jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Ini Adalah Cerita Golonganku, Perempuan, di Abad Duasatu.

Tuesday, July 30, 2013
Ini adalah ceritaku dan cerita golonganku, perempuan, di abad duasatu.
 
Ironi. Di sana sini perempuan bersolek, memakai pakaian rapi dan bagus, bahkan mahal. Di luar rumah, banyak yang seolah berlomba ingin berteriak dalam heningnya "Ini loh bajuku bagus dan mahal, branded." seolah semua itu akan menaikkan status sosial dan penilaian masyarakat atasnya. Baju, tas, asesoris, sepatu, semuanya tak terima jika hanya barang murah beli di pasar yang berdesakan.

Ironi. Di sana sini, perempuan berlomba memakai parfum. Tak cukup pede mungkin jika tak wangi, hingga waktu harus naik bus atau kereta berangkat kerja, orang di belakangnya harus sering menahan nafas saking pekatnya parfum mereka. Entah untuk apa, mungkin parfum memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern golonganku itu. Tapi aku lalu teringat kata guru ngajiku, bahwa wanita yang memakai parfum supaya para pria mencium baunya yang wangi sama saja dengan berzina. Andai saja semua perempuan tahu itu, pasti perempuan takut memakai parfum sesemerbak itu.

Ironi. Perempuan modern di rumah mempekerjakan pembantu, yang mereka tugaskan untuk mencuci baju. Tapi setelah aku berkunjung ke beberapa kenalanku dan menengok sejenak isi mesin cuci dan jemurannya, serta sedikit menanyai pembantunya, rupanya hanya baju-baju mereka saja yang dicuci. Oh memang ada apa lagi yang harus dicuci? Mungkin mereka lupa, ada beberapa potong kain yang harus juga dipenuhi haknya untuk dicuci. 

Potongan kain yang sering terlupakan itu bernama mukena. Di saat para perempuan abad dua satu berdesakan di mall dengan tulisan diskon atau midnight sale, memperebutkan barang branded dengan harga diskon yang masih mahal menurutku, mereka rela mukenanya adalah mukena bertahun-tahun yang lalu, yang dibeli di pasar dengan harga di bawah lima puluh ribu. Tentu saja aku tidak mempermasalahkan dimana mereka beli atau berapa harga mukena itu, aku hanya melihat ini sebagai dua hal yang begitu berkebalikan.

Allah itu indah dan mencintai keindahan (muttafaq alaih). Wanita modern tentu tahu akan hal ini, tapi entah, mungkin sebatas tahu. Bukan lantas aku berprasangka, tapi nyatanya, banyak perempuan sukses yang baju-bajunya bagus dan bermerk, dan beberapa mahal; yang begitu memperhatikan penampilan dan selalu risih memakai baju yang sama lebih dari dua kali, mukenanya sobek di ujungnya, dan ada yang tidak dicuci sampai satu bulan. Padahal dipakainya lima kali sehari, minimal. Beberapa ada yang sampai timbul bintik hitam di mukena bagian kepala yang bersentuhan dengan wajah, mungkin efek air wudhu yang menempel dan menjadikannya lembab. Beberapa juga rela mukenanya yang tadinya putih bersih menjadi kuning kecoklatan, lalu ada juga yang atas putih bawahnya hijau, karena pasangan masing-masing sudah rusak sehingga sisa yang masih bisa dipakai dipadupadankan. Beberapa ada pula yang mukenanya banyak bekas merah, bekas lipstik yang terkena saat sujud dan menempel tak bisa hilang karena tak segera dicuci.

Bukan lantas membuang begitu saja mukena yang mulai usang. Tapi, tidak tersisakah malu, sedikiit saja, pada Allah yang memberikan rejeki? Allah berhak atas penampilan terbaik kita pada saat menghadapnya. Shalat dengan mukena bersih, wangi karena sering dicuci, tak kusut karena sudah disetrika, tak compang-camping sobek sana-sini; sungguh nyaman. 

Sudah masuk waktu dzuhur, aku akan segera shalat. Biarlah make-up ini terhapus dan digantikan dengan cahaya yang lebih indah dari Allah dan malaikatNya. Dan hari ini aku memilih shalat tanpa mukena, menggunakan jilbab yang sudah menempel di tubuhku, karena kerudung panjang baju longgar, rok dan kaos kaki ini memudahkanku untuk shalat dimana saja tanpa pusing memikirkan mukena. 

Pemuda, Jangan Tidur!

Sunday, July 28, 2013

Bismillah..

Sabtu, 27 Juli 2013 gw sukses menginjakkan kaki di rumah di Purworejo. Kabupaten kecil yang buat gw bukan sekedar jadi kampung halaman, melainkan jauh lebih dari itu. Dan bertepatan hari ini juga, gw nonton tv setelah sekian lama nggak pernah nonton tv. Ntah kenapa, di Bandung ngga minat nonton tv, dan ngga minat streaming sama sekali. Alhasil gw cuma ngikutin berita dari twitter dan update teman-teman di beberapa grup whatsapp aja :c


Mungkin karena lama ngga nonton tv, sekalinya nonton, beda banget rasanya.

Berkali-kali gw baca artikel tentang pembantaian rakyat Mesir pro Morsi, tapi baru tadi liat beritanya di tv, dan merinding berkali-kali.


Beberapa kali gw denger berita tentang tersangka pidana yang dapet keistimewaan fasilitas, tapi tadi pas nonton beritanya lagi setelah sekian lama, geram banget rasanya.


Pernah gw baca berita tentang penjarahan harta Indonesia, minyak emas dan sebagainya, tapi tadi nonton berita serupa, panas banget saking keselnya.


Belum lagi setelah beberapa berita yang tersebar di media yang beda-beda. Di media A diberitakan seperti ini, di media B jadi seperti itu, di media C beda juga jadinya iniitu. Maka memang benar, berita sekarang banyak yang tendensius sesuai keinginan si empunya atau pihak lain yang punya kendali. Siapa? Mereka mungkin, yang punya duit banyak. Atau mereka mungkin, yang disebut-sebut adidaya. Entah, Allah dan pelakunya yang paling tahu.


Masih tadi sore, nonton berita tentang bendungan yang jebol di Maluku, ooh sedihnyaa… Gw sampe nangis pas lihat ada bocah diwawancara, dia bilang “Iya, rumahnya hanyut, sekarang saya tinggal di tenda. Sekolah hancur juga. Saya pengin sekolah lagi.”, si bocah ngomong sambil ngasih tunjuk tenda tempat dia tinggal. Berita ini, kalo gw baca di tulisan mungkin gw ngga segitu amat sampe nangis, karena ngelihat langsung (di tv maksudnya) bikin seolah gw ada disana juga, sama-sama tinggal di tenda.


Lihat! Betapa banyaknya yang harus kita benahi. Negara, agama dan dunia butuh kontribusi kita. Banyaaak banget tugas kita, karena orang-orang tua yang saat ini berkuasa akan habis masanya dan kitalah, pemuda, yang akan menggantikan mereka. Maka tak ada pilihan lain selain bersiap.


Seorang teman pernah bilang, tidur adalah pengkhianatan karena tugas yang ada lebih banyak dari waktu yang kita punya. Well, bukan lalu dimaknai mentah-mentah ngga boleh tidur tapi ini berarti kita “seharusnya” ngga punya waktu untuk bersantai. Benar, bahwa kewajiban yang ada lebih banyak dari waktu yang kita punya (yang entah kapan habisnya).


Perbanyak ilmu supaya tahu dasarnya. Perluas network supaya mudah akses informasi dan aksi nyatanya. Mulai dari sekarang, sekecil apapun kontribusi yang bisa kita lakukan, supaya waktu tidak habis dengan sia-sia. Ah, lagian kecil atau besar itu siapa yang tahu sih? Kecil di mata manusia bisa jadi sangat besar artinya di hadapan Allah, dan bisa jadi juga berdampak besar buat masa depan.


Ini juga yang bikin gw sejak lama bercita-cita punya media sendiri, majalah dan televisi, yang in syaa Allah bersih dari campur tangan pihak-pihak berkepentingan yang hobi memelintir berita. Yang tayangan dan kontennya bukan sekedar mengejar materi tapi punya visi mencerdaskan bangsa. Bismillah, semoga Allah ridho dan Allah mudahkan, doakaaaan >.<


Satu lagi, jangan berfokus pada apa yang sudah kita lakukan. Itu cuma akan bikin kita merasa puas padahal masih banyak hal lain yang lebih penting yang juga menunggu turun tangan kita. Lakukan satu hal, lalu liat ke depan, ada jalan panjang dengan sederet daftar hal lain yang belum kita lakukan.  
Faidza faroghta fansob "Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain


Menunggu nanti sama saja menunggu mati.

Rahma dan Peduli Jilbab

Tuesday, July 23, 2013
Banyak hal berlalu begitu saja jika tak diabadikan. Tulisan atau foto, both work, so write down things you're going through, and take picture a lot, do record some videos.

Anyway, atas ijin Allah, gw tergabung dalam Peduli Jilbab. Pernah denger? Intinya Peduli Jilbab adalah komunitas yang bergerak untuk membumikan jilbab syar'i, jilbab yang bukan sekedar pembungkus ketat tapi penutup yang rapat. Tergabung dalam barisan ini ngasih gw insight dan pengalaman luar biasa dan tentunya baru. As you know, selama kuliah gw ngga pernah ikut kegiatan keagamaan selain sebagai peserta, sampai akhirnya gw alhamdulillah berhijrah ninggalin semua celana jeans itu (baca disini) ini adalah organisasi pertama gw yang bergerak di bidang ke-Islam-an *ciaaaah bahasanya, bergerak di bidang, udah kaya jualan aja :P

Belajar buanyaaak banget hal baru, termasuk istilah-istilah yang sering dipake. Pertama kali agak aneh juga rasanya gw dipanggil ukhti shalihat di forum Peduli Jilbab, oh lama-lama terbiasa juga. Dan alhamdulillah gw ada di divisi Jilbab Share yang tugasnya ngadain kajian-kajian Peduli Jilbab, termasuk jadi pengisi kajiannya juga >.< 
Kita umat muslim yakin, Islam akan berjaya nanti, mungkin belum sekarang. Tapi yang jelas, kita tidak boleh tertinggal dari barisan yang memperjuangkan kejayaan Islam, walaupun hanya satu langkah. Kita harus ada dalam barisan itu. - mba Amalia (@hebadaragema) founder Peduli Jilbab
Dan anyway, event pertama gw di Peduli Jilbab adalah ikutan Shalihat Gathering di Pasar Raya Grande Blok M. Oh ceritanya panjang sampe akhirnya gw bisa sampe kesana.
  • Jadi gw berangkat dari Bandung ini hari Jumat habis ketemu dosen (kamisnya gw sidang kyayaaa~) selepas maghrib. Gw bacanya acara jam 8 pagi di salah satu mall di Depok, jadilah gw menuju terminal Leuwipanjang berniat nyari bus ke Depok, MGI. Gw dijemput mobil yang selalu ada dimanapun dengan sopir gonta ganti (baca: angkot). Di perempatan Soekarno Hatta (well, orang Bandung pasti tahu), pas mau ganti angkot merah menuju terminal, insiden pertama terjadi. Rasanya kaya hampir mati,serius.
  • Gw duduk di angkot merah yang ngetem, dan karena gw keburu-buru sedangkan si angkot malah ngetem sempurna ngga gerak sama sekali, bertanyalah gw pada si sopir angkot "Pak masih lama gak? | Mau kemana neng? | Terminal pak | Mau borong? | Ooh yaa engga pak, maksudnya kalo masih lama saya turun aja | Yaudah sabar atuh." percakapan selesai. Tik tok tik tok angkot masih ngetem sedangkan udah banyak angkot lain yang lewat, ya gatel dong gw pengin turun. Gw keburu-buru ngejar biar gak ketinggalan bus nih >.<
  • Lalu gw turun dan nyetop angkot merah lain. Tepat pas gw di depan pintu angkot kedua itu, si angkot pertama yang gw turun itu tiba-tiba ngegas kenceng, si sopirnya melotot. Gw refleks lompat ke belakang, kaget luar biasa. Jarak moncong angkot sama gw pas gw lompat itu sekitar 10an centi. Astaghfirullah, rasanya bener-bener kaya maut itu deket bener. Sambil istighfar dan ngelus dada, gw jalan menjauh dari dua angkot itu sampe akhirnya ada mas-mas yang lagi berdiri di pinggir jalan dan liat insidennya bilang "Udah mbak naik aja sekarang, nggapapa." Degdegannya parah banget asli!! 
  • Akhirnya gw naik angkot kedua sambil nangis di dalem angkot, diliatin penumpang lain yang juga jadi saksi mata kejadian barusan. Alhamdulillahnya, Allah masih ngejaga mulut gw untuk ngga maki-maki si bapak angkot pertama. Gw biasanya sangat meledak-ledak dan dalam kondisi normal, gw pasti akan marah-marah ke sopir itu :@
Hikmahnya adalah, hati-hati naik angkot malem di Bandung. Ntah, serem banget itu si sopir kaya kesetanan. Susah banget rasanya buat berprasangka baik bahwa sopirnya ngga sengaja nge-gas. Susaaaah ya Allah maafkan >.< Sampe di Jakarta jam 12.00 malem teng, untung masih ada bantuan buat jemput dan nganter ke Depok ke kosan temen buat nginep. Dan ternyata, acaranya bukan di Depok tapi di Blok M dan bukan jam 8 tapi jam 10. Aaaaa tau gitu kan gw berangkat aja paginyaaa aaaa rasanya pengen membekuuuu :ice 

Sedikit share hasil SG2013 yaa hihi.. Jadi acara itu pengisinya keren luarbiasa, ada mba Aisha Maharanie founder Halal Corner, dr. Dewi Inong aaah tau lah ya beliau siapa, tersohor gitu, pengisi salah satu rubrik di majalah Ummi juga, dan ada juga cerita tentang jilbab yang mengubah dunia mba Dezrina Ribhun dan mba Agnes.

Dari mba Aisha, gw belajar dan dipaksa paham bahwa halal itu sedemikian pentingnya buat muslim. Bukan cuma yang dimakan aja, tapi juga kosmetik yang kita pakai. Bukankah kosmetik bakal masuk juga lewat pori-pori dan menyatu dengan tubuh kita? Googling deh efek kalo tubuh kita kemasukan sesuatu yang haram, duh serem :~ 

Jadi yang Allah haramkan emang ada empat, babi darah bangkai dan sesuatu yang disembelih selain dengan nama Allah. Nah tapi, teknologi bisa mengubah yang empat ini jadi jutaan produk yang susah diidentifikasi. Makanya kita wajib banget hati-hati. Boleh loh buka web Halal Corner hihi. Tanpa berniat iklan, kosmetik di Indonesia yang udah punya sertifikasi halal MUI itu ada 6, Wardah, Viva, La Tulipe, Sari Ayu, Mustika Ratu dan Ristra.


  • Materi dari dokter Inong kurang lebih tentang pentingnya jilbab buat wanita. Inget kan ya kalo jilbab itu beda sama kerudung hehe, jilbab itu meliputi semuanya dari kepala sampe kaki. Nah yang ini diceritain bahwa banyak penelitian secara ilmiah kalo jilbab ini manfaatnya buanyaaakkk buat wanita. 
  • Kenapa wanita wajib pake jilbab sedangkan laki-laki engga? Karena untuk ras yang sama, kulit wanita lebih tipis dibanding laki-laki, makanya harus dilindungi pake kain penutup. 
  • Jilbab tertutup bikin wanita kekurangan vitamin D dan osteoporosis? Penelitian membuktikan bahwa untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, wanita cukup berjemur dari jam 7-9 pagi dengan bagian yang terbuka cukup telapak tangan dan wajah. 
  • Kenapa wanita dianjurkan pake rok? Karena jeans ketat ternyata bisa merusak rahim, dan gw yakin semua wanita pengin rahimnya terjaga sempurna.
  • Di Australia, pemerintah menganjurkan warganya buat pake pakaian yang menutup rapat seluruh tubuh demi menekan angka kanker kulit yang tumbuh terus pada populasi wanitanya. Subhanallah, Islam udah nyuruh wanita nutup aurat dengan rapat sejak sekitar 1400 tahun lalu.
Wuiih pokonya keren banget deh acaranya, ngga nyesel bersusah-susah menuju Jakarta dari Bandung buat ikutan SG2013. Dan seketika gw dapet banyak saudari baru yang walaupun baru ketemu sekali, bisa langsung ngerasa sedeket itu.

Ehm, setelah jalan aktif di Peduli Jilbab regional Bandung, gw bener-bener jatuh cinta sama saudari-saudari gw yang hebat dan menginspirasi itu. Dan entah kenapa rasanya enteng aja buat naik angkot jauh-jauh demi syuro a.k.a rapat, terakhir gw malah ke Cibiru naik angkot disambung bus Damri buat ngisi kajian Peduli Jilbab di SMK Muhammadiyah 4 Cibiru. Indahnyaaa~ Terbukti banget emang, berjalan di jalan Allah itu pasti Dia kasih kemudahan banyak. Puasa-puasa naik angkot, berangkat kosan jam 7.40 nyampe Cibiru jam 11 pun ngga berasa capenya, terlebih liat respon antusiasme peserta. 

Dan ya, memulai itu sulit tapi mempertahankan itu lebih sulit. Bismillah, lalu biidznillah.

More info:  


The Day, Graduation Day Yeaaay!!

Sunday, July 21, 2013
Bismillah..

Wuih, soooo long time no see this angsajenius dashboard, baru sadar lagi, lama banget gw ngga share apapun disini. Having too many things to tell leads me to stuck on no writings at all. Fyuuh. Banyak kejadian penting dan berharga sebenernya, but above all, I choose to tell you this kind of story.............
My Graduation Day! *yeaaaay, crowd cheering!! :party

Poin cek pertama wisuda gw adalah orangtua dateng ke Bandung setelah lima tahun gw kuliah di IT Telkom. Terakhir kali bapak ibuk gw dateng adalah pada saat registrasi ulang tahun 2008, been so long ya.. So yes, this is quite important moment for me aaaaaaaa histeris!! :party
bapak dan ibuk, dua orang terbaik di hidup gw
yeaaaay komplit!!
ntah kenapa punya adek ngga suka difoto, padahal mbaknya doyan banget foto

Poin cek kedua, ini adalah wisuda terakhir dengan nama Institut Teknologi Telkom karena sebentar lagi kampus gw bersama kampus-kampus di bawah Yayasan Pendidikan Telkom akan bertransformasi menjadi Universitas Telkom >.<

Poin cek ketiga. Hari-H Wisuda, dan ya ini adalah salah satu bahasan terpanas di antara temen-temen perempuan gw yang mau wisuda "Eh nanti kebaya lo kaya apa? Make-up dimana berapa harganya?". Dan untuk dua hal ini, gw memilih buat mandiri alias kebaya jahit sendiri innernya dan make-up ngga ke tukang rias melainkan ke temen sendiri juga. Why?


  • jahit sendiri memungkinkan gw untuk meng-custom kebaya gw sesuai yang gw inginkan. Dan untuk itu, inner kebaya gw bikin sendiri dalam wujud gamis pink yang longgar dan tinggal didobel pake kebaya brokat. Tararaaa jadilah kebaya cantik *uhuk, ngaku-ngaku*
    Oke here it is, dear fellas.
    Apapun momen dan harinya, penampilan ngga boleh dikorbankan. Dalam bentuk apa? Yap, stay syar'i as you always look everyday. Hari penting seperti wisuda bukan hari untuk mengorbankan ke-syar'i-an penampilan kita jadi pastikan banget baju ngga nyeplok badan dan ngga ketat, daaaaaan yang jelas kerudung pun harus tetep nutup dada dan ngga transparan.
    yap this is how I looked yesterday
    Innernya gw jahit sendiri dari bahan sutra satin dan di bawah dikasih songket biar terkesan tradisional ehehe ntah deh maksa apa engga. Sebelum pake inner kabaya ini, gw pake rok dulu, rok A biasa biar ngga nerawang soalnya ngga pake furing. Kebaya gw beli jadi di Pasar Baru lantai paling bawah, ngubek-ngubek yang ngga banyak payet dan ngga heboh >.< Udah kaya mau nikahan aja ntar kalo kebayanya heboh nian :P
    Kerudung? Gw pake dua lapis dengan model sesederhana itu hihi. Pertama gw pake chiffon bunglon yang ada efek gradasinya, dipake kaya kerudungan biasa aja. Abis itu gw pake kerudung lagi, dan sim salabiiiim jadilah seperti itu :mj
    Trus biar ngga polos-polos amat, di kepala gw kasih hiasan yang juga banyak dijual di Pasar Baru. Oiya buat kerudungnya, gw ngga beli jadi tapi beli kain sendiri trus dineci, soalnya untuk menyesuaikan ukurannya. Nah kerudung abu gw itu ukurannya 1,3x1,5 meter dan yang pink ukurannya 1,5x1,5 meter.
    Biar dikata kaya ibu pengajian atau kaya Neno Warisman (yang kerudungnya suka cem beginian) juga biarin dah, yang penting kan tetep sesuai yang Allah perintahkan, yegak? :e
    Pun dengan make-up. Di Islam, ada yang namanya tabarruj yaitu berdandan berlebih-lebihan di depan non mahram dan ini ngga boleh buat kita wanita. Nah, biar aman gw make-up sama ibu rias yang udah sangat mengerti soal hal ini, Yolanda Trinoverly yang tidak lain adalah sahabat gw sendiri, salah satu tempat bertanya gw soal banyak hal. Amaaan in syaa Allah sama Nanda, dandan minimalis saja tak berlebihan. Aman juga gw dari mbak-rias yang suka sembarangan tanpa ijin langsung cukur alis kyaaaa >.< Cukur alis kan diharamkan sama Allah, dan sedihnya mereka sering ga pake minta ijin sama yang dirias jadi kita ngga tau kalo alis dicukur.

    Jadi, outlook hari penting kemaren adalah inner kebaya yang ngga ketat jahit sendiri didobel pake kebaya brokat yang simple, trus pake kerudung lapis dua yang tetep nutup dada dan ngga transparan, dan ngga lupa pake kaos kaki biar kaki yang juga aurat ini ketutup hihi. Dan untuk make-up, yaah begitulah, minimalis aja ^_^
Pas ceremonial wisudanya............oh bung, gw wisuda!!!! Biasanya tugas di Korps Protokoler Mahasiswa ngebantuin acara jadi penerima tamu dan ini itu, kali ini gw wisuda subhanallah. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Deg-degan parah pas mau maju buat dipindahin talinya dari kiri ke kanan. Untuk ceremony beberapa detik itu, gw membutuhkan lima tahun dengan banyak darah *eh lebay ding, bukan darah beneran*, biaya, waktu, air mata dan keringat >.<

Daaan, setelah wisuda selesai, begitu keluar, subhanallah. Banyak banget orang yang sayang sama gw!! Banyak nian yang ngasih hadiah. Terharu. Total ada 26 mawar kecil dan sekitar 15 buket bunga *aduh lupa diitung :P Dan banyaaak kado lainnya. Mengharukan sekali teman-teman gw iniiiiiiii :k
langsung dihadang KPM petugas wisuda. Yeaay, gw dan Hudi (master mind) dan Uci wisuda <3

didatengin temen SMA! Thank you Mukti :) ah fotonya blur >.<

thank you Ratih & Ola, keluarga gw di kosan. wuff youuu :k

Butsi dan Faisal dg buket a.n. WU 2011 thank you Saaal!!

Himapur (Himp. Mhswa Purworejo) plus plus ah makasiihhh :k

Keluarga PDKT 2012, aaaa kusayang kaliaaan :e


with partner Besya, Tari, sang asisten ibu rias :P

ini Nanda. Iya, Nanda yang gw ceritakan tadi ^_^

Fathia thank youuuuu~

ini kado dari Prodase waaaaa

Gengs!! Thank you!! It means a lot! aduh yang dari kamera gw fotonya begini >.<

Thank you dearest sissy. Semoga Ai dikuatkan, wisuda november is yours!

XOT thank youuuuu, me wuff youuu <3
with Putri from ANT PDKT and their presents thank you!!


Hi-Ma-Pur yeaaah

thank you dear Nisa & Ikaaaaa aaaaa

thank you that much, bestie Mutihera!!

Prodase tua-tua uhuk
Duta-duta It's Yours <3
thank you another bestie, Gegees! *dan ga ada foto bertiga sama Muti >.<

aaaa terima kasih Fanny Ratih Fikaaaa <3
bersama Tito dan keluarga :P

And here they are, the presents!!



SC kalian semua memang kece, I heart you more and more <3

did I mention that I love flowers?

and so, thank you IT Telkom <3