jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan

Dreams (yet) Come True, a Note for My Brother

Thursday, June 28, 2012
Telepon ba’da Maghrib itu terdengar biasa sampai Ibu bercerita. Hari itu, Sabtu 23 Juni 2012. Ngga, tentu Ibu bukan ngebahas Westlife yang ngadain farewell concert hari itu, ini sesuatu yang lebih penting.

  “Ma.. tadi Ibu ambil rapot adek. *sigh”
 
“Oiya Bu? Trus?”
  “Lhaa.. adekmu masuk IPS je.” Kami terdiam beberapa saat. “Jadi yang daftar IPS cuma 20 orang, butuhnya kan ada dua kelas, 64 orang, jadi yang 44 diambil dari yang sebenernya masuk IPA.”
  “Ibu, gelo Bu?” (gelo dalam bahasa Jawa berarti semacam kecewa, ya, begitulah kurang lebih)
  “Yaa tadinya ya gelo, tapi sekarang udah engga. Adek juga pas tau masuk IPS cuma diem trus tadi Ibu ngobrol-ngobrol banyak, sekarang udah biasa lagi. Yaudah lah, mau gimana lagi, udah ngga bisa ditawar mau ke IPA. Lha wong Hakim juga belajarnya ngga kenceng kok, tiap hari basket sama ngeband kerjaannya, pulang udah capek.”

Lalu kami berdiskusi tentang peluang-peluang sukses dari jurusan IPS. Ibu tau IPA atau IPS seharusnya ngga mempengaruhi kesuksesan karena toh jalan sukses itu lebar. Tapi.. yang membuat beliau kecewa adalah,
Adek ngga jadi kuliah kedokteran berarti.
Ya, Bapak dan Ibu sangat pengen anaknya ada yang jadi dokter. Setelah gw gagal karena juga salah strategi, sekarang adek gw malah masuk IPS. Dan refleks jawaban gw adalah “Hahaha yaudah Bu, nanti cucu Ibu aja yang jadi dokter ya.” Jawaban sekenanya buat memecah tawa, and yes, she laughed at my words.

Kenapa dokter? Bapak dulu selalu bilang, jadi dokter itu mulia sekali tugasnya, jadi perantara untuk mengembalikan kesehatan orang-orang, bisa jadi volunteer kemana-mana kalo ada bencana, dan kalo Bapak atau Ibu sakit ngga usah repot ke dokter karena ada anaknya sendiri. Yang paling simple, cek tensi atau konsultasi pola makan misalnya.
He gets something I once dreamed of.
Dulu, tiap kali nerima hasil ulangan dengan nilai di bawah 80 which is harus remed, gw sama Mumun sering bilang “Mun, kita bikin aksel IPS aja yok! Berdua doang ntar muridnya hahaha. Apaan nih Fisika Kimia Matik semuanya remed *sightapi ngga mungkin karena ber-18 itu ngga bisa dipecah jadi kelas IPS. Sekarang justru gw di Sistem Informasi IT Telkom dan Mumun di Teknik Elektro UGM.
Something just goes as it is, not as we always want it to be. After all, Allah knows best more than we could learn and imagine.
Seperti prinsip yang gw pegang sejak lama bahwa ngga boleh ada penyesalan di akhir, penyesalan harus diantisipasi di awal. Maka gw juga menyiapkan berbagai strategi supaya ngga ada setitik pun penyesalan, and I want you to prepare yours, little bro. Antisipasi penyesalan dengan mencoba yang bisa dicoba, mengambil peluang yang ada dan melakukan semaksimal yang gw bisa. Maka ketika ternyata hasilnya ngga sesuai ekspektasi, itu bukan sesuatu untuk gw sesali tapi sesuatu yang gw sadari lebih baik dari yang gw ekspektasikan. Sekali lagi, Allah knows best more than we could learn and imagine.

Dan buat kamu, my one and my only brother, this is the path you should struggle for. IPA ngga selalu lebih baik dari IPS. Dan untuk sukses, untuk bermanfaat, untuk jadi volunteer, untuk bikin Bapak Ibu seneng, untuk membantu menjaga kesehatan mereka, ngga cuman dokter yang bisa. Jadi apapun kamu nanti, kamu bisa. Bapak kita, orang hebat yang sangat kita kagumi pun dulunya IPS. Cari, gali apa yang paling kamu suka dari IPS, mantapkan itu sebagai masa depanmu. Jalan sukses itu lebar, dek.
Do things you really love, then you will never have to work all your life.
Ketika kamu memilih hal yang paling kamu suka sebagai sesuatu yang kamu kejar untuk karir, kamu ngga akan ngerasa bekerja, tapi ngerasa selalu main-main.


*a tight hug for you, my one and my only brother <3

Minder yang Berujung Bangga, PDKT 2012

Saturday, June 23, 2012
Tentang PDKT. Bukan PDKT biasa, tapi Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi.
Sekitar awal April, gw memutuskan untuk mendaftar sebagai Steering Committee PDKT 2012. Cukup kirim CV dan bikin essay. Lolos ke fit and proper test. Lolos lagi dan pelantikan, yang kebetulan waktu itu gw lagi pulang karena Ibu ulangtaun dan ngga ikut rangkaian acara pelantikan.

I grow up as a girl with high self confidence, but not that time, when I knew who submitted their application for SC PDKT 2012. Some things could turn your self confidence down, I admit it.
Denger nama-nama yang masuk saat itu, gw ragu, yakin ngga yakin. Kenapa?
  1. Gw belom pernah jadi OC PDKT sekali pun. Gw juga bukan pengurus BEM yang paham seluk beluk per-PDKT-an karena gw tumbuh 3 tahun di Wirausaha. Kontras. Di WU, gw terlatih bukan untuk jeli pada kalimat-kalimat yang menimbulkan banyak interpretasi sepanjang kedua belah pihak oke, maka oke. Mendadak, di PDKT, satu kata bisa dibahas berjam-jam. Gw belom terbiasa. Gw bahkan ngga hapal divisi-divisi di PDKT apa aja karena istilahnya beda tiap tahun. Teknis PDKT? blah. Tau darimana gw? Satu kali datang Laporan Kerja PDKT dan itu pun gw mempertanyakan hal yang entah penting entah engga, soal maskot burung hantu, dan sejak itu beberapa OC PDKT 2011 manggil gw teteh burung hantu. 
  2. Duluuuu, tahun 2011, rencana daftar SC PDKT ini gw buat bersama sahabat-sahabat WU, Muti, Aldi, Gheza, bonus Ardi Kurniadi. Gw masih inget perbincangan tentang rencana jadi SC PDKT di deket selasar mading. Tapi.. apa daya, Muti Aldi Ardi berubah pikiran, dan Gheza mengundurkan diri. Maka gw sendiri, maju dan mundur antara iya dan engga.
  3. Aturan PDKT yang udah tersohor dan hampir mustahil ngga ada adalah kerudung panjang satu jengkal dari bahu, jam malam dan larangan boncengan dengan lawan jenis *exhale* Berat membayangkan awalnya, karena gw murni bocah doyan main sampe larut, dan ya, sebagian besar bonceng temen cowok tentu saja. Bahaya bo kalo sama-saa cewe malem-malem *sok gaul* kerudung pun masih biasa aja, ya, menutup, tapi belum pada fase besar dan dobel biar ngga tembus pandang. 
  4. Minder. Satu-satunya alasan minder adalah nama-nama pendaftar SC yang lain. Waktu itu ada 26 calon, dan pendaftar putrinya semuanya adalah orang-orang yang sudah tertib hidup seperti alasan nomer 3 di atas. Tanpa diatur sedemikian rupa pun mereka udah berkerudung besar dan ngga boncengan sama lawan jenis. Mereka semua mentor. Sebagian besar udah pernah di PDKT sebelumnya. Ada rasa minder yang susah gw ceritakan. Like I'm nothing compared to them. Cuma bocah doyan main yang sangat doyan jalan dan memiliki pola hidup yang ngga teratur.
Tapi niat daftar jadi SC ini membulat setelah banyak diskusi sama Siti Halimah yang juga ada di list calon SC. Gw pengen membuat maba-miba yang datang dengan keraguan untuk kuliah disini berubah pikiran dan yakin bahwa inilah tempat paling tepat untuk masa depan mereka. Persis seperti yang gw alami tahun 2008 dulu, datang dengan gamang dan sedikit malu karena 17 temen kelas diterima di negeri semua dan gw satu-satunya di swasta. PDKT yang mengubah mindset gw sampai akhirnya gw memutuskan untuk aktif di BEM sejak Basis Massa 2008 sampai 2011.
Niat ini, adalah murni karena ingin menyempurnakan amanah dan wujud cinta untuk KBM.
Maka terbitlah pengumuman kelolosan rekruitasi SC PDKT 2012, 15 nama ada di dalamnya dan nama gw adalah salah satunya. Maka bersama dengan ke-14 SC lainnya, gw melakukan adaptasi dalam berkali-kali rapat. Bukan hal sulit bagi gw untuk beradaptasi dengan orang-orang baru. Tapi, rasa minder itu belum hilang. Saat tahu gw diterima jadi SC, banyak yang mempertanyakan kesanggupan gw.
  "Eh seriusan Ma lo SC? Itu, kok kerudung lo masih segitu-gitu aja?"
  "Kak Rahma SC? Ntar ngga boleh boncengan loh kak, bisa emang?"
  "Kakak SC? Aaaaah bohoooong~"
  "PDKT? TA kamu gimana dong Ma?"
  "Ckck angkatan tua Maa, 2008, udah ngapain coba masih ikutan begituan."
  "Cieee kakak SC kakak SC, kerudungnya langsung gede cieee.."
  "Wuiiss langsung berubah sejak jadi SC niiih~"
  "Kamu itu tingkat empat, sudah, fokus saja sama TA, ngga usah ikut-ikutan kegiatan yang ngga penting. PDKT keluar aja." yang terakhir ini dari salah satu dosen gw.
Ya, pernyataan-pernyataan itu ditujukan langsung ke gw. Tampak sepele mungkin, tapi, ketika hal sepele bertumpuk dalam satu waktu dan dalam jumlah besar, maka itu menjadi hal besar. 

Gw berkaca dan bertanya, layak ngga ya jadi SC? harusnya SC bisa memberi teladan, tapi bahkan gw sendiri masih bergolak dengan perasaan sendiri. Ini juga yang membuat gw ragu saat harus ngisi Bina Religius (bius) kemarin sore.

23 Juni, kamar kosan, 14.13
Sekarang ngga ada lagi yang namanya minder. Gw bersyukur diberi kesempatan memiliki keluarga baru, dengan 14 orang hebat dengan pengalaman segudang dan 76 OC hebat berkomitmen tinggi. 
Setelah upgrading akbar 21 Juni kemarin, gw jatuh cinta lagi dan kali ini ngga ada kekhawatiran tidak berbalas karena cinta gw ngga bertepuk sebelah tangan. Gw jatuh cinta, pada PDKT.
Perlahan, aturan kerudung ngga jadi masalah buat gw. Pun soal boncengan. Soal harus selalu make rok, alhamdulillah, udah gw mulai sejak Oktober 2011 lalu. Di saat yang sama gw memutuskan untuk ngga join lagi di Capoeira, hahaha, sobek rok gw nanti! But still, love Capoeira like always. Pertama, ada rasa keberatan. Ditambah lagi dengan aturan-aturan DMT yang strict dan aforisme (biasanya dikenal sebagai kode etik) dengan beberapa poin yang memberatkan awalnya. Terpikir, emang dengan pake kerudung gede dan ngga boncengan, profesionalitas jadi meningkat ya? Emang kalo kerudung biasa aja berarti kerjanya ngga bagus dan ngga fokus?

Lalu gw belajar, perlahan. 
Dan dalam proses belajar, seringkali ada paksaan. Seperti saat SD gw diwajibkan shalat 5 waktu, kelas 3 waktu itu, ada proses pemaksaan dari Bapak Ibu waktu itu. Dan dulu gw sering ngibul dengan wudhu-masuk ruang shalat-pake mukena-duduk-ngaku udah shalat, atau cuma ngelipet mukena dan ditaroh di paling atas dan ngaku udah shalat. Tapi masuk kelas 5, gw takut neraka, karena usaha pemahaman Bapak Ibu yang tiada henti, dan gw shalat teratur 5 waktu.

Sama. Kerudung, boncengan, jam malam, semuanya adalah proses gw belajar. Dan ketika gw terlalu banyak mendengar kata orang, proses belajar ini ngga akan lancar karena kata hati gw sendiri tertelan.

Dan empatbelas orang hebat, terima kasih. Kalo Icak pernah nge-broadcast SMS so sweet, gw lewat sini aja ya, ngga cukup kalo SMS mihihi.
SC minus Iti
  1. Arfive Gandhi. Ngga salah pilih Ive yang jadi koor SC. Dengan segala kerendahan hatinya, usulan-usulan gila kita ditampung lalu berujung pada tindakan-tindakan nyata. Dulu gw mengenal Ive sebagai menteri Kominfo BEM 2010 yang sekaligus jadi setan sekre dan selalu garing. But time flies and it teaches you many things that make you as you are right now. Putra terbaik Tegal (rada ngga ikhlas ngetiknya), hanya orang hebat yang bisa memimpin sekumpulan orang hebat, dan itu adalah Ive!
  2. Laila Kurniasari a.k.a Ela, yang pendiam pada awalnya lalu berubah menjadi sangat enak dibully-bully akhir-akhir ini, inget La, bully-bully itu tanda sayang xP . Ela yang ngga pernah keberatan dimintai tolong dan nerimo, jadi salah satu poros penyeimbang kerja SC. Ela yang lucu yang datang dengan tangan terbuka menawarkan bantuan. Banyak orang berubah demi menyesuaikan diri, dan hanya beberapa yang menjadi diri sendiri dengan tetap membuat orang lain nyaman, dan itu adalah Ela!
  3. Rizal M. Firdaus yang lebih dikenal sebagai Rizal Tarmizie, sang pesulap satu-satunya se-SC. Masukan-masukan dan ide-ide yang kadang ngga terpikir selalu muncul dalam nuansa nada tinggi 7 oktaf. But that's just so you! Yang ngga pernah capek menyampaikan segudang usulan dan masukan dan ngga cape ngerjain plus bully-bully orang. Setiap orang memiliki ide, tapi hanya orang terpilih yang mampu menyampaikan setiap idenya, dan itu adalah Rizal!
  4. Yolanda Trinoverly. Nanda yang baik hati dan selalu menebar senyum dan tawa bahagia. Cekatan adalah poin utama, dan hemat adalah poin kedua aturan Nanda. Bendahara yang bijaksana. Setiap dari kita berkesempatan memiliki sahabat baik, dan Nanda sangat tau bagaimana caranya menjadi sahabat baik!
  5. Tri Bagus Wicaksono. Icak, Cak-dad, atau Ny. Rizal, entah harus gimana nanggepin kalo lagi kumat gilanya. Tapi, setiap bantuan kecil dan tanggapan atas tiap candaan bukan tanpa arti. Itu berarti. Walaupun Icak juga sama usilnya suka bully-bully orang dan kemaren gw sampe terbatuk-batuk nge-gap Icak lagi ken*ut tiada akhir di Djuanda, bantuan-bantuan atas tugas-tugas bener-bener meringankan. Setiap dari kita memiliki waktu yang sama, tapi hanya sedikit yang selalu meluangkan waktunya untuk membantu atau sekedar mendengarkan cerita, dan itu adalah Icak!
  6. Dhitya Fajar Prihantara. Kenal sebagai Koord EOS (divisi acara) SHAKTI 2009, dan sekarang dipasangkan dalam duet maut speaker kanan-speaker kiri di ANT (Accommodation and Network Team). Pengalaman segudang dan ngga pernah capek buat ngomong. Ya, ada yang lebih cerewet dibanding gw ternyata haha. Pengalaman bertambah sejalan bergeraknya jarum jam, tapi hanya sedikit yang tanpa lelah berbagi pengalamannya, dan itu adalah Fajar!
  7. Mediterasanti Anindita. Nama ini paling asing dari list calon SC dulu. Bahkan mengingat nama Mediterasanti bukan hal gampang, dan gw mengenalnya sebagai Mediterania pada pertemuan pertama kami. Jabat tangan erat dan kehadiran yang hampir tanpa absen. This woman deserve a platinum appreciation! Dari sekian banyak daftar orang hebat yang gw kagumi, saat ini list itu bertambah satu, dan itu kamu, Med!
  8. Primawan Satrio Bindono, our violinist! Dengan pembawaan bocah, lo tambah bocah karena suka ketawa-ketawa sendiri Im! But ya, that's just make you become more you. Dan mengalah yang ngga berarti kalah, sering dilakukan ketika banyak ide berbenturan. Ketika egoisme pribadi tumbuh dimana-mana, hanya sedikit yang mampu membunuh egoisme pribadinya dengan mengalah, dan itu adalah Iim!
  9. Syafinatul Fitri. Tak kenal kecuali sebagai calon wapresma 2012, dan berkesempatan bertemu dan bekerja bersama adalah salah satu anugerah. Mpit, wanita tangguh yang jiwa sosialnya tiada banding. Think with a cold-minded is just so you. Ketika sibuk atau tidak adalah pilihan, maka sibuk dengan tetap fokus-lah yang kamu pilih, Mpit!
  10. Afdan Zamil. Dulu, to be honest, gw takut sama Jamil, ngga pernah senyum dan sedikit bicara. But as the time goes by, we know you much better. Ngga ada serem-seremnya sama sekali. Pencair suasana yang sekalinya ngomong maka tawa pun pecah selama bermenit-menit kemudian. Yang bisa mengeluarkan jokes super lucu dengan muka datar tanpa ekspresi sama sekali, lalu beberapa detik kemudian tertawa sampe muka merah. Ketika setiap orang bebas berekspresi hingga sulit menentukan sikap tepat dalam suasana tepat, hanya beberapa yang bisa selalu menempatkan diri dengan tepat, dan itu adalah sang Mr Pink, Jamil!
  11. Friska Riauni L. Kenal sebagai komisi DPM yang mengawasi kerja BEM departemen Wirausaha, beliau bukan orang yang baru buat gw. Tapi, kesempatan bekerja bersama ini membuat hal baru terkuak. Tak pernah ada sepatah keluhan terucap, bahkan ketika ada deadline dan tugas yang sama yang membuat kami mengeluh, Friska tetap dengan lembutnya menerima banyak tambahan tugas, tanpa keluhan. Ya, ketika keluhan dengan sangat mudah ditemukan dimana-mana, ada beberapa orang yang tidak pernah mengeluh dan membiarkan orang lain khawatir, dan itu adalah Friska!
  12. Andri Mardi. Semangat membara 24 SKS yang tak tertandingi, dan diamnya yang memikirkan solusi. Ya, Andri yang paling pendiam tapi tak pernah bicara kecuali dengan solusi dan kerja nyata. Banyak yang mangkir ketika diberi amanah, dan hanya sedikit yang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di sela-sela banyaknya amanah, dan itu adalah Andri!
  13. Siti Halimah, sobat It's Yours yang berjuang bersama di BEM sejak 2008. Dengan selalu membara mengajarkan banyak hal, setia tertawa bersama, menangis bersama, berpanasan bersama, tidur bersama. Bantuan dan inspirasi yang tak cukup bila disebutkan. Salah satu orang terbaik yang pernah gw kenal, sahabat layer pertama yang selalu menjadi tempat bercerita. Persaudaraan kita tak boleh terputus oleh apapun. Dan Iti-lah yang meyakinkan gw untuk tidak mundur dari rekruitasi SC, kemudian mengajarkan banyak hal tentang PDKT dan memberi pendapat dari sudut pandang baru. Iti, wanita hebat dari sekian wanita hebat sedunia. Saat kata sahabat hanya ada dalam senang bagi banyak orang, hanya sebagian yang tetap ada dalam masa sulit, dan itu adalah Siti Halimah, S.T.! Love you more and more, mwah <3
  14. Alfi Pangestiawan. Adek bungsu SC PDKT 2012, yang paling bocah tapi selalu datang dengan inovasi dan ide kreatif. Semangat kerja nyata yang teliti ditunjukkan dengan definisi-definisi dari KBBI, walaupun kadang datang kesiangan karena insomnia dan begadang. Orang bilang, umur mempengaruhi tanggung jawab dan komitmen, tapi pun kelahiran 1992 bisa memperlihatkan kerja nyata lebih dari yang lebih tua, dan itu adalah Alfi!



See, bagaimana mungkin gw ngga minder bersanding bersama empat belas orang hebat ini. Tapi terima kasih, kalian perlahan membantu gw belajar sehingga sekarang kita bisa bersinergi seperti ini. Berkesempatan mengenal kalian, menjadikan kalian keluarga baru gw yang selalu menginspirasi, adalah salah satu berkah terbesar. 

Terima kasih! Dua bulan terbentang di depan untuk kita jajaki dalam semangat juang dan dedikasi tertinggi, jangan lelah memberi dan jangan malu menerima.

Dan ya, gw jatuh cinta pada PDKT 2012, dan ini tak lepas dari peran kalian, 14 orang hebat SC PDKT 2012.

When I'm Busy

Monday, June 18, 2012
Judulnya curhat. Iya CURHAT. Entah cuma gw doang atau banyak orang ternyata juga mengalami hal yang sama ama gw.
Ketika deadline makin dekat, mendadak timeline twitter makin berasa asik. Mendadak blog-blog jadi bikin penasaran sampe gw nge-stalk ke postingan-postingan terdahulu. Mendadak serial Digimon Adventure jadi seru banget karena Jogress Evolution-nya nambah. Mendadak banyak hal jadi menarik. Persis banget sama lupa.

The time when you want to forget something is the time you remember it even more.
Persis banget. Ketika lo pengen melupakan sesuatu, hal itu justru makin terngiang-ngiang dan susah dilupakan. Misalnya, ketika lo sangat-sangat ngga suka sama lagu Yolanda *permisalan ini ngasal dan tanpa pertimbangan ya pembaca sekalian* lo pasti pengen melupakan lagu itu, tapi.. justru lagu itu yang terus terngiang-ngiang *sigh*. Sama juga sih sama berusaha ngelupain seseorang haha aduh salah fokus.

Tampak ngga ada korelasinya? Well, let me explain. Deadline dengan segudang godaan, dan berusaha melupakan tapi justru terngiang, persamaannya adalah ngga ada satu pun di dunia ini yang ngga ada penghalangnya. Halangan menepati deadline adalah twitter, blog, film yang baru rilis, ngantuk dan lain-lainnya. Halangan berusaha melupakan adalah hal itu sendiri. Emang, halangan ngga bisa diprediksi. Bisa dari lain-lain, bisa dari objek itu sendiri.
Nothing in this world exists without any barriers, nothing, I'm telling you, nothing.
Pun ketika bayi ingin bermain air, halangannya adalah air itu sendiri yang berpotensi membahayakan dia (foto diambil dari facebook Indonesian Cutest Baby)

Semalem gw ditelepon Bapak. Terdengar biasa aja ya? Tapi engga, telepon semalem luar biasa.
Kalimat pembuka beliau adalah "Halo, Ma. Lama ya ngga denger suaramu." Jleb! Seperti tertampar, gw baru sadar jarang teleponan sama Bapak. Seringkali gw ngerasa telepon Ibu udah cukup, karena Ibu sering nyampein banyak hal dari Bapak. Gw lupa. Gw lupa beliau juga punya hak yang sama untuk menyaksikan anaknya tumbuh dewasa *bukan lagi tumbuh besar*, termasuk denger cerita-cerita anak perempuannya yang di rantau. Dari telepon itu, Bapak menekankan banget gw untuk fokus ke TA. Well yah, agak tertekan jadinya. Tapi, masa iya gw ngga bisa ngasih satu-satunya hal yang Bapak minta? Sedangkan tiap gw minta uang buat beli buku, Bapak ngga pernah nolak. Tiap gw minta ini itu, betapapun sulitnya, mereka selalu ngusahain banget buat anaknya tanpa menunda-nunda. Ini, keberesan TA gw, pantaskah gw tunda-tunda keinginan mereka?

Dan inilah balada seorang Rahma Djati, yang punya halangan dari dirinya sendiri untuk ngalahin keinginan buat ngetweet, menahan mata untuk tetep terjaga, dan ngga tergoda nonton serial Digimon Adventure 2, demi amanah semester akhir dan demi memenuhi keinginan sang orang tua, TA.

Anyway doakan ada kabar gembira akhir bulan ini yaaa, gw lagi menanti pengumuman mendebarkan. Yang ke Jakarta kemaren, gw lolos psikotes dan kemaren udah tes presentasi, FGD dan interview, tinggal nunggu hasil akhir Juni ini. Kalo lolos, akan gw ceritakan detailnya mihihi. Doakan doakan doakaaannnn~


Another Lost in Jakarta Story

Sunday, June 10, 2012
Depok, kamar mba Tem & Tum 10 Juni 2012 09.14 waktu hape Rahma


Ditulis dalam keadaan sadar dan udah ngga terlalu kecapean >.<

*tarik nafas* Jadi kemaren gw ke Jakarta, tanggal 6 Juni. Ini adalah kali keenam gw ke Jakarta *eh ketauan gw ngga gaul :P * Ke Jakarta ini gw ada misi mulia yang masih gw rahasiakan, ntar kalo menggembirakan hasilnya gw ceritain pasti. Berangkatlah gw bareng Pipit yang rumahnya Jakarta dan punya misi sama ama gw. Lalu berlangsunglah serangkaian tes yang bikin tangan keder dan otak panas itu. Lalu..


Tes selesai, lalu gw berniat pulang ke Bandung. Eh tapi gw juga berniat mau mampir ke mba Tem & Tum (nama gaul) di Depok. Masa iya empat tahun kuliah ngga pernah mampir, padahal dulunya pas SMA tiap hari bobo bareng karena sekosan. Akhirnya dari Cilandak gw naik angkot ke Depok. 
Kenapa angkot?
Alasannya adalah jauh banget kalo naik taksi, duit cash gw mana cukup naik taksi segitu jauh, ntar kalo kurang bayar taksinya kan ngga lucu banget ya. Kata Pipit, naiklah deborah. Gw nunggu deborah ampe linglung ngga dateng-dateng si deborahnya. Yasudah, gw minta petunjuk satpam lalu gw naik angkot karena yakin atas petunjuk yang meyakinkan dari pak satpam.


Sebelumnya, gw udah terlibat petualangan menegangkan. Ada seorang tukang ojek nawarin ojeknya, 60k sampe Depok. Eh haloo gila abis mahalnya! Gw ngga tau tarif normal berapa sih, cuman itu kebangetan aja mahalnya menurut gw. Trus selain itu, pas tukang ojeknya nanya "Depok mana? Perempatan lampu merah belok kanan bukan?" gw baru sadar kalo gw sama sekali buta arah. Depok kaya apa aja gw ngga kebayang, ini lagi lampu merah perempatan belok kanan. Otak gw ngasih sinyal, bakal bahaya kalo gw disasarin karena gw ngga tau jalan sama sekali. Ojek gw tolak.


Lalu gw berniat ngehubungin mba Tum, dan.. pulsa gw 0 rupiah! aaah di saat kaya gini kenapa pulsa gw kesedot mendadak gara-gara paket internet abis dan gw ngga nyadar?! Lalu gw nyari tukang pulsa, masuk-masuk gang perkampungan. Kondisi saat itu gw masih sangat bersemangat. Wedeeh gini doang masa iya ngga berani! astaghfirullah jumawanyaa kemarin itu -,-


Lalu naiklah gw ke angkot. Ngga ngeluarin hape, dan waspada. This is totally a new place that I don't even know. Angkot macet ngga jalan sama sekali. Semangat mulai menurun dari 100% jadi 80%. Belom panasnya masyaAllah, gw dress up pula pake rok chiffon lebar. Kebayang ngga sih ribetnya pake rok chiffon lebar di angkot? keinjek-injek orang. Pake jaket jeans pula, yang ngga bisa gw copot karena baju gw bukan lengan panjang. Oke gw betah-betahin sambil hemat-hematin batre hape yang tinggal 62%. Angkot berganti, lalu dioper lagi. Pas dioper, inilah petualangan gw dimulai. Gw ngga paham jalur, dan mba Tum & Tem yang gw tanya gatau daerah mana yang gw lewatin. Angkotnya penuh siih, tapi lewatnya di gang perumahan kecil-kecil, yang belom diaspal juga, masih tanah-tanah gitu. Ngga ada plang apa-apa. Astaga gw kuatir diculik!


Dari jam 15.00 gw naik angkot dari Cilandak, sampe adzan Maghrib gw posisi masih di angkot. Pas gw tanya ke sopirnya "Pak turun Margo City kan?" itu tempat janjian ketemuan gw, katanya lewat maka okelah gw naik angkot itu. 18.24 dan masih di gang-gang perkampungan. Tambah lemes gw. Nyempetin ngasih kabar di twitter biar ada yang ngeh, takut gw ilang atau kenapa-napa, at least ada yang ngerti kondisi terakhir gimana. Ditelp mas Manggar, dan malah bikin nangis di angkot karena takut. Bener, gw takut. 


18.40 petualangan angkot gang berakhir, tapi.. kenapa angkot berhentinya di terminal? entah terminal entah apa pokonya banyak angkot. Gw udah tambah bingung, ya, I'm really suck on navigation. Buta arah banget gw, di masjid Istiqlal aja bisa nyasar, ini? *sigh*


Cari angkot baru, cari angkot baru. Aaaaa udah lemeeesss!! Lalu akhirnya nemu angkot entah jalur apa, dan gw turun di depan Margo City. Mba tem & Tum udah nungguin di bawah jembatan penyeberangan, dan.. ketemu mereka.. gw bukannya seneng ya tapi langsung berpelukan sambil nangis. Aaaa aseli aseli aseli bersyukur banget gw nyampe :( :) langsung diajak shalat dan makan. Muka udah ngga kaya muka rasanya kemaren, udah kaya wajan abis buat goreng tempe, full minyak dan rada hangus-hangus.


Niat hati, langsung mau balik Bandung karena ada acara PDKT paginya jam 06.00, bina fisik. Berniat cari bus, MGI udah abis. Ada primajasa tapi dari Pasar Rebo, entah gimana cara kesananya. Ada travel Cipaganti tapi turunnya di Cipaganti deket Ciwalk. Men! Terlampau lemes, gw akhirnya nginep. Bersama lagi dengan dua orang mbak kos kesayangan yang dulu tiap hari bareng serumah, walaupun cuma semalam, sangat membahagiakan. 


well then, for you who have the same problem with me, bego arah (bukan buta sih ya kayanya :P ) pesan gw adalah, JANGAN SAMPE BATERE HAPE LO MATI ATAU PULSA LO ABIS saat lo pergi sendirian di tempat yang lo ngga tau. That's it!


And now, bersiap ketemuan sama keluarga Accel's Zone sebelum naik kereta ke Jatinegara dan ketemu rombongan dari Bandung buat ke resepsi nikahan ka Khanif. Bismillah ngga pake nyasar-nyasar salah arah lagi.


Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu dan menawarkan bantuan, atau sekedar menenangkan. It means so much to me <3
special thanks to dua mbak kos kesayangan, mbak Tumini a.k.a Arum dan mbak Tem a.k.a Anggi. Me love you more, mwah mwah mwah :* :* :* ajari aku merapikan kamar serapi kaliaaann uuuuuuuu :D



me, mba Tem, mba Tum







Cinderella Shoes

Tuesday, June 05, 2012
A good shoes will guide you to good places. --Tengtang Jing, Meteor Garden I

Do you want to have your dream shoes?
Do you want to be a Cinderella in a night with a pair of nice shoes?
Do you love shoes but have your foot-size too small or over-sized?
We will make your dream come true!

Tentukan sendiri desainmu, bebas warna, bahan dan ukuran.
Love it? tell us then it's yours! 

contact us: 289048AE or http://www.facebook.com/itsyourmate






Mei 2006 kepada Mei 2012

Friday, June 01, 2012
“Gempa, Ma, gempa! Metu ndang ayoo!!” Bapak teriak saat gw sedang setrika seragam SMP. 26 Mei 2006, 05.46, sekitar menit itu. Dengan tergopoh-gopoh di luar kami semua gandengan, ngelihat rumah dan mobil bergoyang, motor roboh saling timpa, dan beberapa pohon tumbang. Usulan lari ke sawah depan rumah langsung ditolak bapak dengan alasan yang nggak gw pahami sampe sekarang. 

Gempa Jogja 26 Mei 2006.
Hari itu hari Sabtu dan gw bukan mau ke sekolah, tapi mau mendaftar sekolah yang sejak lama gw idam-idamkan. Bukan sekolah biasa. Pendaftarannya pun jauh sebelum pendaftaran SMA negeri umumnya, dan walaupun swasta, prestasinya tak lagi harus dipertanyakan. Itu adalah SMA yang gw pengen sejak SD! Karena berbagai pertimbangan, gw pede daftar di jalur beasiswa, dan gw lolos seleksi akademis, how lucky I was! Berbekal pede yang nggak lagi gw pahami sebesar apa saking pedenya, gw datang untuk psikotest, tes kesehatan & wawancara selama seminggu.

Fruitful week! A week that will never ever forgotten.

Karena seminggu itu, gw pertama kali kenal dengan sebanyak itu orang super multietnis. Karena seminggu itu, gw disadarkan untuk lebih hati-hati karena rumput tetangga memang tampak lebih hijau daripada halaman sendiri. Karena seminggu itu, gw sempat bangga karena waktu gw jadi ketua kelompok, kelompok gw selalu paling on time dan gw dipuji banyak orang atas sedikit prestasi kelompok gw. Karena seminggu itu, gw sadar bahwa yang membuat sakit adalah persepsi karena ternyata disuntik nggak sesakit yang gw bayangkan. Karena seminggu itu, kepercayaan diri gw melejit. Karena seminggu itu, gw kenal dengan manusia special yang dua tahun kemudian kaya mimi dan mintuna, Ratih Chandra Pertiwi. Karena seminggu itu.. terlalu banyak hal terjadi selama seminggu itu.

Rangkaian tes seminggu itu membuahkan hasil yang cukup pahit, gw ngga diterima. Berusaha nggak nangis pun percuma karena air mata ngalir tanpa bisa gw kendalikan. Kenapa gw nggak lolos? Kenapa harus gw yang pulang? Padahal gw yakin udah maksimal di semua tes, dan gw yakin hasilnya bagus. Yah, pasti ada pertimbangan lain dari panitia seleksi calon siswa waktu itu. Lalu sepanjang Magelang-Purworejo, gw diem aja dengan air mata yang nggak lagi bisa gw bendung. 
Tawa pertama gw hari itu, Sabtu 2 Juni 2006, adalah saat tiga sahabat gila Triomaki dateng ke rumah. There you made my first smile, bestfriends!

Triomaki, 6 tahun yang lalu

28 Mei 2012, IT Telkom, Bandung.
Jika waktu itu gw diterima, mungkin gw nggak disini. Kalau aja waktu itu gw lolos beasiswa, pastilah nggak ada cerita akselerasi perdana SMA 1 Purworejo, sejarah jilbab rambut batok, ranking 18 dari 18, cerita cedera lutut pas ulangtahun ke-16, dan nggak ada cerita-cerita bittersweet IT Telkom. Kalau gw diterima, mungkin sekarang gw ada di suatu tempat kamar kosan deket kampus, ngerjain tugas sebagai angkatan 2009, atau belajar buat UAS, bukannya galau Tugas Akhir yang mengharuskan gw coding pake Java sedangkan gw ngga doyan coding sama sekali sebenernya.

sepotong cerita SMA

Scenario Allah selalu indah, gw sadari atau enggak.
Bebeapa bulan yang lalu, salah satu teman baik gw, Aldi, yang sangat doyan ngomong, menceritakan kisah ibu paus dan anak paus. Si anak paus, kita sebut sebagai SIAP dan sang ibu paus, kita sebut sebagai SAIP. SIAP adalah bayi paus yang baru saja lahir, dan dia sedang belajar bagaimana berenang dengan benar. Tiap hari SIAP belajar dengan pantang menyerah, sampe tiap hari dia nabrak karang yang menyebabkan kepalanya benjol-benjol, tapi si anak tetap mencoba belajar lagi, nabrak lagi benjol lagi teruus sampe jidat paus serupa jidat lohan. Melihat kejadian itu berulang, SAIP nggak tega kemudian dia pasang posisi di depan karang. Ketika SIAP nabrak, dia akan menabrak badan ibunya yang empuk dan terpental tanpa harus benjol. Sang ibu melakukan ini karena dia sayang sama anaknya, dan dia tahu sesuatu yang anaknya nggak tau yaitu karang yang tiap hari ditabrak dan bikin benjol.

Ibu paus sayang sama paus. Allah Maha Penyayang, dan Dia mengetahui segala hal yang nggak kita ketahui. Allah membelokkan usaha kita karena Dia tahu ada hal lain yang lebih baik dari apa yang kita tahu.

Sekarang, IT Telkom udah ngasih gw masa depan, teman-teman kesayangan yang tak tergantikan, dan banyak pelajaran baru yang akan berguna buat tiap detik kehidupan gw setelah ini. 

GW MAHASISWA IT TELKOM, DAN GW BANGGA! :D