jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Wanita Wajib Tahu: Through A Rapist Eyes

Wednesday, February 13, 2013

THROUGH A RAPIST EYES

Terinspirasi dari artikel di Facebook yang ditulis Ajay Paliwal, well if you ask me do I know him, actually I don’t know him at all. Seperti yang kita tahu, di India sedang marak protes atas kasus perkosaan yang emang banyak terjadi disana. Tulisan beliau itu didasarkan dari pengakuan para rapist (pemerkosa, yang selanjutnya akan gw sebut sebagai rapist karena entah kenapa rasanya ngga enak banget nulis pemerkosa) yang sangat insightful. Dan demi keamanan kita, kaum wanita, gw pengen share lagi apa yang udah gw baca.


Apa Yang Rapist Lihat Saat Mencari Korban?

  1. Rambut
    Hal pertama yang paling bisa menarik rapist buat ngejahatin wanita adalah rambutnya. Gaya rambut kuncur kuda, sanggul, atau dikepang paling favorit. Wanita berambut panjang juga. Kalo jeli, model rambut itu punya satu kesamaan yaitu gampang ditarik. Wanita dengan rambut pendek jarang jadi sasaran mereka.

    Ah makin bangga aja gw sama Islam yang mewajibkan wanita menutup auratnya dengan kerudung.
     
  2. Baju
    Baju yang gampang dibuka-lah yang rapist cari. Mereka ngga mau repot atau susah-susah kelamaan buka baju berlapis-lapis. Biasanya mereka bawa gunting buat motong pakaian. Whoa tambah prihatin aja sekarang makanya gw lihat hotpants merajalela, paha dipamerin kemana-mana.

    Lagi, makin bangga lagi sama Islam yang mengatur cara berpakaian wanita untuk menutup semua bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
     
  3. Ngga Fokus
    Rapist tertarik sama wanita yang jalan tapi ngga fokus sambil main hape, atau buka-buka tas/dompet nyari sesuatu atau sibuk hal lain. Ini karena dalam kondisi ngga fokus, proteksi atas diri sendiri kita menurun dan kita jadi gampang dijahatin.

    Nah berarti, akan jauh lebih aman seandainya pas jalan kita fokus aja jalan, terlebih kalo sendirian. Misal mau sms atau telepon, atau nyari sesuatu di tas, berhentilah, jangan sambil jalan.
     
  4. Tempat Parkir
    Di India, tempat utama penyerangan atas korban adalah di parkiran supermarket atau grocery, lalu tempat parker kantor, dan tempat peristirahatan umum. Kenapa tempat-tempat ini? Karena rapist mencari korban yang gampang ditangkap tanpa harus kuatir banyak yang ngelihat yang berpotensi bahaya buat mereka.
     
  5. Jangan diem kalo ketangkep!
    Kalo udah terlanjur ketangkap, jangan diem. Lawan apapun bentuknya! Ini karena sebenernya mereka ngga mau ambil risiko besar dengan membuang waktu ngeladenin perlawanan yang bisa bikin orang lain tahu kalo rapist lagi jahatin kita. Lawan apapun bentuknya! Mungkin setelah satu atau dua menit, dia akan sadar kalo terus ngeladenin perlawanan kita itu sia-sia dan dia akan ninggalin kita tanpa jadi ngejahatin.
     
  6. Payung atau benda sejenis
    Mereka mengakui bahwa wanita yang bawa payung atau benda sejenis yang bisa digunakan dari jarak jauh sebagai senjata untuk melawan bukan target mereka.
     
  7. Kunci atau benda kecil bukan senjata yang jitu karena untuk make senjata ini, kita harus berada dalam jarak dekat dengan mereka dan ini bahaya. Benda kecil yang tadinya sering gw pikir manfaat sebagai senjata adalah garpu, tapi pun untuk menggunakan garpu kita harus berada dalam jarak dekat dengan para penjahat itu.

sumber

Wanita Wajib Ingat!!

  1. Kalau ada orang mencurigakan yang ngikutin dari belakang atau bergelagat mencurigakan, ajak ngobrol atau tanya. Biasanya di tangga, atau lift atau escalator atau di trotoar, bisa di mana aja. Tanyakan pertanyaan ringan kaya “Sekarang jam berapa?” atau “Di luar hujan deres ya.”atau pertanyaan umum ringan lainnya. Tanyakan dengan melihat mata dan wajah mereka. Dengan begitu, mereka akan kehilangan selera ngejahatin kita.
  2. Kalau penjahatnya udah terlanjur narik tangan atau rambut lalu mengunci kita dengan posisi yang susah lepas atau lari, teriak! Lawan, apapun bentuknya! Yang mereka cari adalah target yang gampang. Dengan teriak, mereka akan melepaskan dan menyudahi modus kejahatannya karena takut ketangkep orang. 
  3. Semprotan merica. Kalau ada semprotan merica atau gas air mata atau benda serupa, jangan dianggurin di dalam tas. Semprot!! Di jaman dimana kejahatan ada dimana-mana dan banyak wanita jadi korbannya, bubuk merica atau semprotan serupa bisa jadi benda wajib yang harus dibawa kemana-mana. 
  4. Kalau tiba-tiba ada yang nangkep kita dari belakang dengan mengunci pinggang kita, pukul tangannya antara siku dengan ketiak, atau paha sekeras-kerasnya. Katanya mukul di daerah sini bisa sakit banget hoho. 
  5. Setelah sukses dengan pukulan keras pertama, kunci pahanya biar dia susah gerak. Di sinetron-sinetron, diceritakan kalau kita melawan dan menyakiti penjahat dia akan marah dan balik menjahati kita lebih parah. Faktanya, para rapist mengaku bahwa mereka justru ngga suka dilawan apalagi sampe harus kesusahan atau kesakitan. Mereka ngga suka target yang menyusahkan. Maka susahkan mereka, dan kita aman dari serangan selanjutnya. 
  6. Kalau mereka mulai beraksi dengan tangannya, ambil dua jari mereka dan tarik sekenceng-kencengnya ke belakang, ke arah yang berbalikan dengan posisi tangan menggenggam. Serangan balik ini udah diuji coba sampai jari hampir menyentuh permukaan tangan dan hasilnya mereka berlutut karena berasa tulang hampir patah.
  7. Klasik. Jangan pergi sendirian terlebih ke tempat yang berbahaya atau potensial bahaya. Perhatikan sekeliling. Latih refleks kalau ada orang dengan gerak gerik mencurigakan.

Daaan, ingat juga hal-hal berikut:

Di bawah ini mungkin hal-hal yang kita udah tahu tapi sering lupa. Semoga dengan ditulis disini, ngga ada lagi wanita yang lupa dan lebih aware kalau menghadapi situasi serupa. 
  1. Tips dari Tae Kwon Do: siku adalah bagian terkuat dari tubuh. Selagi siku bisa digunakan untuk menyerang, gunakan!
  2. Pelajaran dari tourist guide di New Orleans: kalau pencopet mau minta tas atau dompet, jangan kasih langsung. Lempar! Lempar tas atau benda yang diminta. Mereka lebih tertarik untuk ngejar benda itu daripada ngejar kita si empunya benda. Lempar sejauh-jauhnya dan langsung lari secepet-cepetnya ke arah berlawanan! 
  3. Kalau kita disekap di dalam mobil dengan peti atau mobil box, tendang pintunya dan melambai-lambailah, makin terlihat kaya orang gila, makin menarik perhatian orang. Si sopir ngga akan lihat apa yang kita lakukan, tapi orang lain akan melihat. Trik ini berhasil menyelamatkan banyak nyawa. 
  4. Wanita hobi duduk diem di dalam mobil setelah belanja, sekedar untuk balesin whatsapp, bbm atau sms, update twitter atau ngebaca struk belanja ngecek satu-satu. Jangan lakukan ini, terlebih kalau sendirian! Predator akan melihat wanita yang melakukan hal ini sebagai mangsa empuk, layaknya kelinci untuk serigala. Mereka bisa langsung masuk, duduk di kursi penumpang dan nodong pake senjata. Jadi, segera setelah masuk mobil, jalan!
  5. Kalau naik taksi atau angkutan umum, kasihtau salah seorang temen misal nomer identitas supir taksinya, in case terjadi sesuatu. 

Di Indonesia mungkin tingkat kriminalnya di bawah India, tapi itu bukan berarti kita bisa santai-santai aja ngga waspada. Ini juga kenapa gw dulu berprinsip wanita harus jago beladiri karena kita ngga bisa terus bergantung pada bantuan orang lain.


Dan terakhir, soal pakaian. Gw ngga paham sejak kapan di Indonesia pergi ke mall, makan atau sekedar jalan pakaian minim ala pantai bisa dipake dengan nyamannya. Hey hey hey mana budaya ketimuran kita? Hotpants, tank top, rok mini, apapun lagi itu namanya, bukan tempatnya untuk dipakai di tempat umum. Apa yang mau dipamerin? Mau kasih lihat kalo punya badan yang bagus ke orang lain? Biar apa dipamer-pamerin? Bangga? Di pasar aja kalau beli makanan kita pilih yang masih kebungkus rapet, bukan yang udah kebuka yang bisa dipegang orang atau dihinggapi lalat. Masa badan sendiri dibuka-buka bisa dilihat orang, kalah dong sama makanan pasar. Paling ngga paham sama sepasang suami istri yang jalan misal ke mall, dan si istri pakai pakaian super terbuka, kaya ikhlas banget istrinya dilihat orang lain. Duh.


Betapa sempurnanya agama terakhir yang mengatur segala hal sampai sedetail-detailnya, termasuk dalam berpakaian bagi kita kaum hawa.


Semoga ngga ada lagi wanita yang jadi korban kejahatan, semoga ngga ada lagi penjahat-penjahat yang melancarkan modusnya.

#GerakanMenutupAurat Kisah Datangnya Hidayah

Friday, February 08, 2013

  1. Tergerak dr tweet senior SMA kemarin tentang alasan berjilbab, saya juga mau share sedikit cerita yg (semoga) inspiring
  2. Sebenernya, orang tua udah bilang "Ma pake kerudung ya nanti SMA." tapi dasar sayanya bandel, saya ngotot nggak mau  
  3. Sampailah masuk SMA, saya belum berjilbab. Sangat tomboy bahkan. Dua bulan di SMA, masih nyaman dg ketomboy-an itu  
  4. Rambut pendek, kemana-mana pake celana gombrang 7/8 dan kaos. Untungnya, saya ngga boleh pake baju ketat sama orangtua  
  5. Lalu saya mengalami Ramadhan pertama di SMA. Semua siswi muslim wajib berjilbab selama sebulan penuh Ramadhan.
  6.  Di hari sekolah biasa, setiap Sabtu dan hari dimana ada pelajaran agama Islam, siswi muslim juga wajib berjilbab.
  7.  Maka di Ramadhan 2006 itu saya tiap ke sekolah memakai jilbab. Selebihnya, les dan main masih dengan penampilan default
  8.  Sampai terjadilah insiden memalukan itu. Memalukan tapi mendatangkan hidayah buat saya.
  9.  Saya ke salon mau potong rambut, dan terjadilah dialog dg ibu tukang salon. R = Rahma. IS = Ibu Salon.
  10.  R: Bu mau potoong | IS: Waduh mbak, saya mau kondangan (IS udah berpenampilan kece berseragam, rupanya mau qasidahan)
  11.  IS: eh gapapa deh bisa, yok masuk mbak. | Lalu rambut saya dipotong. Daaaaan..... Ga sampe 5 menit udah selesai
  12.  Hasilnya rambut saya kaya helm. Kaya kepala dipasang gayung trus dipotong rata gayung :$
  13.  Sejak itu di kelas saya dipanggil Rahma Helm. Disaster bener-bener disaster. Tapi dari sini hidayah datang :)
  14.  Krn (agak) malu, saya akhirnya pake jilbab kemana-mana. Trus saya ke guru agama, nanya terkait alasan awal pake jilbab
  15.  "Gpp. Yang penting skg Rahma ud pake jilbab, alhamdulillah. Krn udah tau, niatnya dibenerin dr sekarang ya" -guru agama
  16.  Dan ya, sejak itu, bubye Rahma Helm si tomboy berambut pendek yg kemana-mana pake celana 7/8!
  17.  Itu transformasi pertama saya ttg berjilbab. Dan ada transformasi kedua, yg lebih complicated dan terasa berat di awal
  18.  April 2012, saya tergabung di kepanitiaan , dari situ hidayah (sekali lagi) saya temukan
  19. Dulu, kerudung paris selapis dan jeans ketat jadi andalan kemana-mana. Atasan mix and match, simple! Kaos kaki kl inget  
  20. Di PDKT, cara berpakaian diatur. Kerudung satu jengkal & ga transparan (paris dobel masih transparan bo ternyata!)
  21. Di PDKT, ga boleh pake celana, harus rok. Saya awalnya kesel sama aturan ini. Terlalu jauh masuk ke kehidupan pribadi
  22.  Tapi, posisi sbg SC yg dituakan oleh OC membuat saya ga bisa frontal bilang ga setuju atau kesel sama aturan PDKT
  23.  Akhirnya ceritalah saya sama SC-SC lain yg tanpa diatur aturan pakaian PDKT pun udah kaya gitu: kerudung panjang & rok.
  24.  Eeh maksudnya SC SC ciwi ciwi, SC putri.
  25.  Like a slap in the head! Aturan itu sebenernya emang wajib, bahwa kerudung harus menjulur menutup dada & ga transparan
  26.  Aturan rok juga, bahwa dg rok, saya terhindar dari pakaian yg membentuk lekuk tubuh. OH BARU PAHAM
  27.  Dan sejak itu, kaos kaki juga selalu pake. Tararaang! Kerudung panjang, rok & kaos kaki. This is the new me!
  28. Banyak banget yg ngga percaya saya pensiun pake celana dan manjangin kerudung. Ga heran sih, biasanya pecicilan emang  
  29. Paling salah tingkah dan gatau musti gimana kalo dibilang "Ciee teteh mentor~" Ha! Saya bahkan bukan mentor
  30.  Atau ditanya-tanya, ikut organisasi Islam yang mana sekarang. Ha! Saya ga ikutan apa-apa :$
  31.  Ada juga yg nanya "Ma, kamu gapapa kan? yakin gapapa?" pas pertama lihat saya pake kerudung panjang. Seaneh itukah?
  32.  Atau "Cieee SC PDKT langsung gede lah kerudungnya." Yaampun, agak sakit lho denger komentarkaya gitu
  33.  Alhamdulillah saya punya temen2 yg selalu bisa menguatkan di saat-saat rentan kaya gitu. Keluarga SC terutama
  34.  Maka mantaplah saya. Ini bukan soal aturan PDKT, bukan soal jadi SC harus bisa kasih teladan buat OC, ini HARUS
  35.  Hidayah bisa datang dari mana aja, buat saya, hidayah datang dari rambut batok dan PDKT 2012
  36.  Ternyata, pake kerudung panjang ga seriweuh yg saya kira. Dan ga sehoror yg saya pikir dulu.
  37.  Dulu, saya meng-identik-kan kerudung panjang sama mentor-mentor atau aktivis organisasi Islam.
  38. Itu kenapa saya gamau pake kerudung panjang, alasan pertama. Gamau dianggep aktivis org Islam, bahkan gamau disama2in
  39.  Saya pengen jadi muslim apa adanya, yang biasa aja, kerudung biasa aja, celana juga. Paris selapis selalu juara. DULU.
  40.  Ternyata, "biasa aja" yg ada di mindset saya itu salah. Kenapa harus biasa aja kalo tau ada yang luar biasa?
  41.  Dari sekedar tahu jadi paham. Dari ga pengen sama sekali jadi pengen banget. Itu yg saya rasain ttg berkerudung panjang
  42.  Merembet lah pemahaman saya. Boncengan dengan lawan jenis. Ini awalnya aturan juga yg saya ga setuju
  43.  Susah pasti kalo boncengan aja diatur, gaboleh sama lawan jenis. Ajaib kan aturan ospek kampus saya? hihi
  44.  Syukur. Saya punya teman2 yg lebih ajaib yg siap membantu, nganter kemana saya butuh tanpa harus boncengan sama cowo
  45.   salah satunya, wanita perkasa yg saat itu selalu siap membantu & mengantar,ga harus boncengan sama cowo.
  46.  Persis. Awalnya terpaksa krn aturan, tapi akhirnya jadi paham. Boncengan dg lawan jenis itu ga boleh.
  47.  Ini juga lumayan kontroversial *tsaah. Banyak yg nanyain & ga percaya sama gamau boncengan sama cowo lagi
  48.  Ada juga yg memandang sinis. Ah bukankah dalam tiap perubahan ke arah lebih baik pasti ada yg menentang?
  49.  "Ih kerudung ngapain harus panjang si. Kaya anak XXX aja." XXX refers to organisasi2 Islam. Nah loh, bimbang lah saya
  50. Maap maap, barusan sinyal blank hihi. Yak lanjut lah ya lanjuut :D
  51. Aturan kerudung kan cuma ada di Islam, trus salah ya kalo aturan dibikin berdasarkan hukum jilbab di Islam?
  52.  Insight pada tweet sebelum ini terinspirasi dari OC , . Bener banget!
  53.  Kalo bukan dr Islam, aturan kerudung mau berdasarkan apa lagi? Jd aturan kerudung panjang sebenernya bukan aturan PDKT
  54.  Gerah, ribet dan ga bebas, atau jadi nambah cucian. Alasan kedua saya gamau pake kerudung panjang, dulu
  55.  Ternyata? NO WAY! Ribet panjang? Sama sekali engga! Gerah? Sama aja rasanya sm pake kerudung selapis paris.
  56.  Ga bebas? Justru dg kerudung panjang, lebih bebas gerak krn tubuh lebih tertutup. Ga kuatir leher keliatan & tersingkap
  57.  Dan dg rok, ga ada lagi tuh kuatir celana jeans melorot pas buat jongkok sampe keliatan pantatnya. Aman bok ternyata!
  58.  Oiya, rok lagi. Ga bebas? Ah ngga juga. Saya pake rok tapi masih suka bonceng lurus tuh, ngga miring.
  59.  Justru koleksi celana yg ketat bisa dijadiin daleman rok, jadi ga kesingkap roknya, dan ga menggelembung gendut haha
  60.  Orang bilang untuk pake kerudung panjang & stop celana itu susah, butuh persiapan matang. Kata saya: ah ngga juga
  61.  Krn tahu itu wajib, saya jalanin dulu, pahamnya sambil jalan. Asal ada niat baik utk berubah, Allah pasti kasih jalan
  62.  Sekarang sebenernya seneng lihat banyak yg pake kerudung. Jadi trend malah. Tapiiii.. agak sedih juga
  63.  Sedihnya ini setelah saya ngerti gimana pake jilbab yg seharusnya which is baru baru ini
  64.  Paling simple turban & model pake pashmina. Cantik dilihat, tapi ternyata ada yang cross sama aturan seharusnya
  65.  Well, yang ini udah buanyak yg share lah ya, punuk unta lah, menyerupai rambut lah. Begitukah berjilbab yg seharusnya?
  66.  Saya juga punya bisnis kerudung, makanya agak waswas & hatihati sama trend skg: punuk unta, transparan atau kaya rambut
  67.  "Jangan lihat apa yg masih terbuka, lihat apa yg sudah tertutup." kata (dulu). Tapi harus ada usaha dong
  68.  Harus ada usaha menyempurnakan menutup aurat. Menjulurkan kerudung menutup dada, ga transparan, ga punuk unta
  69.  Dulu, saya pake kerudung tapi doyan pake kaos yang lengannya 3/4 sisanya tangan keliatan. Oh ternyata aurat itu tangan
  70.  Kita berasa biasa aja lihat wanita berkerudung dg lengan keliatan krn itu yg terjadi di masyarakat kita
  71.  Itu yg namanya pembenaran. Salah tapi dianggap benar. Lengan harus ditutup ternyata ooo. Oke, saya stop kaos lengan 3/4
  72.  Kaos kaki juga. Kaki (ternyata) aurat yg harus ditutup. Dulu biasa aja ga pake kaos kaki padahal.
  73.  Malah dulu suka gulung celana sampe betis hahaha, duh masa jahiliyah saya. Ternyata oh ternyata itu aurat juga!
  74.  Ngga terlalu susah untuk membiasakan. Lama-lama, krn kebiasaan, risih kalo ga pake kaos kaki atau lengan masih kebuka.
  75.  Jadi, buat saya, menutup aurat itu bukan masalah aturan melainkan keharusan sbg muslimah
  76.  Setelah tahu, saya nggak lagi pura-pura ngga tahu. Oh dulu saya sempet pura-pura gatau biar ga usah patuh aturan hoho
  77.  Malah sempet "Mending gausah tahu aja ya biar ga repot dosa kalo ga ngejalanin." Dhuaarrr!!
  78.  Tahu dan paham akan ilmu itu nikmat, banget (ternyata). Dan wajib juga kan mencari tahu, mencari ilmu
  79.  Jilbab ini salah satu bekal setelah mati, mau bekalnya nanggung? udah dikit, ngga komplit pula. Saya yakin gada yg mau
  80.  Kalo dipikir, ucapan terimakasih ga akan cukup buat semua SC & OC , krn dari mereka hidayah kedua saya turun
  81.  Oiya.. ada alasan lagi di balik transformasi saya ini hihihi
  82.  Allah menjanjikan wanita baik untuk lelaki baik dan sebaliknya. Saya pengen dapet lelaki baik, salah satu caranya, ini.
  83.  Dan yaak, parameter baik itu relatif tiap orang. Setuju. Tapi baik di sisi Allah itu ngga relatif kan?
  84. Saat memutuskan berkerudung panjang, rok & kaos kaki ini saya juga sambil berdoa smg nantinya dapet lelaki baik wohoo
  85.  Siapin hati dulu baru panjangin kerudung. Ga setuju. Coba dulu, rasain dulu, baru komentar. Kesiapan hati itu ngikut.
  86.  Salah satu hal yg bikin saya ga merasa proses ini terlalu berat adalah lingkungan. Ngaruh banget.
  87.  Bukan berarti pilih-pilih temen, tapi temen yg bisa bikin kita deket sama Allah itu bener2 priceless.
  88.  Jadi.... tunggu apa lagi, saudari-saudariku yang cantik dan baik hatinya, calon istri & ibu idaman ayo sukseskan
  89.  Julurkan kerudung menutup dada, pastikan ngga transparan, ngga pake punuk unta, ngga membentuk lekuk tubuh
  90.  Oiya kerudung membentuk lekuk tubuh bisa dari ciput arab yg lehernya ngebentuk krn pashmina ngga nutup leher
  91.  Pensiunkan celana-celana (ketat), kaos kaki jangan kelupaan, pastikan lengan tertutup sempurna
  92.  Nunggu nanti-nanti atau seminggu lagi. Bahkan umur tak ada yg tahu, bisa aja besok disapa malaikat maut
  93.  One last thing. Hidayah bukan ditunggu tapi dijemput. Kalo gatau, tanya. Kalo ragu, pastikan. Harus ada effort lebih
  94.  Jangan pernah khawatir cantiknya hilang atau berkurang dg menyempurnakan tutup aurat. Cantik kan relatif
  95.  Kalo dilihat cowo yg mikir ga bener, pasti yang kebuka-buka lebih cantik jauuh. Kalo dilihat pake kacamata Islam, beda!
  96.  Maka jaga aurat untuk yang berhak saja. Beauty comes from within, indeed.
  97.  Semoga share saya yg (ternyata) super panjang ini manfaat ya, saudari2ku. Saya pun masih belajar.
  98.  Sekian.. dan terima kasih sudah menyimak, meretweet, dan bantu share . Yang mau share juga, boleh banget! *ngos ngosan*
wuiih gw sampe kena limit dan ngga bisa ngetweet lagi setelah balesin mention. Ternyata share #GerakanMenutupAurat doang udah 97 tweets. Semuanya berdasarkan kisah nyata, ditulis dengan sangat jujur dan semoga bisa ngasih manfaat dari akun twitter
<3 Yak dan gw pun sedang belajar. Semoga bermanfaat :)

You might also read this short story, Mbak Lala Mau Pake Jilbab :)