jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Rumah Itu Bernama Steering Committee

Sunday, April 14, 2013

14 April 2012

Kring. Sms broadcast masuk bahwa gw harus hadir malam ini, 19.30 di gd E untuk pelantikan Steering Committee PDKT 2012. Apa daya, sms itu ngga bisa gw tindaklanjuti selain balasan singkat yang intinya gw ngga bisa dateng karena lagi di rumah. Pulang kampung. Besok Ibuk ulang tahun. Oh dan sebenarnya ada alasan lain yang membuat gw pulang ke rumah. Mencari ketenangan, apa lagi kalau bukan itu. 


Tepat malamnya, gw dapet sms lagi bahwa gw tercatat untuk bertugas di divisi humas. Well yeah. 
Zero expectation leads you to nothing but gratefulness. 

14 April 2013

Tepat satu tahun yang lalu kami mengikat janji. Tentu saja, gw mengikat janji itu sendiri. Di rumah. Janji untuk berbuat apapun yang terbaik, dengan usaha terbaik, kerjasama terbaik, ide-ide terbaik, interaksi terbaik, demi OC-OC terbaik, PDKT 2012 terbaik dan pengkaderan terbaik. 
See how time flies when you have fun, don’t you? 
Seorang teman sering berkata bahwa semua ini bukan kebetulan. Iya memang, ngga mungkin semua ini kebetulan. Tak ada kebetulan yang seindah dan sesempurna ini. Pasti sudah ada dalam garisNya bahwa gw akan mengenal dan bekerja dalam satu tim bersama 14 orang itu. Pasti sudah ada dalam garisNya bahwa keberadaan mereka ber-14 sedikit banyak mengubah gw, dan hidup gw. Yang lucu adalah menyadari bagaimana semua itu terjadi dengan begitu mengalir.

Home is place where you can find the warmth of a family by being your very self.

Maka bersama 14 orang ini, Allah tunjukkan seperti apa keluarga itu di tanah rantau (di hari-hari terakhir sebagai mahasiswa yang tak kunjung usai). Gw menemukan rumah, dimana gw selalu ingin kembali; untuk sekedar bertemu, bertukar cerita, berbagi tawa atau membicarakan apa yang pernah kami lalui. Setahun yang lalu, walaupun gw ngga dateng di momen-momen awal SC, mereka ber-14 bisa memberikan tempat terbaik yang bisa mereka berikan untuk orang baru yang sangat awam, dan itu hal pertama yang membuat gw merasa nyaman.


Orang boleh bilang apapun, orang bebas beropini apapun tentang ikatan ini. Mungkin di mata orang lain, ikatan ini tampak biasa, mungkin bisa disamakan dengan ikatan kepanitiaan lain. Tapi pun di semua kisah sejarah, pembaca dan saksi selalu tidak merasakan tawa, darah dan kepuasan seperti yang dirasakan pelaku sejarah.


Mulai dari rutinitas rapat membahas rekruitasi OC, rentetan wawancara OC yang dimulai dari 05.00 dan berakhir 21.00, pelantikan OC, lalu ada saat dimana kita masing-masing sibuk dengan tim masing-masing. Lalu kita berusaha bersinergi, memberikan energi terbaik demi PDKT 2012 dengan tetap tinggal di Dayeuhkolot saat teman-teman menghabiskan hari libur di rumah masing-masing. Kita menghabiskan hari libur di rumah bernama PDKT 2012. Lalu persiapan hari H, detik-detik hectic menjelang penyambutan dan persembahan untuk 2172 maba miba 2012. Hari H berakhir dan kita mempersiapkan laporan pertanggungjawaban atas apa yang kita kerjakan. Lalu sidang laporan kerja panitia. Lalu farewell party panitia. Ikatan ini pun bukannya berjalan lurus-lurus saja. Beberapa dari kita pernah menangis, beberapa dari kita pernah marah, beberapa dari kita pernah merasa tidak profesional. Tapi bukankah sebelum ada pelangi selalu ada hujan? Secepat itu semuanya berlalu. Rumah adalah tempat yang tak berkesudahan. Itu kenapa kita masih sering menyempatkan waktu untuk sekedar makan bersama, dan betah mengobrol berlama-lama. 


Terima kasih Allah, atas kesempatan menjadikan empatbelas orang hebat ini sebagai keluarga. Terima kasih Arfive Gandhi, Muhammad RizalFirdaus, Afdan Zamil, Tri Bagus Wicaksono, Primawan Satrio Bindono, DhityaFajar Prihantara, Alfi Pangestiawan, Andri Mardi, Siti Halimah, YolandaTrinoverly, Mediterasanti Anindita, Laila Kurniasari, Friska Riauni Ulfianita dan Syafinatul Fitri atas semua pembelajaran, inpirasi, tawa dan penerimaan atas seseorang bernama Rahma Djati Kusuma yang begitu impulsifnya. 

And every moment we share together, is even better than the moment before. If every day was as good today was, I can’t wait till tomorrow comes. (Westlife, Moments)

Semoga ikatan ini tetap terjaga, walaupun kita tak lagi bersama dan bisa bertatap setiap saat. Semoga selera tawa kita masih seiring, semoga kepedulian kita masih terikat, dan semoga kalian selalu terbuka untuk menjadi rumah untuk kembali.



Satu tahun pelantikan steering committee Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi 2012, dan semoga kita masih akan ingat 14 April-14 April tahun-tahun berikutnya.


For all SCs, I do love you all to the moon and back till the last mile of the way <3


Essay Daftar SC PDKT 2012-Rahma Djati.docx

Wednesday, April 10, 2013

Gd C lantai 2, 10 April 2013, 09.30. Setahun yang lalu, rangkaian hari-hari ini adalah rangkaian akhir proses rekruitasi Steering Committee PDKT 2012. Berniat mencari suatu file di Delia, gw menemukan file Essay Daftar SC PDKT 2012-Rahma Djati.docx. Aha! Lo tahu apa yang gw temukan! Here it is!

PDKT, Antara Pengenalan dan Pemahaman, dari 2008 ke 2012
Rahma Djati K.

PDKT, Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi. Tidak pernah terbersit sebelumnya singkatan ini akan melekat dekat. Sebelum Juli 2008, buatku, PDKT adalah pendekatan. Itu saja. Seketika makna PDKT menjadi jauh lebih dalam ketika aku menginjakkan kaki disini, di IT Telkom. Empat hari sarat makna, aku dipaksa menelan berbagai materi yang sama sekali baru. Tentang kampus baruku IT Telkom, tentang bagaimana menjadi mahasiswa, tentang hakikat menjadi mahasiswa, tentang gambaran kuliah nanti, tentang berbagai banyak hal. Terlalu banyak hal. Dan semua itu mengubahku. Sampai hari dimana aku mengikuti pra PDKT, aku masih teramat sangat belum yakin dengan pilihanku untuk disini. Lalu apa yang mengubah keyakinanku?

Director PDKT kala itu, dan Presiden Mahasiswa IT Telkom 2008. Ya, mereka.

Orasi-orasi singkat itu mengubahku. Seketika aku berpikir “Ya, ini pasti tempat terbaik untukku. Aku bangga menjadi bagian dari kampus biru muda ini.” Sesederhana itu.

Dan hampir empat tahun sudah momen itu berlalu walaupun masih lekat memang seperti apa suasananya. Sebentar lagi, PDKT 2012 akan menyambut harapan-harapan baru Indonesia, tunas bangsa dari kampus IT Telkom ini. Akan ada pula Rahma Rahma selanjutnya, bukan, bukan karena Rahma adalah orang hebat yang akan muncul penerusnya, bukan. Tapi akan ada pula orang-orang yang ragu-ragu dengan keputusan untuk disini. Dan PDKT adalah peluang terbesar mengubah mindset mereka.

Misi utamaku dalam PDKT 2012 ini tidak sedangkal memperkenalkan kampus pada mahasiswa baru. Ah, rasanya sekedar perkenalan saja sangat bisa dilakukan dengan browsing. PDKT jauh lebih dari itu, jauh lebih dari sekedar perkenalan. Yang ingin kubawa dalam PDKT 2012 adalah nilai-nilai. Nilai tentang kampus, nilai tentang menjadi seorang mahasiswa, nilai tentang berkehidupan di perantauan tanah Sunda, nilai tentang kepemilikan terhadap IT Telkom, dan nilai tentang keyakinan atas diri sendiri disinergikan dengan IT Telkom. Kenapa aku memilih membawa misi ini?  Karena nilai-nilai inilah yang akan membentuk mahasiswa IT Telkom sebagai generasi yang tangguh, bangga dengan almamater dan bisa membawa nama baik IT Telkom. 

Akan kujelaskan satu persatu disini.
Nilai tentang kampus. Apa yang terbayang? Ini bukan sekadar perkenalan struktur dan sejarah kampus putih biru kita. Bukan hanya ceramah-ceramah atau presentasi-presentasi, tapi penanaman paham pada mahasiswa baru akan IT Telkom. Penjabaran visi, misi, sejarah, struktur dan atribut-atribut kampus akan dibarengi dengan ajakan untuk merasa bersatu dengan kampus. Sinergi melahirkan kekuatan tak terduga, seperti 1 yang bersinergi dengan 1 menghasilkan 11 atau 20, dan bukan sekedar 2. Sinergi mahasiswa baru dengan IT Telkom sangat bisa dilakukan di tahap ini, sehingga mahasiswa bisa jauh lebih menghormati aturan kampus. Contoh paling sederhana dan utama adalah larangan merokok yang berpeluang ditaati 90% mahasiswa baru.

Nilai tentang menjadi seorang mahasiswa. Ya, mahasiswa bukan siswa. Mahasiswa adalah siswa yang maha. Kenapa di-maha-kan? Karena mahasiswa jauh lebih kompleks daripada siswa. Tugas mahasiswa untuk memenuhi tridarma perguruan tinggi tidak sesederhana tugas siswa untuk belajar dan menuntut ilmu saja. Mahasiswa adalah agen perubahan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dan melakukan riset selain melakukan pendalaman bidang ilmunya. Pola pikir ini harus tertanam pada mahasiswa, sehingga akan terlahir mahasiswa cerdas yang kritis pada keadaan sekeliling. Perluasan nilai-nilai ini adalah mahasiswa terdorong untuk aktif di kegiatan kemahasiswaan, bukan semata-mata mengejar TAK tapi karena mereka ingin mengeksplorasi diri mereka lebih dalam untuk berkarya buat masyarakat, minimal sekeliling.
Nilai tentang kehidupan perantauan di tanah Sunda. Ya, dimana tanah dijejak disitu langit dijunjung. Darimanapun kita, tanah yang sekarang kita injak adalah tanah Sunda dengan keunikan budayanya. Aku prihatin melihat kesenjangan antara mahasiswa dengan warga hanya karena minimnya interaksi. Minim interaksi? Ya, sebab utamanya adalah karena mahasiswa tidak merasa perlu mempelajari budaya Sunda. Paling sederhana, kenapa ada mahasiswa yang lewat tanpa sekedar ber-“punten”? karena mereka tidak cukup paham budaya Sunda. Aku selalu percaya, kita tetap makhluk sosial, seberapa maha-pun kita mahasiswa. Simbiosis mutualisme harus terjalin. Hubungan baik harus terjalin. 

Nilai tentang rasa kepemilikan atas kampus putih biru. Kenapa ini juga ku-usung? Karena dengan rasa memiliki kita akan terpanggil untuk menjaga nama baik almamater, berprestasi untuk membuktikan pada dunia bahwa almamater kita wajib diperhitungkan, dan dengan rasa memiliki, cinta akan tumbuh lebih dalam. Dengan rasa memiliki atas almamater, mahasiswa akan terdorong untuk lebih kenal dan menginternalisasi budaya dan nilai-nilai IT Telkom.

Terakhir, sinergi. Sinergi dari keyakinan pada diri sendiri dan IT Telkom. Materi ini menurutku sangat wajib diberikan saat PDKT, karena PDKT adalah gerbang pertama menjadi mahasiswa IT Telkom. Dengan adanya keyakinan pada diri sendiri yang disinergikan dengan IT Telkom, mahasiswa bisa meng-align visinya. Tujuan pribadi diselaraskan dengan apa yang kampus punya dan kampus bisa fasilitasi, lalu muncullah resolusi-resolusi dan langkah-langkah konkret. Hasilnya? Voila! Mahasiswa IT Telkom yang berprestasi, tidak hanya di sector akademik tapi juga di berbagai bidang lain, sosial misalnya.

PDKT harusnya bukan sekadar pengenalan tapi pemahaman, penanaman paham, yang dengan itu, mereka yang tidak yakin menjadi yakin. 

Aku pernah mendengar keluhan dari para cleaning services saat gathering CS yang diadakan kementrian Pengembangan Masyarakat BEM 2011 tentang mahasiswa 2010 dan 2011. Miris. Lupa sopan santun (atau malah tidak paham?), sebal sebul asap rokok di kampus, buang sampah sembarangan. Mahasiswa padahal. Kaum intelektual katanya. Seketika yang terlintas adalah, mungkin ini efek dari berbagai kelonggaran PDKT. Bukan aku ingin PDKT yang keras dan terlalu mengatur, tapi aku ingin PDKT yang lebih berkesan, yang nilai-nilainya bisa tersampaikan dengan sempurna. Yang kalau ada yang bolos sehari, atau melewatkan acara karena sakit dan harus ditangani medical team, penyesalan akan datang dengan sendirinya.

Tidak ada PDKT dalam PDKT? Nope! Sama sekali tidak setuju. Harus ada pendekatan dalam PDKT, pendekatan antara mahasiswa baru dengan kampusnya, dengan seniornya, dengan teman seangkatan seperjuangannya, dengan aturan dan budaya kampus, dengan rasa memiliki atas almamater, dengan semangat juang mahasiswa, dengan semangat berprestasi. 

Dengan segala ketersohoran PDKT, di tahun terakhir aku ingin menggenapkan pengabdian, di PDKT. 3,5 tahun di BEM tanpa pernah berpaling ke Himpunan, aku masih awam sebenarnya. Aku hanya bermodal keinginan, itu saja. Aku ingin membuat PDKT 2012 lebih berwarna, dengan warna yang ku dapat dari 3,5 tahun dipercaya menjalankan amanah di BEM. Tidak align-kah? Tidak sama sekali. Karena PDKT adalah proses pembentukan kader-kader mahasiswa unggulan IT Telkom, dan aku merasa BEM banyak memberiku keunggulan tanpa membuatku merasa unggul. 

Aku ingin menggenapkan pengabdian. Dengan membuat mereka yang tidak yakin menjadi yakin, dengan memperjuangkan pemahaman mereka atas nilai-nilai berkehidupan di IT Telkom, dengan memfasilitasi talenta-talenta muda IT Telkom untuk lebih tereksplor sebagai OC PDKT. 


Dan berbekal essay itu, gw tergabung dalam tim dengan 14 makhluk-makhluk hebat ini. Alhamdulillah!


Stop Infotainment! Stop Gosip!

Tuesday, April 09, 2013
“Hi lhah, acara tv isinya ngomongin orang kok ditonton. Ganti ah!”, kata Ibu sambil lewat depan tv yang lagi gw pantengin nonton infotainment sore. Dasar bandel, gw ngeles “Sekali-kali lah Buuuk, lagi bagus e ini beritanya.” Lalu Ibu pergi tanpa berkomentar.
Peringatan semacam itu sering gw dapat waktu gw SD dan SMP, karena gw masih tinggal tiap hari di rumah dan terpantau apa yang gw tonton. SMA ngekos, ada tv di kosan tapi ngga ada minat sama sekali nonton infotainment kecuali saat sekos heboh ngomongin berita tertentu yang lagi hawt-hawt-nya hihi. Well, dan sejak kuliah, ngekos tanpa tv, gw merasa hidup gw mulus-mulus aja tanpa infotainment. Tanpa rasa penasaran apapun, tanpa ikut stress kalo beritanya lagi ruwet, dan tanpa ada usaha browse di internet karena ngga bisa nonton di tv.

Berdasarkan pengamatan gw pribadi, masyarakat kita lebih heboh kalo ada berita miring dibanding berita yang lurus-lurus aja. Wajar sih, yang biasa emang kurang berkesan, mungkin. Kalau misal ada kejadian tertentu, media lebih seneng meliput sisi nggak wajarnya. Kenapa? Karena demand-nya tinggi. Buktinya, acara infotainment makin merebak. Jumlahnya makin banyak, jam tayangnya makin panjang. Ragam penyajiannya makin macem-macem. Kenapa? Karena masyarakat suka!  Gimana mau cerdas dan kritis kalo pagi-pagi abis subuh tontonannya infotainment! Agak siangan lagi, di stasiun tv sebelah, ada infotainment. Siangan, ada kupas tuntas satu topic satu jam. Setelah itu, di stasiun tv lain masih ada acara serupa. Sore jam-jam ashar, infotainment lagi. Segampang itu nonton infotainment.
Ketika kendali media bukan di tangan kita, satu-satunya kendali yang bisa kita pegang adalah filter. Filter berita dan acara-acara dari media, pasang jaring serapat dan seselektif mungkin!
Gw pernah baca, gossip adalah sesuatu tentang seseorang yang orang tersebut ngga suka kalau sesuatu itu disebut-sebut. Mau bener mau salah, tetep aja salah. Toh kalau bener jadi ghibah, kalau salah jadi fitnah. Kalau ngga mau diomongin orang, jangan ngomongin orang. Kalau ngga mau ngomongin orang, jangan denger berita yang memancing untuk ngomongin orang, infotainment misalnya.

Apa yang masuk ke kuping  bisa jadi gerbang untuk ngomongin hal serupa dalam bentuk yang sudah diolah otak kita. Olahan-olahan itu yang bikin kredibilitas gossip makin lama makin memudar. Waspada!

Stop nonton infotainment! Stop bergosip! Stop ngomongin orang! Kalau bukan mulai dari sekarang, kapan lagi? Kalau bukan mulai dari diri sendiri, siapa lagi?