jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Di TA Saya, Terima Kasih Kepada..............

Thursday, June 27, 2013
Biasanya orang yang abis lulus, ngepaste kata pengantar atau lembar persembahannya ke blog. As for me, ini bukan sekedar ikut trend. Lebih dari itu, gw pengen rasa terima kasih gw ini tersampaikan. And.......here they are.

KATA PENGANTAR

Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di depan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Al-Baqarah:255)

 Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT atas segala petunjuk, kekuatan, kemudahan, kejernihan akal dan izin untuk memahami dan menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Pengembangan Fitur Penilaian Kinerja 360 Derajat Dengan Java Enterprise Edition (Java EE) Pada Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (Studi Kasus: Institut Teknologi Telkom)“ sebagai salah satu syarat dalam mendapatkan gelar Sarjana Sistem Informasi di Institut Teknologi Telkom. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis sangat terbantu dengan adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Allah SWT yang kuasanya meliputi segala ilmu, semua hati manusia, masa lalu, masa kini dan masa depan, serta semua yang ada di langit dan di bumi. Alhamdulillah, terima kasih tiada tara atas segala kemudahan, kekuatan, hidayah dan pertolongan yang datang bertubi-tubi. Mahasuci Allah. 
  2. Bapak Drs. Sudjatmoko dan Ibu Dra. Sri Hastuti yang setiap hari menyebut nama penulis dalam doanya siang dan malam, memberikan dukungan moriil dan materiil untuk kelulusan putri sulungnya walaupun Bapak juga sedang disibukkan dengan tesisnya, yang menjadi motivasi utama penulis untuk segera menyelesaikan Tugas Akhir ini. Thank you for absolutely everything, I do love you both and I really want to make you proud of having me. 
  3. Bapak Seno Adi Putra, S.Si, MT pembimbing I Tugas Akhir ini yang dengan sangat sabar dan berbaik hati membimbing, memberikan banyak nasihatnya serta memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar dan berkembang. 
  4. Ibu Warih Puspitasari, S.Psi, M.Psi selaku pembimbing II. Terima kasih atas kesabaran yang luar biasa menghadapi penulis selama hampir dua tahun masa bimbingan. Akhirnya Bu, saya lulus :)
  5. Muhamad Yusuf Hakim, adik tersayang satu-satunya yang diam-diam menjadi motivasi penulis untuk melakukan banyak hal dengan maksimal demi menjadi teladan yang baik buat adik. 
  6. Unit SDM IT Telkom yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk magang dan mengambil data di Unit SDM sebagai objek Tugas Akhir ini, Bu Sofi, Bu Mega, Bu Wid. Sungguh, terima kasih banyak. 
  7. Dosen-dosen prodi Sistem Informasi yang membuka insight penulis akan banyak hal, memberikan banyak sekali inspirasi dan ilmu. Terima kasih, semoga keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi ilmu yang bermanfaat, salah satu amal yang tidak terputus setelah raga tak lagi bisa berkarya. 
  8. Rekan-rekan tim e-University Human Resource yang banyak sekali membantu, Dimas, Okky dan Tika. 
  9. Teman-teman seperjuangan yang mengisi hari-hari penulis menjadi berwarna selama masa aktif perkuliahan, yang menyemangati dan banyak membantu, Candra, Aya, Ema, Okky, Riesya, Maya, Ichi, Aul, Dhita, Gina, Tika, Fia dan Yuliana.
  10. Keluarga Prodase 2008, 2009, 2010 dan 2011 terkhusus Mail, Adik, Tiko dan Devi yang sangat banyak merelakan waktunya untuk membantu penulis. 
  11. Keluarga PDKT 2012 yang sangat penulis cintai atas segala bentuk dukungan, doa dan bantuan, terkhusus untuk CoolANT Nanda, Hanif, Adiib, Ita dan Putri. Dan juga untuk “keponakan”, eXOTic. Bersama kalian penulis merasa lebih hidup. I am looking forward for your transformation, Transformers! 
  12. 14 manusia hebat SC Kece PDKT 2012 Iti, Nanda, Fitri, Ela, Friska, Dita, Jamil, Rizal, Iim, Ive, Icak, Alfi, Fajar dan Andri. Thank you is never enough for absolutely everything, for the helps and pray...and everything. I heart you! 
  13. Keluarga Wirausaha BEM 2010 dan 2011 yang mewarnai hari-hari penulis dengan banyak tawa dan kisah tak ternilai, Gheza, Muti, Aldi, bang Zaki, Tigar, Harland, Bujul, Dina, Eka, Faisal, Luthfi dan adik-adik Bassis Massa WU. Every second I spent with you is just precious, thank you. 
  14. Keluarga Birockster yang menemani penulis di masa awal penyusunan Tugas Akhir, Kabir Mpiq, Yanuar, Senjo, Cahyo, Aji Jude, Falaq, Muti, Iti, Lily, Atin, Yasmin, Tya, Nisa. 
  15. Kabinet Inspirasi BEM 2011 yang benar-benar menginspirasi bersama orang-orang hebat di dalamnya, Kabinet Perjuangan BEM 2010, Kabinet Melangkah Bersama BEM 2009 dan Kabinet BEM 2008. Penulis banyak menghabiskan waktu di sekretariat itu, terima kasih atas kenangan yang begitu berharga. 
  16. Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) IT Telkom, seluruh Master Mind dan pengurus. Dulu penulis menjadi petugas wisuda, kini saatnya penulis menjadi peserta wisuda. Alhamdulillah.
  17. Tujuhbelas orang hebat yang memotivasi penulis untuk segera menyusul menyandang gelar sarjana, keluarga Accel’s Zone, akselerasi angkatan I SMA N 1 Purworejo. Tempaan dua tahun itu sungguh membentuk karakter. 
  18. Sahabat-sahabat penulis yang menyemangati, mendukung, mendoakan dan membantu, kak Manggar, Ratih, Fika, dan Winda. Entah bagaimana caranya berterima kasih pada kalian, but I mean it, thank you that much. 
  19. Keluarga Peduli Jilbab, AIESEC Bandung, Capoeira Luanda IT Telkom dan Luanda Indonesia, terima kasih. Ada peran setiap dari kalian dalam sampainya penulis ke titik ini. 
  20. Pembaca angsajenius.blogspot.com, teman-teman di twitter, dan sahabat yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih atas doa yang diam-diam atau terang-terangan, semangat, nasihat dan saran via whatsapp maupun SMS. It means so much for me, and I know thank you is never enough.
Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan atas jasa baik semua pihak. Atas kesalahan dan kekurangan Tugas Akhir ini, penulis memohon maaf dan sangat terbuka untuk segala bentuk kritik dan saran. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberi manfaat.

Sebenernya makasih banyak juga harus gw sampaikan pada Delia, laptop kesayangan gw, yang rela berhari-hari ngga tidur, tetep melek saat yang punya merem, sampe nge-hang mulu, bahkan pas sidang pun sempet agak ngambek. Maap ya nak, abis ini kita ke salon :mj

Thank you all, gw harus segera pasang target dan misi yang lebih terinci karena gw harus segera berkarya lebih nyata, harus ngasih manfaat lebih banyak, ngga cuma buat gw sendiri dengan jadi pekerja yang berfokus di pekerjaan aja. 
Bukankah air yang baik adalah air yang mengalir dan tidak tergenang? Seperti itu juga manusia, yang baik bukanlah yang duduk dan diam tapi yang bergerak dan berbagi.

Akhirnya, Rahma Djati Kusuma, S.SI: Kisah Berdarah-darah Dibalik Sidang 20 Juni 2013

Friday, June 21, 2013

Assalamu’alaykum semuanya! Sebelum lo mulai baca tulisan gw kali ini, I’m just wanna tell you that this one is a long story so if you really curious what’s happening, please have a good seat and have a good read. But if you have only a little time, you can bookmark this post and read it later :p

Oh wait, gw sedang berpikir darimana sebaiknya cerita ini dimulai… 


Oke, bismillah. Terima kasih  tiada terhingga buat Allah yang kuasanya meliputi semua ilmu, semua hati manusia, masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, semua yang ada di langit dan di bumi. Terima kasih Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, gw lulus! *crowd cheering* Iya, akhirnya, setelah berkali-kali mau sidang batal mulu, akhirnya, GUE LULUS!

Setiap orang punya ceritanya masing-masing yang gw yakin sangat berkesan karena bakal jadi pengalaman sekali seumur hidup. Dan inilah cerita di balik sidang gw 20 Juni 2013 kemaren sampai akhirnya gw bisa menambahkan embel-embel di belakang nama gw. Rahma Djati Kusuma, S.SI



Selasa, 18 Juni 2013


Paniiik!! Program yang gw bikin masih error. Oke, di fungsi utama errornya. Tugas akhir gw ini judulnya Membangun Aplikasi Penilaian Kinerja 360 Derajat dengan Java Enterprise Edition dan Metode Iterative Incremental (Studi Kasus: Institut Teknologi Telkom). Daaaaan… gw kasih tahu ya, it’s really really not that simple! Gw musti paham dulu penilaian kinerja 360 derajat itu kaya apa, dan itu ngga gw dapet dari mata kuliah sama sekali. Ohya, tantangan terberat tentu saja coding. Pake java. Bukan java biasa, pakenya java enterprise edition yang frameworknya struts. Quite challenging, huh? Seminar TA sejak November 2011, baru Juni ini gw sidang. Hampir dua tahun wow! Bukan karena susah banget, tapi karena emang gw sering angin-anginan.


Coding. Sesuatu yang sejak SMA, di pelajaran TIK, ada coding Pascal waktu itu; adalah sesuatu yang selalu berhasil bikin alis gw mengkerut. Susah! Terlebih gw bukan tipe orang yang memperhatikan detail. Soal administrasi aja sering kelabakan (ini juga nih yang bikin sidang batal mulu wew), kurang ini kurang itu, ini salah itu salah. Apalagi coding yang mana setiap baris dan setiap hurufnya harus benar, salah satu huruf aja, program lo bisa ngga jalan. Dan TA gw coding. Well yes, Allah mau gw berusaha lebih keras dari yang pernah gw lakukan.


Perkenalkan, pembimbing TA gw, pak Seno Adi Putra, S.Si, MT dan bu Warih Puspitasari, S.Psi, M.Psi. kolaborasi antara dosen yang sangat paham arsitektur dan teknologi yang gw pake, serta dosen yang backgroundnya psikologi, cucok sama tema HR yang gw angkat. Beliau berdua sangat berjasa dan punya andil sangaaaat besar dalam proses panjang ini. Alhamdulillah. Karena ijin beliau berdua, akhirnya gw diplot sidang tanggal 20 Juni 2013 (yang harusnya kamis minggu lalu tapi lagi-lagi karena administrasi belom komplit, batal (lagi)), dan karena kesabaran beliau berdua ini, gw boleh sidang. Aaaaa gw jarang bimbingan aaa gw bandel aaaaa gw kabur-kabur mulu, abis bimbingan ngilang.


Sampai akhirnya…. Hari Selasa gw masih kelabakan karena progam gw error di main function. Selasa malem nginep lab, ngelembur aplikasi. Dan hari selasa ini udah keluar nama calon penguji sidang gw. Ada dua nama yang hampir dipastikan fix, dan dua-duanya I consider kritis banget kalo nguji.


Jadilah hari selasa sampai rabu malem jadi hari yang penuh air mata. Gw berkali-kali nangis saking takut dan ngga siapnya. Coding sambil nangis. Shalat dan berdoa pasti sampe nangis sendiri. Ya Allah… emang bener kata Imam Syafi’i, 
“Berlelah-lelahlah.  Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”
Gw mengais-ngais lagi motivasi buat segera sidang, karena nyatanya sampe H-2 gw masih maju-mundur semangatnya.


Rabu, 19 Juni 2013. H-1.


Hari ini nama penguji keluar. Gw dapet bu Marina yang sangat paham SDM, Dr. Adrian yang kalo nguji selalu bikin gw jiper sendiri karena ngeri ngebantainya, dan pak Riza sang dosen database. KOK KOMPLIT SIIIHHHH…. Ini kalo gw ditanya trus ngga bisa jawab gimana cobaaaaa *nangis di pojokan lab* bener-bener lemes pas tahu siapa pengujinya. Tapi di H-1 kaya gini, apa yang bisa gw lakukan selain bersiap?

Kaya potongan puisinya Taufik Ismail yang gw suka banget, “Tidak ada pilihan lain. Kita haus berjalan terus. Karena berhenti atau mundur berarti hancur.”

Mendadak, gw yang biasanya gampang laper jadi lupa makan. Lupa mandi. Ga peduli lagi sama jerawat yang mendadak banyak karena muka ga dirawat. Tiap hari minum kopi sampe gw yakin gw sempet over caffeine. Lupa tidur, ehmm.. sebenernya si bukan lupa tapi karena gw ngga punya waktu lagi. Rabu sore. Error masih belum solved. Astaghfirullah. Sidang kurang dari 12 jam dan program gw malah error. Cemana ini >.<


Rabu malem, gw nginep lab lagi. Ngopi lagi. Hampir lupa makan lagi, sampe akhirnya minta tolong kesana kemari dan datanglah temen gw bawain nasi padang. Dan entah kenapa rasa nasi padangnya enaaaaaakk! Endang bambang pokonya! Lalu maag gw kambuh, setelah beberapa hari yang lalu sempet vertigo. Luar biasa hecticnya bung!


Rabu sore gw masukin berkas daftar sidang ke fakultas. And you know what, transkrip yang gw kumpulin salah! Jegeeerrrr.. gw  harus print transkrip nilai baru dengan tandatangan dosen wali maksimal sebelum sidang. Aaahh ya Allah apa lagi ini. Gw udah kedip-kedip nahan air mata di admin fakultas. Dosen wali gw ini tersohor sibuknya. Dan beliau biasanya dateng ke kampus ini siang-siang. Gimana dong aaaaaaa paniik! Gw kencengin doa lagi.


Rabu malam sampe pagi. Errornya masih belom bisa bener! Hah! Cemana ini! Apa yang mau gw presentasiin di sidang nanti kalo main functionnya aja ada yang ngga bisa jalan. Gw ngga tidur lagi, cuma setengah jam menjelang subuh gw merem di kursi. Daaaan.. dengan alarm 10 menit sekali, gw mimpi sidang! Oh plis. Mimpi sidang diuji bu Marina, bangun. Merem lagi, mimpi sidang ditanya-tanya pak Adrian. Bangun, tidur lagi. Mimpi benerin error. Bangun, tidur lagi. Mimpi dibantuin temen benerin error. Aduuuuhhh apa iniiii! Hidup gw sangat ngga tenang. Berkali-kali komat-kamit sambil coding Allahumma yasiir wa la tu’asiir, ya Allah mudahkanlah dan jangan dipersulit. Rabu subuh. Error masih tetap error. Lemes.


Gw pulang ke kosan akhirnya………………bukan karena gw lemes banget, tapi karena gw mules banget. Lab yang gw jadiin markas selama dua malem ini ada di gd.C yang terkenal horror, jadi gw lebih memilih nahan pipis atau nahan mules daripada malem-malem harus ke kamar mandi sendirian. Gw cewe sendirian yang nginep kemaren itu soalnya. Dan yaaa.. gw takut ntah kenapa, bener-bener ga berani liat kaca gede di kamar mandi. Ntar kalo ada dua bayangan gimana. Mau masuk wc juga takut, bahkan sampe ngga noleh, ntar kalo liat ada kaki di bawah giman.. aaak! Gw kebanyakan nonton film setan nih kayanya.


Kamis pagi gw pasrah. Sekarang yang bisa gw lakukan adalah nyiapin mental. Dan you know what, gw mules-mules mulu sejak hari selasa. Bukan karena pencernaan gw bermasalah, tapi karena gw nervous. Alam bawah sadar gw masih gagal untuk ngasih sugesti ngga mules saat gw nervous. H-sekian jam.


Di saat-saat genting sejak awal minggu ini, gw jadi jauh lebih yakin dan sadar bahwa ada banyak variabel yang di luar kendali gw. Yang bisa gw kendalikan cuma mental, kesiapan presentasi dan kesiapan aplikasi. selebihnya faktor eksternal semua. Keganasan dosen penguji, mood dosen penguji, suasana sidang, dan banyak variable lain yang ngga bisa gw atur. Dan hanya ada satu yang bisa mengendalikan itu semua. Allah. Air mata ngga ketahan setiap kali shalat dan berdoa, gw bener-bener ngerasa keciiiiilll banget.

Ya Allah mudahkanlah dan jangan dipersulit. Jangan biarkan penguji-penguji nanti menanyakan sesuatu yang tidak bisa hamba jawab. Lancarkanlah persiapannya, lancarkan pelaksanaannya. Lunakkan hati penguji-penguji itu. Sungguh sedikit sekali ilmu yang hamba tahu ya Allah maka tolonglah…ya Allah tolong..

Doa itu ngga pernah terlewat. Gw bener-bener ngga ada lagi yang bisa nolong kecuali Allah. Dan bukankah saat kita ngerasa cuma Allah yang bisa bantu, pada saat itu juga Allah akan menurunkan pertolongannya? Subhanallah..

Kamis pagi. Tugas pertama gw adalah pulang dan mandi. 06.00 pulang langsung mandi dan bersiap, 07.00 udah nongkrong cantik lagi di lab. Kepanikan belum turun, masih tegang. Gw masih mules-mules tiada tara. Tangan gw dingin. Deg-degannya kebangetan rasanya. Gw otak-atik lagi error aplikasi sambil baca buku TA gw. Ohhh gw bahkan belum baca semuanya lagi. Buku TA ini udah beres dari Oktober 2012 dan gw udah lupa-lupa apa yang gw tulisin. Aaaaa nanti kalo ditanya ini itu trus ngga bisa jawab gimanaaaa.. Tiap kali gw berpikiran gitu, gw langsung istighfar, lalu baca doa nabi Musa yang ada di QS 2:25-26. Sejenak jadi tenang. 
Ah emang bener ya janji Allah di QS 13:28, "Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang."
09.00 gw ke dosen wali buat minta tandatangan validasi nilai. Kok yaaa alhamdulillah, beliau pas gw telp bilang jam 08.00 berangkat ke kampus. Padahal beliau ini terkenal sibuk dan susah ditemuin. Allah udah menurunkan pertolongannya, alhamdulillah. Selesai dapet tandatangan, langsung ke admin fakultas trus balik ke lab. Ada 3 sidang hari itu di lab, dua mahasiswa 2009 dan gw. Gw maju ketiga, setelah mereka. Pas gw balik, sidang pertama udah dimulai. Pengujinya pak Riza dan pak Adrian juga, tapi dosen ketiga berbeda. Bung pembantaian dimulai bung! Tegang lagi, adem panas lagi, mules lagi. Berdoa lagi. Gw sibuk benerin slide dan baca buku TA yang belom tamat sambil nonton sidang dua orang itu.

20 Juni 2013, 12.00
Sidang kedua selesai dan break satu jam, sidang gw akan dimulai jam 13.00. Masalahnya adalah...... dosen penguji ketiga gw mendadak ngga bisa dan ngga ke kampus. Dhuaarrrr.. Gw langsung kalang kabut kesana kemari cari dosen buat gantiin. Dari gedung C lt.2 satu-satu masukin ruang dosen, trus ke gedung sebelah, rektorat, naik-naik ke lt.3 tapi ternyata ngga ada yang bisa. Balik lagi ke gd.C ke lt.3 cari dosen tapi masih nihil. 12.50 Aaaaaa paniiik! Dosen pengujinya belom dapet. Astaghfirullah. Akhirnya, di jalan gw ketemu pak Wahyu dosen ERP dan beliau bersedia jadi dosen penguji sidang gw walaupun mendadak. Lega. Pertolongan Allah datang bertubi-tubi.

13.20 sidang gw dimulai. Ah udah sampe ilang deg-degannya gara-gara panik cari dosen. Makan? Nope. Gw ilang selera makan. Kaki gw udah kram mulu kanan kiri. Tapi alhamdulillah gw masih kuat lari cari dosen kesana kemari dan selama sidang berdiri. 

tiktoktiktoktiktok..................

Sidang gw berjalan dengan sangaaaaaattt lancar, alhamdulillah. Pak Adrian, Pak Riza dan Pak Wahyu, penguji sidang TA gw, banyak mahasiswa yang ngeri diuji beliau bertiga ini karena tersohor sering ngasih pertanyaan yang tajam. Pun dengan gw, ngeri tadinya bayangin diuji beliau-beliau. Tapi...... Allah menurunkan lagi pertolongannya. Semua bisa gw jawab dengan lancar. Program gw emang error dan itu mereka tahu karena ada di main function, tapi itu ngga banyak dipermasalahkan. Bahkan selama sidang, penguji, pembimbing, gw dan penonton banyak banget ketawa. Banyaaakk buangeeett ketawaaaa. Selama sejarah gw nonton sidang di tiga fakultas di kampus gw, ini sidang pertama yang gw tahu banyak ketawanya. Dan itu adalah sidang gw sendiri. Wew.

Gimana nggak ketawa mulu. Masa di ruang sidang gw ditanya mau karir di bidang apa, pas gw jawab marketing, gw malah disuruh nawarin mizone ke pembimbing ketika posisinya beliau punya aqua. Lo bisa tebak apa yang gw lakukan?
Pak saya punya mizone ini pak, sungguh, segar. | Buat apa, saya udah punya aqua. | Oke, pertama mizone ini berasa. Air putih bisa bapak dapat dengan merebus air di rumah, pak. Kedua, ini mizone botolnya lebih besar sehingga jelas akan lebih mengobati dahaga bapak. | tapi itu lebih mahal | Bukan mahal pak, karena ada value yang ditawarkan dari mizone ini. Ini namanya reasonable, bukan expensive. (dipraktekin dengan gaya nawarin seragam ke orangtua mahasiswa pas PMB)
Itu cuma satuuu dari sekian banyak tawa di ruang sidang gw. Apa coba ini namanya kalau bukan campur tangan Allah? Gw bener-bener pasrah tadinya karena program gw masih error dan pengujinya ini terkenal kritis. Fyuuhh... 

Dan.... sidang berakhir dengan lancar sekali. Alhamdulillah. Gw dinyatakan lulus bersyarat (revisi). 


***
Terima kasih banyak buat semua pihak yang membantu, mendukung, mendoakan diam-diam atau terang-terangan. Terima kasih Bapak dan Ibuk yang ngga pernah berhenti doain anak sulungnya ini, yang hari kemaren juga puasa karena gw sidang. Terima kasih manteman PDKT yang dateng walaupun dari fakultas lain tapi tetep berbondong-bondong. Makasih teman-teman EBAD 2008 dan 2009 yang hampir tiap hari ngerjain TA bareng. 

Spesial makasih buat Kartiko Edi Widodo yang bantuannya sangat sangat sangat ngga terkira. Mulai dari printer buat print buku TA, cooling pad biar Delia ngga hang mulu karena kepanasan, mouse yang enak, dan yang bantu benerin error, nungguin deploy dan segala macemnya. Ah thank you so so so much, Tiko your help was just priceless! Juga buat Devita Ike yang walaupun udah sidang duluan bareng sama Tiko tetep mau bantu ini itu, dirempongin mulu. 

Buat M. Rizal Firdaus alias Rizal Tarmizie alias Ijal juga makasih udah beliin mizone buat penguji gw, hahaha. Anyway ada insiden kocak sama mantan Kahim Elektro dan Komunikasi ini. Pas doi dateng, ruangan dikunci karena lagi ada sidang. Nah karena ngga tahu, main dorong aja pintunya sampe akhirnya ngebuka dengan sangat berisik. Dorong, kalo gamau disebut dobrak. Wahahaha. Pak Seno nengok trus bilang "Mas, keluar." Waaaa Ijaaal... pasti malu banget. Jauh-jauh dari Jakarta, ntah appaun alesan lo ke Bandung yang cuma sehari, gw tetep nganggep lo dateng ke Bandung buat nonton sidang gw. Makasih!! Dan juga personel grup 'mendadak penting' yang lain, Afdan Zamil, makasih juga beliin nasi padang super enak sama bawain kopi. Akhirnya gw bisa makan hari itu fufufuu.. 

Dan makasih buat semua pihak yang ngga bisa gw sebutkan satu-satu. Eheheheee...Orang-orang baik yang Allah kirim buat gw, yang menyemangati dan menguatkan, baik langsung maupun via sosmed, whatsapp, sms dsb. It means so much to me! <3

Alhamdulillah ya Allah. Kau ijinkan aku lulus dan segera memenuhi mimpi-mimpi yang lain. Alhamdulillah, Kau ijinkan aku segera berkarya lebih nyata. Mungkin bukan kemudahan bentuk pertolongan yang Allah berikan, tapi kekuatan. Semoga ilmu dan gelar yang gw dapet bisa menjadi bentuk kontribusi positif untuk Indonesia dan dunia. In syaa Allah :star
postingan dosen pembimbing di grup Content and System Development Group Research
postingan di grup Accel's Zone (SMA)

postingan di grup Sistem Informasi IT Telkom

Puisi Terakhir WS Rendra, Makna Sebuah Titipan

Saturday, June 15, 2013
Not much saying so here we go, the last masterpiece by one of my most favorite poet. Rendra wrote this poem while he was hospitalized back then on July 2009 and was helped by his friend, Adi Kurdi (oh you remember him? Selamat pagi emak.. Selamat pagi Abah.. Yeaaah he was the Abah in Keluarga Cemara) ^_^ Have a good read, read this poem carefully so you will get the essence, something Rendra trying to say.

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku…
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan…
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya…
Bahwa rumahku hanya titipan-Nya…
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya…
Tapi, mengapa aku tak pernah bertanya…
Mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan  kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah…
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka…

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita…
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsu…
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan, seolah semua ‘derita’ adalah hukuman bagiku…
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika…
Aku rajin beribadah, maka selayaknya derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku…

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih…
Kuminta Dia membalas ‘perlakuan baikku’, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku…
“Ya Allah, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah…
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Untuk 17 Manusia Hebat dan Pendidik Kami

Friday, June 07, 2013
Di tengah UAS yang melanda kehidupan perkuliahanku, kalian tau, tiba-tiba kemalasan melandaku dengan begitu dahsyat malam itu. Tiba-tiba aku benar-benar kenyang melihat text-book, diktat kuliah, slide dosen, soal-soal, kalkulator dan itu berarti aku lebih kenyang melihat tulisan di catatanku yang acak adut.

Ku buka laptop kesayanganku, tanganku tersangkut di sebuah folder video: Aksel. Lalu kuputar lagi satu demi satu potongan-potongan kehidupan SMA kita. Memoryku masih segar mengingat masa-masa itu, kala tiap pagi aku berlari dari kosan ke sekolah karena telat bersama sahabatku yg jenius tapi pemalas. Bayangan istirahat di kelas kita yang sejuk ber-AC, segar ber-dispenser, nyaman ber-TV, masih lekat. Jam kelas kita dengan gambar bunga terbingkai rapi di sudut kiri atas pintu depan kelas kita. Dua puluh meja besar dengan kursi sintetisnya tertata miring tak jelas : delapan belas tersusun sekehendak hati kita entah itu memutar, U, melingkar, seperti gerbong atau dua-dua; dua meja di belakang tempat kita meletakkan gelas dan inventaris kelas kita yang juga tak jelas. OHP bertengger nyaman di dekat jendela, bersisian dengan lemari tempat komputer aksel terletak, dan OHP itu benar-benar sangat berguna bagi beberapa dari kita sebagai tempat untuk mengecek apakah bedak Gohnson’s tertempel rata di wajah mereka.

Aku masih ingat kala itu, pertama kali kelas besar itu hanya terisi delapan orang, lalu hari demi hari, akhirnya kelas itu terisi oleh dua puluh karakter yang kemudian tereduksi menjadi delapan belas.
Aku yakin beberapa dari kalian pasti masih lekat juga dengan bayangan itu. Saat pak Joko masuk ke kelas membawa lembaran-lembaran yang bagaikan lubang buaya bagi kita yang belum belajar Integral dan diferensial, atau aku yang bergidik melihat pak Pranata membawa buku Fisika semester 5 yang tebalnya dua centimeter. Atau kita yang berlomba datang pagi untuk mendapat tempat strategis untuk melancarkan strategi perang kita : datang pagi, duduk di pojok belakang dengan geng contek-contekan di kanan-kiri*walaupun ini sering hanya teori karena bapak ibu guru bisa melihat tiap gerak kita dengan begitu detail. Atau pelajaran Biologi bu Kusnapsiyah yang menyenangkan dan kalian akan melihat kepalaku tertunduk dengan mata lima watt. Atau praktik membuat telur asin kita, ingat? Dan yang paling ku suka, Bahasa Indonesia kelas kita, membuat cerpen, debat, drama radio, drama, visualisasi puisi, menulis puisi.. Atau PKn yang dengan diktat andalannya bu Kun menjelaskan kepada kita pentingnya rasa berbangsa dan bernegara. Pak Herman yang membuat jantung beberapa dari kita berdebar begitu keras : ditunjuk membaca Al-Quran, atau menjawab unexpected questions. Atau Olah Raga yang agak tidak menyenangkan bagiku karena beberapa kali aku cedera*tulang naik dan tempurung geser, ingat? Yang karena itu kalian harus membantuku berjalan, mendorongku dengan kursi guru yang beroda. Atau Geografi yang penuh presentasi dan menyenangkan tapi menjadi berat saat UTS dan UAS. Atau Ekonomi yang dibawakan bu Saptati dengan penuh wibawa. Atau pak Budi Tauladan dengan ‘yah’-nya yang ratusan kali dalam satu jam pelajaran namun membuat kita mencintai sejarah*Historia Vitae Magistra*. Atau Bahasa Inggris yang teramat sangat menyenangkan bersama Miss Erka dan pak Aziz selama dua tahun yang berharga itu. Atau Kimia yang dibawakan pak Roto dengan begitu cepat atau bu Niken yang begitu detail. Dan kalau kalian masih ingat, yang dalam bayanganku masih lekat, pak Aji yang menjelaskan Biologi-nya dengan terperinci, lucu, tidak membosankan dan langsung bisa kita cerna(semoga semua amal baik beliau diterima Allah SWT).

Dan lambat laun semuanya berlalu. Ulangan, pelajaran tambahan, apresiasi seni yang menyenangkan, table manner, wisata ke Bali, UAS, perpisahan..

Kalau kalian sadar, karakter yang kita bangun saat masa-masa itu tak lepas dari peran mereka. Mereka yang mendidik dan mendampingi kita, membimbing, mengingatkan kesalahan kita. Dan saat ini aku baru sadar, sudah satu setengah tahun kita meninggalkan kelas kita yang indah itu dan dalam satu setengah tahun itu aku yakin kita telah menemukan jalan kita masing-masing, kesuksesan kita masing-masing yang mungkin dulu masih bersembunyi di kantong seragam OSIS kita. Tapi sekarang, tak ada seragam OSIS yang berarti kesuksesan kita sudah tidak tekekang lagi*hee maap agak maksa analoginya*

Dan kalau kita renungi bersama, apa kita pernah, sekadar silaturahim kepada pahlawan-pahlawan masa SMA kita? Kita bahkan kalah dengan teman-teman kita dari reguler yang tiap tahun mengenang masa-masa SMA secara lengkap bersama pahlawan mereka.

Kepada bapak, ibu guru yang membimbing kami menuju jalan kesuksesan kami selama dua tahun, kamu ucapkan terima kasih, terima kasih yang tak terhingga. Terima kasih yang mungkin tak bisa kami realisasikan begitu nyata. Terima kasih yang selama ini masih tersembunyi dalam hati kami.

Kami ingin bapak dan ibu guru kami, yang teristimewa bagi kami, yang tak akan pernah kami lupakan jasa-jasanya, yang telah, masih dan akan tetap lekat dalam bayangan kami, menjadi saksi keberhasilan didikannya dulu...


wisuda kelulusan 2008
di-copy paste dari notes Facebook Rahma Djati Kusuma 10 Januari 2010 "Masa-Masa Itu.."

Untuk 17 sahabat hebatku: Farida, Gandes Puspita Wangi, Hanny Tyas Septaningrum, Imam Bachtiar, Marissa Rahmadhany, Nur Eliyati Rahmah, Nurul Kurnia Sari, Mukti Widodo, Munadiyan Nurhuda, Ratih Chandra Pertiwi, Ria Hastri Rahmawati, Roshamur Cahyan Forestrania, Suci Trisnaeni, Tavinda Inggried Anindya, Swastika Dewi, Tian Nugraheni dan Yusak Krisnanda Sihotang; semoga kesehatan, kecukupan dan kelapangan hati senantiasa ada dalam tiap hari kalian.

Dan untuk pahlawan-pahlawan kami, pendidik kami di SMA N 1 Purworejo, teriring salam dan doa terbaik. Bahwa tanpa bapak dan ibu semua, tak akan pernah ada cerita 18 dari kami menjadi seperti kini.


buka bersama 2013 harus lebih rame dari ini, harga mati!
Sampai jumpa di Buka Bersama 2013. Tak sabar rasanya ingin bertemu, mendengar cerita sukses masing-masing dengan bahasa kita yang tidak berubah pun setelah 7 tahun berlalu sejak pertama kita menginjak kelas itu. Bahkan mungkin candaan semacam ini masih akan ada.

Salam rindu dari Bandung, untuk 17 penjuru dimanapun kalian berada <3

High-School Sick Stadium 4!

Wednesday, June 05, 2013
menjelang karnaval 2007, inget?
betapa polosnya kita..dan betapa kurusnya Mumun :P
ini traktiran di Dargo, inget?
dan Mukti sing kulino banget jempalitan


struktur organisasi abadi :mj

ini pelajaran Bahasa Indonesia, presentasi drama radio. Eh ada Mumun eh ada Tika :rainbow


klebus -_-
awaaaal banget, aduh kocak

tangga keramat samping ruang pak Parman awawaw
ini table manner :S

entah, kurang keren apa lagi coba!

jenguk putra pertama bu Kun :D

"Iki pancen lucu soale dho ra ngerti nek iki sakjane gambar Mondo Mini Show alias Happy Tree Friends" wew

foto, foto everywhere!
 

menjelang buka bersama di panti asuhan, 2010


buka bersama di panti asuhan <3

buka bersama 2011
sukaaaa foto iniiii sukaaaa <3

buka bersama 2012
 
di basecamp, rumah Tian, setelah buka bersama

 


Entah kenapa tiba-tiba kangen berat, lebih berat dari Mumun, kangen sama hari-hari kita dua tahun dulu. 7 tahun berlalu sejak pertama kali menjejakkan kaki di ruang kelas itu, 5 tahun berlalu sejak pelukan berair mata usai wisuda kelulusan itu.

Tapi bahkan aku masih sejelas ini ingat setiap dari kalian, di pelajaran Matematika pak Joko, Biologi bu Kus, PKn bu Kun, Fisika pak Pranata, Bahasa Indonesia pak Nardi & bu Inem, English pak Aziz & Mrs. Erka, dan tentu saja Kimia bu Niken & pak Roto; dimana di hampir setiap hari ada adegan aku tidur di kelas, lalu berusaha cuci muka yang biasanya nggak mempan.

Orang bilang masa SMA masa paling indah dengan segudang kegiatannya, tapi buatku masa SMA menjadi paling indah karena bisa mengenal 17 orang hebat yang nantinya akan berkontribusi banyak untuk kemajuan negeri. 

Iya, lagi kangen berat ceritanya. Sebentar lagi Ramadhan, itu artinya sebentar lagi buka bersama. Harus banyakan! Harus lebih komplit dari tahun lalu! Mumpung semuanya masih single :mj

Sampai jumpa di buka bersama nanti!
Salam super kangen dari Bandung untuk 17 penjuru keluarga akselerasi angkatan pertama!

additional info: ditulis dengan agak theklak-thekluk, dengan Lembayung Bali, Malu Tapi Mau (Ecca), Unfaithful dan Kupu-Kupu (Melly Goeslaw) yang bikin tambah kangen suasana di kelas :D