisa dimulai dengan melihat aktivitas apa yang bikin mata anak berbinar-binar. Udah nemu? Abis itu amati poin kekuatan anak dalam aktivitas tersebut, trus bikin project deehhh berkaitan sama aktivitas yang bikin anak berbinar tersebut.

Observasi kegiatan yang bikin anak berbinar-binar
⬇️
Catat strength anak di aktivitas tersebut
⬇️
Buat project terkait aktivitas tersebut

Singkatnya begitu pemirsa πŸ‘πŸ»

Gimana sama Afiqa?

Setelah pengamatan panjang dari Afiqa umur setaun sampe sekarang mau 1,5 tahun, aku dan abang sampai pada kesimpulan bahwa anak kami adalah seorang extrovert. Dia seneng ketemu orang, ngga mau sendirian, gampang bosen, suka keramaian, ramah sama orang baru, dan yang paling jelas adalah seneng jadi center of attention. Yes she is. Kaya siapaaaaa? Kaya ibuknyaaaa πŸ˜‚

Matanya berbinar ketika ketemu orang baru, baik itu temenku, temen abang, sesama anak-anak, ibu-ibu di masjid, mbak-mbak petugas bandara, ibu warung, tetangga. Lah semuanyaπŸ˜‚ Awalnya aku ngga sadar, sampai titik di mana anak ini sering rengek-rengek kalo ditinggal ngobrol dewasa alias dicuekin walaupun aku di sampingnya, dan Afiqa seneng disapa orang, seneng salim ampe berkali-kali ke tamu. Dari situ kami lihat-lihat lagi, dan sampailah kami pada kesimpulan Afiqa ini extrovert.

Trus apa aktivitas yang bikin matanya berbinar?
Ketemu orang baru, disapa sama orang dan di”tanggap”. Apa ya bahasa Indonesianya, semacam nanggap wayang dimana wayang jadi pusat perhatian dan tontonan orang. Nah Afiqa ini seneng ditanggap, suka tampil dan jadi center of attention.

Poin strength apa yang Afiqa punya dari aktivitas tersebut?
Let me make a list.
  • Berani, tidak pemalu
  • Sadar dirinya punya kemampuan/kelebihan yang menjadikan orang lain betah menjadikannya center of attention
  • Ramah, murah senyum
  • Cepat beradatasi
  • Cepat memahami instruksi

Hubungannya aktivitas berbinar, strength sama konsep diri apa dong?

Analisis strength dari aktivitas ini ternyata berhubungan banget sama konsep diri anak. How come? 

Dari aktivitas yang bikin anak berbinar, kita tahu apa hal yang bikin anak excited. Di sini bisa jadi ada potensi anak, makanya kita harus catat apa poin kekuatan anak pada aktivitas tersebut. Karena strength ini bakal sangat pengaruh ke gimana anak memandang dan menilai dirinya sendiri, kemudian berdampak kepada sikapnya ke dunia luar. 

Gituuuu. Ah observasi day 1 is done! ✅  Doakan aku istiqomah share di blog yaaa soalnya lagi mudik nih berdua doang ama si bocah cilik. Selamat mengobservasi aktivitas anak! πŸ˜†

Baju Syar'i Trend Belaka

Saturday, January 06, 2018
Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik 
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu
Sering membaca atau mendengar doa itu? Atau malah udah rutin baca usai tahiyat akhir tiap shalat? Karena, tentu saja, isi hati manusia sangat rentan berubah, sekarang A satu jam kemudian jadi Z. Ngga ada yang bisa jamin kan?

Beberapa hari yang lalu, aku seneeengggg banget pas scroll instagram dan liat postingan Arie Untung yang cerita istrinya berhenti jadi host Insert. Dan bener prediksiku, besoknya dia ngepost foto istrinya udah pake kerudung. Big deal, man. Ya padahal ngga kenal, siapa lo siapa gue yakan. Ya padahal ngga pernah ketemu juga. Ya padahal ngga ada untungnya buat aku kalo sis Fenita pake kerudung. Tapi kenapa aku seneng?

Karena melihat satu orang lagi yang hijrah, menuju kebaikan, menuju yang Allah perintahkan. 

Masih asing sama istilah hijrah? Let me help you a bit.
Kata KBBI arti hijrah ada tiga
  1. n perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah
  2. v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya): dia -- ke Jepang untuk melanjutkan pendidikannya
  3. n perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik

Dalam hijrah ada perpindahan, ada perubahan. Termasuk berpindah dan berubah dari hal-hal yang Allah ngga suka, ke hal-hal yang Allah suka. Macem-macem jalan orang hijrah, ada yang bermula dengan mengucap syahadat, ada yang awalnya terpaksa, ada yang diawali dengan resign kerja karena sadar tempat kerjanya haram atau syubhat (ngga jelas halal atau haram alias abu-abu), ada yang diawali dengan mulai shalat fardhu/shalat wajib, ada yang diawali dengan memakai jilbab. Hidayah Allah turun dalam berbagai rupa πŸ’–

Apa hubungannya hijrah sama jilbab?

Hubungannya baik-baik aja πŸ˜… πŸ‘ˆ jawaban orang yang kebanyakan ikut quiz igstory ala Waktu Indonesia Bercanda. Nah hubungannya adalah, banyak muslimah yang hijrahnya diawali dengan memakai jilbab. Menutup aurat. Sepele? Buat sebagian orang mungkin mudah, tapi buat sebagian lainnya ini sungguh berat. 

Ada yang sekedar rambutnya tertutup, biarlah celana ketat dan baju berlengan 3/4 jadi outfit sehari-hari.
Ada yang kerudungnya menutup dada tapi masih memakai celana panjang kemana-mana.
Ada yang berkerudung panjang dan gamis beli di olshop instagram seharga duaratusribuan.
Dan ada yang bercadar berpakaian hitam tanpa campuran warna.

Rupa-rupa rupanya jalan hijrah setiap wanita. Tak apa, selama ada semangat belajar dan memperbaiki diri, semoga perlahan kerudung memanjang dan yang ketat melonggar. Bukan, bukan aku yang minta, tapi Allah yang perintahkan.

Kita bisa menyebut pakaian dengan ciri-ciri tertentu sebagai baju syar'i, berarti kita tahu definisi baju syar'i. Syar'i, sesuai tuntunan syariat Islam. Semoga yang masih enggan, Allah bukakan jalan pelan-pelan.

Dan yang bikin hatiku makin hangat, selain berita satu per satu public figure berhijrah, adalah banyaknya sist-sist olshop menjual pakaian syar'i, dan banyaknya orang-orang memakai kerudung instan panjang. 

Trend jilbab syar'i?

Biarlah sebagian menyebutnya trend bahwa jilbab sekarang udah jadi trend, bahwa baju syar'i sekarang udah jadi trend, bahwa kenyataan muslimah pada pake kerudung panjang cuma ikut-ikutan trend. Nggakpapa ada yang bilang begitu, mungkin memang begitu adanya. Tapi coba deh kita flashback sebentar....

Lima tahun lalu, kerudung panjang cuma dipakai akhwat-akhwat militan, ya ngga? Kalo ngga aktivis dakwah, ya ibu-ibu pengajian. Sekarang, ibu yang minta-minta di pinggir jalan aja kerudungnya panjang! Ibu penjual buah kerudungnya panjang! Mbak-mbak periksa dokter di RS kerudungnya panjang! Beberapa toko pakaian muslim seragam pegawainya gamis dan kerudung panjang! Wow ngga?

Pake kerudung panjang is a big deal loh. Karena dengan kerudung panjang, payetan baju yang dijahit cantik di leher dan dada ngga akan kelihatan, padahal payet itulah yang bikin harga baju jadi mahal. Dengan kerudung panjang, model baju aneh-aneh ngga akan kelihatan. Karena kerudung panjang, kita ngga akan kelihatan langsing. Ketika pake kerudung panjang, kita bakal kelihatan lebih tua dewasa dari umur sebenarnya, beberapa curhat dibilang ibu-ibu banget. Aku ngga akan bahas gamisnya atau celana jeansnya, kerudungnya dulu aja. Ketika pake kerudung panjang, udah banyak sisi estetika yang dikorbankan. 

Jadi, ini banyak dipake karena lagi trend?
Bisa jadi. Dan yang kurasakan, trend ini juga dipengaruhi oleh gerakan komunitas yang gencar ngajak muslimah lebih melek sama perintah berjilbab.


Akun twitter ini. Peduli Jilbab. Sekarang memang udah ngga banyak orang twitteran, tapi di masa keemasannya, tweet akun ini banyak jadi perantara hidayah. 

Menurut analisis kualitatif amatiranku, yang tentu saja ngga pake statistik hahaha, gerakan komunitas inilah salah satu faktor munculnya trend set pakaian syar'i mulai dari harga seratusribuan sampe jutaan. 

Dulu, kalo bukan akhwat aktivis, jarang yang mau pake kerudung panjang. Ketika harus pake bergo pun, bergonya pendek sebahu aja. Sekarang, wanita yang sehari-hari kerudungnya dililit mepet leher pun, pas harus pake bergo,  banyak yang pakenya bergo panjang. Dan wanita-wanita yang mungkin belum paham kenapa kerudung harus nutup dada, banyak juga yang pakenya bergo panjang. Kenapa? Karena kerudung panjang sekarang banyak dijual dimana-mana, dari pasar kecamatan sampe olshop instagram yang modelnya selebgram.

Allah gerakkan hati produsen, penjual dan pembeli untuk bergerak bersama menjadikan pakaian syar'i sebagai trend. Can't you see that?

Aku jadi inget kata ustad Adi Hidayat, bahwa hidayah Allah menyapa kita tiap hari, berkali-kali. 
Ketika kita jalan lewat masjid, pas adzan dan kita lihat orang-orang pada masuk masjid, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita yang belum berkerudung lagi jalan di pasar, ada toko baju muslimah lalu kita nengok, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita duduk di halte nunggu bus, sebelah kita nunggu sambil tilawah, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kita di lampu merah, ada ambulans membunyikan sirine melaju cepat, saat itu hidayah menyapa. 
Ketika kamu baca tulisan ini, hidayah pun tengah menyapa. 
Sekarang tinggal kitanya, mau ngambil ngga tu hidayah.

Biarlah sebagian menyebut jilbab syar'i ini trend belaka. Tak tahu rupanya mereka, bahwa Allah sedang menggerakkan hati ummatnya menjadikan yang haq sebagai trend, dan bahwa ini adalah pertanda Islam sedang berjalan menuju kemenangan.


Salam,
Rahma yang berusaha memegang hidayah hingga titik darah penghabisan